Tidak Semua Tambang Emas Itu Sama
Saham tambang emas di Indonesia itu punya karakteristik yang berbeda-beda. Yang bikin banyak investor salah baca, mereka menganggap semua emiten emas itu mesin uang yang sama. Padahal ada yang emasnya benar-benar core, ada yang emasnya ikut menempel di tembaga, ada yang tambangnya belum produksi, ada juga yang tidak punya tambang sama sekali tapi tetap ikut ekosistem emas. Begitu investor campur-aduk semua ini, valuasi jadi kelihatan murah padahal risikonya besar, atau kelihatan mahal padahal kualitas asetnya tinggi. Kuncinya bukan cuma harga emas, tapi fase proyek, jenis izin, luas wilayah, dan posisi di rantai nilai. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau dilihat dari status operasional per September 2025, tujuh entitas sudah menghasilkan revenue dari emas, yaitu ANTM, ARCI, AMMN, $UNTR lewat PTAR, BRMS lewat CPM, $MDKA lewat Tujuh Bukit, dan PSAB lewat JRBM serta Penjom. Dua sisanya beda dunia, $INDY masih development stage di Awakmas jadi belum ada produksi komersial, sementara HRTA tidak punya tambang dan hidup dari hilir manufaktur serta perdagangan emas. Artinya, pembacaan risiko juga beda, yang sudah produksi biasanya fokus ke stabilitas produksi, biaya, dan umur tambang, sedangkan yang belum produksi fokusnya pembiayaan capex, perizinan, konstruksi, serta timeline start produksi. HRTA fokusnya spread margin, pasokan bahan baku, dan kemampuan mengamankan suplai dari penambang.
Dari sisi izin, yang paling dominan masih Kontrak Karya, contohnya MSM, TTN, Agincourt, CPM, Gorontalo Minerals, dan JRBM. IUP Operasi Produksi muncul di ANTAM Pongkor dan Bumi Suksesindo Tujuh Bukit, sedangkan IUPK sudah dipakai Amman di Batu Hijau. Polanya terlihat, aset besar yang historis banyak lahir dari Kontrak Karya, lalu arah kebijakan sekarang mendorong transisi atau kelanjutan operasi lewat IUPK. Ini penting karena investor biasanya mematok risiko legal dan keberlanjutan operasi dari bentuk izin, padahal yang lebih menentukan adalah kepatuhan kewajiban, rencana pengembangan, dan kesanggupan memenuhi tuntutan hilirisasi serta lingkungan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Secara statistik luas wilayah, gap-nya tidak kecil, ini jurang. Agincourt 130.252 Ha lumayan besar, CPM 85.180 Ha nomor dua, lalu JRBM 38.150 Ha, TTN 30.848 Ha, Gorontalo Minerals 24.995 Ha, MSM 8.969 Ha, dan ANTAM Pongkor 6.047 Ha. Dua teratas saja sudah menguasai sekitar dua-pertiga dari total luas yang disebutkan. Konsekuensinya sederhana, ruang eksplorasi, opsi perluasan cadangan, dan fleksibilitas rencana jangka panjang cenderung lebih lebar pada konsesi raksasa dibanding konsesi kecil, meski konsesi kecil tetap bisa sangat profitable kalau grade tinggi dan infrastrukturnya sudah matang.
Ada 3 hal yang bisa kita lihat dari Revenue tambang emas di Indonesia.
Pertama, mata uangnya campur, rupiah dan dolar, jadi tidak apple-to-apple.
Kedua, sebagian angka adalah penjualan emas saja, sebagian angka gabungan emas-perak-tembaga, jadi pembandingnya harus satu rumpun.
Ketiga, revenue besar tidak otomatis laba besar karena struktur biaya tambang porfiri tembaga-emas beda dengan tambang emas murni.
Meski begitu, pola besarnya tetap kebaca, ANTAM menonjol dengan penjualan emas Rp58,67 triliun, UNTR lewat PTAR mencatat Rp10,31 triliun, MDKA mencatat US$1,28 miliar gabungan dan segmen Tujuh Bukit US$281,37 juta, ARCI US$328,70 juta, PSAB US$221,59 juta, BRMS US$178,50 juta, dan AMMN refined gold US$154,74 juta plus emas dalam konsentrat US$1,72 juta.
โ
Sudah menghasilkan revenue
๐ช ANTAM punya tambang Pongkor dan Cibaliung, penjualan emas Rp58,67 triliun
๐๏ธ MDKA Tujuh Bukit, revenue segmen US$281,37 juta, revenue gabungan US$1,28 miliar
๐งช AMMN Batu Hijau, refined gold US$154,74 juta, emas dalam konsentrat US$1,72 juta
๐๏ธ UNTR lewat PTAR Martabe, Rp10,31 triliun, pendapatan bersih PTAR Rp8,93 triliun
โ๏ธ BRMS lewat CPM Poboya, US$178,50 juta
๐ฅ PSAB lewat JRBM dan Penjom, US$221,59 juta
๐ ARCI lewat MSM dan TTN, US$328,70 juta
๐ฐ๏ธ Belum menghasilkan dari tambang emas utama
๐ง INDY Awakmas masih development stage, revenue saat ini dominan energi, segmen mineral ditopang trading nikel
๐งฟ Tidak punya tambang emas
๐ญ HRTA fokus hilir manufaktur dan perdagangan, suplai lewat pembelian pihak ketiga termasuk kerja sama dengan CPM dan PTAR
๐ Izin tambang emas
๐ Kontrak Karya
๐งญ MSM 8.969 Ha
๐งญ TTN 30.848 Ha
๐งญ Agincourt 130.252 Ha
๐งญ CPM 85.180 Ha
๐งญ Gorontalo Minerals 24.995 Ha
๐งญ JRBM 38.150 Ha
๐งพ IUP Operasi Produksi
๐จ ANTAM Pongkor 6.047 Ha
๐ฉ Bumi Suksesindo Tujuh Bukit lokasi Banyuwangi
๐๏ธ IUPK Operasi Produksi
๐ฆ AMNT Batu Hijau mengelola blok Batu Hijau dan prospek Elang
๐ Luas
๐๏ธ Agincourt 130.252 Ha
โ๏ธ CPM 85.180 Ha
๐จ JRBM 38.150 Ha
๐ TTN 30.848 Ha
๐งฒ Gorontalo Minerals 24.995 Ha
๐งญ MSM 8.969 Ha
๐ช ANTAM Pongkor 6.047 Ha
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐งช Campuran mineral yang mengubah profil bisnis
๐ช Emas-perak dominan
๐ ARCI MSM dan TTN
๐๏ธ Agincourt
๐จ JRBM
๐งฑ Emas ikut tembaga
๐ฆ AMNT Batu Hijau tembaga dan perak
โ๏ธ CPM perak dan tembaga
๐ฉ Tujuh Bukit tembaga dan perak
๐งฒ Gorontalo Minerals tembaga, perak, timah hitam, seng
๐ญ Hilirisasi dan pemurnian
๐งฑ AMIN selesai pabrik pemurnian logam mulia, output emas dan perak batangan
๐ช ANTAM punya UBPP Logam Mulia untuk pengolahan dan pemurnian
๐ก๏ธ Cara menghadapi volatilitas harga
๐ฏ ARCI jual spot tanpa kontrak forward
๐งฏ MDKA pakai hedging untuk sebagian produksi
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU