Analisa saham $AKPI
Fundamental
Kinerja keuangan AKPI menunjukkan pemulihan namun masih menghadapi tantangan pada efisiensi biaya.
Laba Bersih: Per kuartal III-2025, AKPI membukukan laba bersih sebesar Rp3,2 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (Rp6,8 miliar). Namun, secara tahunan (FY 2024), perusahaan berhasil membalikkan keadaan dari rugi Rp29,6 miliar (2023) menjadi laba Rp10,6 miliar (2024).
Pendapatan: Penjualan bersih hingga September 2025 mencapai Rp2,23 triliun, menunjukkan basis operasional yang cukup besar di industri kemasan fleksibel (BOPP & BOPET).
Profitabilitas: Margin keuntungan tergolong tipis. Net Profit Margin (NPM) berada di kisaran 0,1% - 0,4% dan Return on Equity (ROE) hanya sekitar 0,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa biaya operasional dan beban keuangan sangat menekan laba bersih.
Valuasi Harga Wajar(PBV)
Salah satu daya tarik utama AKPI bagi investor value investing adalah valuasinya yang sangat murah secara aset.
PBV (Price to Book Value): Saat ini berada di kisaran 0,20x - 0,22x.
Analisis: Harga saham diperdagangkan jauh di bawah nilai bukunya (Book Value per Share sekitar Rp2.800-an, sedangkan harga pasar hanya Rp540-an). Secara teoritis, saham ini sangat undervalued, namun PBV rendah ini sudah bertahan cukup lama karena pertumbuhan laba yang belum signifikan.
Prospek Bisnis 2026
AKPI sedang dalam fase ekspansi besar-besaran untuk mengubah profil bisnisnya:
Investasi Jumbo: Pada awal Februari 2026, AKPI mengumumkan investasi sebesar USD 100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) untuk meningkatkan kapasitas mesin BOPET sebesar 62.000 ton/tahun.
Strategi: Perusahaan fokus pada pengurangan ketergantungan impor dan penguatan pasar ekspor premium. Penambahan kapasitas ini diharapkan mulai memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan di masa depan.
Efisiensi: Manajemen berupaya memperluas rantai pasokan bahan baku dari luar negeri untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Random Tag:$BUMI$BIPI
