#10 Saat Tenang Menjadi Keunggulan Kompetitif

Saya baru benar-benar merasakan makna ketenangan setelah melewati cukup banyak fase panik di pasar. Ada masa ketika setiap orang terlihat sibuk—berdebat soal arah harga, berebut masuk, berebut keluar. Saya ikut larut di dalamnya, merasa harus selalu cepat agar tidak tertinggal. Tapi hasilnya justru melelahkan. Keputusan diambil tergesa, pikiran penuh kebisingan, dan fokus mudah goyah. Di tengah keramaian itu, saya tidak merasa unggul—saya justru terseret arus.

Perubahan datang bukan karena saya menjadi lebih pintar, melainkan karena saya mulai lebih tenang. Saya berhenti bereaksi pada setiap kabar dan mulai memberi ruang untuk berpikir. Saat pasar bergejolak, saya memilih memperlambat langkah. Anehnya, justru di saat itulah keputusan saya menjadi lebih jernih. Saya tidak lagi ikut lomba siapa paling cepat, tapi mulai menyadari bahwa keunggulan tidak selalu datang dari kecepatan—sering kali ia lahir dari ketenangan.

Ketenangan memberi saya jarak dari emosi kolektif. Ketika banyak orang panik, saya bisa melihat peluang tanpa terburu-buru. Ketika euforia meluap, saya bisa menahan diri tanpa takut ketinggalan. Bukan karena saya kebal emosi, tapi karena saya memberi waktu bagi logika untuk bekerja. Di pasar yang penuh reaksi spontan, kemampuan untuk tetap tenang menjadi pembeda yang nyata—bukan diukur dari seberapa sering bertindak, tapi dari seberapa tepat saat akhirnya bertindak.

Hari ini, saya percaya bahwa ketenangan adalah keunggulan kompetitif yang jarang disadari. Ia tidak terlihat di grafik, tidak bisa dipamerkan, dan sering dianggap pasif. Padahal, ketenangan adalah fondasi dari konsistensi. Di pasar yang ribut, mereka yang mampu menjaga ketenangan sering kali melangkah lebih jauh—bukan karena mereka selalu benar, tetapi karena mereka tidak menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak perlu.

$IHSG $DMAS $JRPT

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy