$BSML Berikut adalah analisis fundamental mendalam untuk BSML berdasarkan data laporan keuangan yang tersedia di keystats saat ini. (TTM Q3 2025).
Analisis Fundamental BSML:
1. Bedah Kinerja Laba-Rugi (Income Statement)
Revenue (TTM) 114 B: Pendapatan mengalami kontraksi tajam. Jika dibandingkan secara Year-on-Year (YoY), pertumbuhan pendapatan kuartalan anjlok -77.65%.
Ini mengindikasikan hilangnya kontrak utama atau penurunan volume angkut secara masif.
Gross Profit Margin (GPM) 22.98% & Operating Profit Margin (OPM) 19.92%: Secara operasional, margin sebenarnya masih cukup sehat untuk sektor pelayaran. Namun, Net Profit Margin (NPM) hanya 1.42%. Jurang lebar antara OPM dan NPM menunjukkan adanya beban non-operasional yang sangat besar (seperti beban bunga atau pajak) yang menggerus laba bersih hingga tersisa ampas.
Net Income (TTM) 4 B: Laba bersih turun drastis dari 8 B di periode sebelumnya. Penurunan EPS dari 4.51 (2024) menjadi 1.98 (TTM 2025) adalah sinyal red flag bagi investor growth.(Menurut opini saya).
2. Struktur Neraca & Solvabilitas (Balance Sheet)
Cash (Quarter) 0 B: Angka ini sangat mengkhawatirkan. Perusahaan tidak memegang cadangan kas liquid yang cukup di akhir kuartal. (Menurut data keystats 0B)
Current Ratio 1.09 & Quick Ratio 1.01: Likuiditas sangat ketat. Perusahaan hanya memiliki aset lancar yang pas-pasan untuk menutupi kewajiban jangka pendek. Tanpa kas, operasional sangat bergantung pada penagihan piutang (AR).
Debt to Equity Ratio (DER) 0.23: Secara struktur modal, leverage sebenarnya rendah. Namun, rendahnya hutang tidak menolong jika operasional tidak menghasilkan kas.
3. Analisis Arus Kas (Cash Flow) - Titik Lemah Utama
Cash From Operations (CFO) (14 B): Angka negatif menunjukkan operasional perusahaan "membakar" uang. Perusahaan merugi secara tunai meskipun di laporan laba-rugi tercatat profit (akibat pencatatan akrual).
Free Cash Flow (FCF) (12 B): FCF negatif berarti perusahaan tidak memiliki kelebihan uang untuk ekspansi, bayar hutang, apalagi dividen.Valuasi berdasarkan Discounted Cash Flow dipastikan akan buruk.
(menurut pendapat saya)
Valuasi Harga Wajar (Fair Value)
Berdasarkan harga pasar saat ini harga berada di kisaran Rp268.
berikut adalah perhitungannya:
Metode 1: Benjamin Graham Formula (Revised)
Menggunakan formula V = EPS x (8.5 + 2g), dengan estimasi pertumbuhan (g) konservatif 0% karena tren menurun.
1.98 x 8.5 = Rp.16.83
Metode 2: Graham Number (Defensive Investor)
Menggunakan Formula:
√22.5 x Eps x BVPS
•22.5 X 1.98. X 70.89 =√3158 = rp.56.19
Metode 3: Peter Lynch Fair Value
Lynch menggunakan korelasi antara pertumbuhan laba dengan P/E Ratio. Dengan Net Income Growth yang negatif (-51.15%), perusahaan ini masuk kategori Distressed atau Sluggard.(Menurut pendapat saya)
P/E Ratio saat ini adalah 135.19x.
Bagi Lynch, harga wajar perusahaan dengan pertumbuhan melambat seharusnya memiliki P/E yang setara dengan tingkat pertumbuhannya. Jika g negatif, maka nilai intrinsiknya sangat rendah di bawah nilai buku.
Target Price: < Rp70 (Book Value).
Metode 4: Price to Book Value (PBV) Standard
Rata-rata PBV industri pelayaran logistik berada di kisaran 0.8x - 1.2x.
PBV saat ini: 3.78x.
Harga Wajar (PBV 1x): Rp70.89.
Kesimpulan Analisis
BSML saat ini diperdagangkan dengan premi yang sangat mahal (P/E 135x) di tengah kinerja keuangan yang sedang memburuk secara eksponensial.(Opini saya)
Penurunan pendapatan sebesar 77% dan CFO yang negatif menunjukkan risiko kelangsungan usaha jika tidak ada suntikan modal atau kontrak baru dalam waktu dekat.
(Menurut opini saya).
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.
1/2

