$GTSI $PTBA $BBCA
sorry lupa, tuk pengaturan suhu DME menggunakan batubara kalori rendah + LNG caranya :
bila kita ingin membentuk minyak dari batu bara maka suhu tungku batu bara sekitar 400° - 800° , sedangkan LNG nya sebelum masuk ke tungku bergabung dengan batu bara harus sudah mencapai suhu pirolisisnya >1000° (==> LNG YG PANAS INILAH YG MENGATUR SUHU 400° - 800° pada batu bara dan panas tungku untuk mempertahankan stabilitas suhu yg diharapkan)
suhu yg berlebihan ini agar metana/LNG/CH4 sudah mulai terurai, sedangkan pengikatannya dengan atom karbon batubara pada saat terpapar metana/LNG akan terjadi ikatan CH yg baru, dan itu PASTI AKAN MENURUNKAN SUHU AKIBAT TIDAK ADA OKSIGEN MAUPUN AKIBAT PEMBENTUKAN IKATAN CH, meskipun terjadi penurunan suhu oleh penggabungan atom batubara dengan metana/LNG, namun metana sudah memiliki energi panas yg cukup untuk membantu pengikatan atom C dengan H, sehingga suhu nya akan tetap stabil pada 400° - 800°. Dan rangkaian atom hidrokarbon adalah dasar pembuatan BBM.
Kenapa SYNGAS yg dihasilkan dengan metode diatas (LNG +BATU BARA KALORI RENDAH) lebih baik dan lebih banyak SYNGASnya dibandingkan batubara tunggal maupun LNG tunggal?
karena produk yg dihasilkan merupakan rangkaian hidrokarbon CH yg lebih banyak dan siap bereaksi lanjutan (bahan pembuat BBM), sedangkan pada metode biasa sangat sedikit ikatan HIDROKARBON (CH) nya sebab banyak menghasilkan CO + H2 saja.
DIDUNIA INI HANYA INDONESIA YG MELAKUKAN PEMROSESAN PIROLISIS DENGAN METODE DIATAS 🇮🇩🇮🇩🇮🇩