1. Data MPOB (Malaysian Palm Oil Board)
Per laporan terbaru (Februari 2026) dan tinjauan tahun 2025:
Produksi: Produksi CPO Malaysia tahun 2025 mencapai rekor bersejarah sebesar 20,28 juta ton. Namun, untuk tahun 2026, produksi diperkirakan melambat ke kisaran 19,5 โ 19,8 juta ton karena siklus pohon beristirahat (tree-resting cycle).
Stok: Inventori per Januari 2026 diperkirakan menurun akibat ekspor yang kuat dan perlambatan produksi musiman. Sebagai perbandingan, stok akhir tahun 2025 tercatat sebesar 3,05 juta ton.
Ekspor: Ekspor tahun 2026 diproyeksikan meningkat ke 15,8 โ 16,8 juta ton, naik dari realisasi 2025 sebesar 15,26 juta ton yang sempat tertekan persaingan dari Indonesia.
2. Data POC (Palm Oil Futures/Berjangka)
Harga kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) per 9 Februari 2026:
Harga Terkini: Diperdagangkan di kisaran 4.164 โ 4.172 MYR/MT.
Tren: Harga mengalami penguatan tipis sekitar 0,26% - 0,46% hari ini, didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing (minyak kedelai) di bursa Chicago dan Dalian.
Sentimen Pasar: Pasar sedang bersiap menyambut rilis data resmi bulanan MPOB yang dijadwalkan pada 10 Februari 2026.
3. Perbandingan Indonesia (GAPKI/Pemerintah)
Produksi RI: Tahun 2025 diproyeksikan mencapai 53,6 juta ton.
Konsumsi Domestik: Terus meningkat tajam seiring kebijakan B40 yang menyerap sekitar 14 juta ton CPO di tahun 2025.
Harga Referensi (HR): Pemerintah RI menetapkan HR CPO Januari 2025 sebesar US$ 1.059,54/MT.
$DSNG $TAPG $SIMP๐ด๐ด๐๐๐๐๐๐
