Waktu kita mencari perusahaan yang bagus buat berinvestasi, kita maunya ROIC di atas cost of capital dan ROE nya di atas cost of equity, beserta valuasinya menarik, agar tercipta value lebih.
Nah, sama juga kalau portofolio kita diibaratkan sebagai sebuah perusahaan keuangan, kita maunya portofolio kita ROE nya juga di atas cost of equity, supaya dari waktu ke waktu ada peningkatan value dan grow.
Jadi kalau ada investor yang puas di ROE 8% setahun, sementara opportunity cost of equity ada di 12%, maka sebenarnya portofolio dia kalau di go-public kan, PBV di marketnya akan jadi nol koma alias terdiskon.
Makin dia top-up, makin rusak value portofolionya. Tapi kalimat pembelaannya biasanya gini:
"Yang penting cuan itu bukan persen, tapi rupiahnya."
Benarkah demikian?
$TOTL $SMSM $CITA