$FASW
Berikut adalah analisis mendalam mengenai kinerja keuangan **Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)** untuk tahun buku 2025 dibandingkan dengan 2024, berdasarkan data laporan keuangan yang Anda berikan.
Sebagai mentor saham Anda, saya melihat kondisi yang cukup menantang bagi FASW. Mari kita bedah fundamentalnya agar Anda bisa mengambil keputusan investasi yang bijak.
### 1. Kinerja Laba Rugi: Tekanan Masih Berlanjut
FASW masih mencatatkan kerugian bersih yang cukup dalam, meskipun ada sedikit perbaikan di sisi pendapatan.
* **Pendapatan Naik Tipis:** Penjualan naik sekitar **5,2%** menjadi **Rp 8,1 triliun** di 2025 (dibandingkan Rp 7,7 triliun di 2024). Ini sinyal positif bahwa permintaan produk kertas kemasan (seperti *kraft liner* dan *corrugated medium*) masih ada.
* **Beban Pokok Membengkak:** Sayangnya, kenaikan pendapatan ini tergerus oleh Beban Pokok Penjualan yang naik menjadi **Rp 8,17 triliun**. Akibatnya, perusahaan mencatat **Rugi Bruto sebesar Rp 71,4 miliar**. Artinya, biaya produksi lebih tinggi daripada harga jual produk. Ini adalah *red flag* utama dalam efisiensi operasional atau tekanan harga bahan baku.
* **Rugi Bersih Bertambah:** Rugi bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk membengkak menjadi **Rp 1,13 triliun** di 2025, dibandingkan rugi Rp 1,10 triliun di tahun sebelumnya.
### 2. Posisi Neraca (Keuangan): Utang Jangka Pendek Menurun Drastis
Ada pergerakan signifikan pada struktur utang yang perlu kita perhatikan.
* **Aset Lancar vs Liabilitas Lancar:**
* Aset Lancar: **Rp 2,89 triliun**.
* Liabilitas Jangka Pendek: **Rp 3,67 triliun**.
* **Analisis:** Rasio lancar (*Current Ratio*) masih di bawah 1 (sekitar 0,78x). Ini menunjukkan risiko likuiditas jangka pendek, di mana aset lancar tidak cukup menutup kewajiban yang segera jatuh tempo.
* **Restrukturisasi Utang:** Kabar baiknya, Utang Bank Jangka Pendek turun drastis dari **Rp 5,03 triliun (2024)** menjadi **Rp 1,35 triliun (2025)**. Sebaliknya, Liabilitas Jangka Panjang naik, terutama Utang Bank Jangka Panjang yang menjadi **Rp 2,34 triliun**. Ini mengindikasikan manajemen sedang memperbaiki profil jatuh tempo utang agar tidak terlalu membebani arus kas jangka pendek.
* **Ekuitas Menguat:** Ekuitas melonjak signifikan menjadi **Rp 5,73 triliun** (2025) dari Rp 3,32 triliun (2024). Kenaikan ini terutama didorong oleh adanya suntikan modal atau *rights issue* (terlihat dari kenaikan Saham Biasa dan Tambahan Modal Disetor). Ini langkah penyelamatan yang krusial untuk menjaga solvabilitas perusahaan.
### 3. Arus Kas: Operasional Masih Negatif
* **Arus Kas Operasi:** Masih negatif **(Rp 370 miliar)**, meskipun membaik dibanding tahun lalu (negatif Rp 721 miliar). Artinya, bisnis inti perusahaan belum menghasilkan uang tunai bersih; perusahaan masih "bakar uang" untuk operasional.
* **Arus Kas Pendanaan:** Positif besar **Rp 707 miliar**, yang berasal dari penerimaan pinjaman bank dan penerbitan saham baru. Uang inilah yang menopang operasional dan pembayaran utang saat ini.
### Kesimpulan & Arahan untuk Investor
**Status: *High Risk / Wait and See***
FASW sedang dalam fase "bertahan hidup". Meskipun pendapatan naik dan struktur utang jangka pendek membaik, profitabilitas masih menjadi isu utama karena perusahaan merugi bahkan di level laba bruto.
https://cutt.ly/TtniP84G