imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Banyak Sentimen Negatif Datang!!! Apa yang Perlu Kita Lakukan?

Dalam dua minggu kemarin IHSG jatuh seperti crash yang turun hampir 14%, artinya banyak saham Indonesia yang turun, dan menyeret portfolio saham kita juga, lalu apa yang bisa kita lakukan dengan kondisi ini?

Pemicu penurunan IHSG berawal dari MSCI yang mengumumkan akan melakukan penghentian sementara pembobotan saham Indonesia karena masalah transparansi kepemilikan saham dan indikasi pola perdagangan tidak wajar, serta perbaikan data BEI dinilai belum memadai. Hal ini membuat investor berpikir apakah pasar saham Indonesia akan turun menjadi frontier market dari sebelumnya emerging marget.

Ditambah dengan Goldman Sachs yang memperparah keadaan, dimana menurunkan rekomendasi saham Indonesia dari netral menjadi underweight, alias kurangi porsi. Membuat tekanan jual menjadi lebih tinggi.

Yang terbaru ada Moody鈥檚 Rating yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, alasannya karena ketidakpastian kebijakan fiskal & tata kelola pemerintahan baru, serta sorotan khusus pada Danantara soal pemisahan fungsi APBN dengan investasi komersial.

Disini ada dua jenis risiko yang harus dipahami, yang pertama ada risiko pasar dan risiko fundamental. Ketika terjadi sentimen negatif maka itu bisa membuat harga saham turun sebagus apapun fundamentalnya, akan tetapi dalam jangka panjang ketika sentimen negatif mulai hilang maka harga saham akan kembali ke fundamental asli-nya.

Risiko pasar ini seperti sentimen negatif tersebut, sedangkan risiko fundamental terkait dengan kinerja fundamental perusahaan.

Ketika sentimen negatif datang, maka saham yang kita pilih sebagus apapun fundamental-nya bisa turun juga, termasuk kinerja The Investor Portfolio, dimana posisi akhir Januari 2026 mencatat -4,98%, kemudian IHSG terjadi penurunan mencapai -3,67%, dan LQ45 -1,54%.

Apakah kinerja portfolio ini kurang bagus? jawabannya belum tentu, karena memang fokusnya untuk invest jangka panjang, jadi yang dihitung satu tahun ke depan.

Secara histori kinerja The Investor Portfolio di tahun-tahun tertentu memang sempat minus juga pada awal tahun, tapi pada pertengahan hingga akhir tahun bisa kembali bertumbuh, sehingga sejak tahun 2020 bisa selalu mengalahkan market.

Bahkan secara compounding dari tahun 2020 hingga 2025 bisa tumbuh 241% dibandingkan IHSG yang tumbuh mencapai 37,3%.

Lalu hal apa yang bisa kita lakukan saat ini?

Penurunan saham saat ini disebabkan karena risiko pasar atau sentimen negatif saja, hal pertama yang bisa dilakukan adalah miliki mindset investasi jangka panjang, terutama yang tidak punya waktu mantau market tiap hari.

Kemudian yang kedua review kembali fundamental perusahaan, apakah sesuai dengan yang kita harapkan, jika masih bagus dan sesuai harapan sebelumnya, maka bisa kita abaikan sentimen negatif yang terjadi. Karena ketika fundamental masih bagus, maka ada potensi harga sahamnya naik lagi.

Jika ingin melakukan averaging down, perlu dilihat lagi porsi saham di portfolio tersebut, jika porsinya sudah terlalu besar, maka tidak perlu melakukan averaging down. Karena jika terkonsentrasi di satu saham saja, dan ada risiko fundamental yang tidak bisa dihindari, maka skenario kenaikan harga saham berubah, ini bisa membuat portfolio saham jatuh.

Kalaupun sudah tidak punya cash, maka ya sudah hold saja saham yang sudah ada, menunggu sampai market mengapresiasi.

Portfolio sahammu masih merah gak saat ini?

馃憠聽Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.

Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

$BBRI $BBCA $IHSG

Read more...

1/4

testestestes
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy