imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LIVE Berdasarkan data laporan keuangan KeyStats yang tersedia saat ini sampai Q3 2025 berikut adalah analisis fundamental mendalam.


​1. Analisis Laporan Laba Rugi (Income Statement) & Pertumbuhan

Revenue (TTM) 282 B Skala pendapatan masif, namun Annual YoY Growth (-2.68%) menunjukkan stagnasi/saturasi pasar.

Net Income (TTM) 16 B Bottom line tergerus signifikan. Penurunan kuartalan (YoY) sebesar -67.04% mengindikasikan efisiensi operasional yang memburuk atau lonjakan beban.

EPS (TTM) 3.51 Terjadi dilusi profitabilitas per saham secara tajam dibandingkan 2024 (5.88).

GPM (Quarter) 45.96% Gross Margin masih sehat, menunjukkan produk memiliki pricing power atau moat yang kuat di level produksi.

NPM (Quarter) 0.98% Kritikal. Selisih antara GPM dan NPM yang sangat lebar (45% vs 0.9%) menunjukkan beban operasional (OPEX) atau bunga utang yang sangat mencekik.

2. Analisis Neraca (Balance Sheet) & Solvabilitas

​Likuiditas: Current Ratio 2.63x dan Quick Ratio 1.54x menunjukkan posisi likuiditas jangka pendek yang sangat aman. Perusahaan mampu menutupi kewajiban lancar tanpa kendala.

​Struktur Modal: Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0.51x adalah angka yang konservatif dan sehat. Risiko kebangkrutan akibat utang sangat rendah.

​Kualitas Aset: Total Equity 340 B terhadap Total Liabilities 197 B mencerminkan struktur modal yang didominasi modal sendiri (ekuitas).

​3. Analisis Arus Kas (Cash Flow)
​Red Flag Alert: > Cash From Operations (TTM): (47 B) — Negatif. Ini adalah tanda bahaya utama. Perusahaan membakar kas dalam aktivitas inti bisnisnya.

​Free Cash Flow (TTM): (60 B) — Perusahaan tidak menghasilkan uang tunai sisa setelah belanja modal. Hal ini menjelaskan mengapa tidak ada dividen yang dibayarkan.


​4. Perhitungan Harga Wajar (Valuation)
​Data Input:
​Harga Saat Ini Rp. 226
​EPS (TTM): 3.51
​EPS (Annualized): 2.99
​Book Value Per Share (BVPS): 73.97
​Growth (G) Estimasi: 5% (Konservatif, mengingat data historis sedang turun)
​AAA Corporate Bond Yield (Asumsi): 4.5%



​A. Metode Benjamin Graham (Revised)
​Rumus: (EPS x (8.5 + 2G) x 4.4) / Y
​EPS = 3.51
​Base P/E = 8.5
​2 x Growth (5) = 10
​3.51 x (8.5 + 10) = 64.93
​64.93 x 4.4 (Faktor Pengali Graham) = 285.7
​285.7 / 4.5 (Yield Obligasi) = Rp.63.49



​B. Metode Peter Lynch (Fair Value)
​Rumus: Growth \times EPS (Lynch menggunakan PEG ratio 1 sebagai wajar)
​Growth Rate = 5
​EPS = 3.51
​Harga Wajar = 5 x 3.51 =Rp. 17.55

(Catatan: Metode Lynch menghukum emiten dengan pertumbuhan rendah namun P/E tinggi)



​C. Metode P/E Standar (Historical/Industry Mean)
​Menggunakan asumsi P/E wajar industri sebesar 15x (rata-rata pasar).
​EPS (TTM) = 3.51
​P/E Wajar = 15
​Harga Wajar = 3.51 x 15 = 52.65
​D. Metode Book Value (Metode Biasa/PBV Standard)
​Rumus: BVPS x PBV (Asumsi PBV wajar 1.5x untuk perusahaan dengan ROE rendah)
​BVPS = 73.97
​Target PBV = 1.5
​Harga Wajar = 73.97 x 1.5 = Rp.110.95


​Ringkasan Valuasi & Kesimpulan
Metode Harga Wajar
Graham : 63.49
Peter Lynch : 17.55
P/E Standar : 52.65
PBV (Biasa) : 110.95
HARGA SAAT INI 226.30

Analisis Akhir: Saham ini terindikasi Overvalued (Sangat Mahal) secara fundamental. P/E Ratio sebesar 64.47x tidak didukung oleh pertumbuhan (Growth justru negatif). Terlebih lagi, Free Cash Flow yang negatif menunjukkan risiko operasional yang tinggi. Harga pasar saat ini jauh di atas semua estimasi harga wajar.


Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy