Dalam pasar saham, bagi saya melindungi modal adalah prioritas nomor satu, jauh di atas sekadar mengejar keuntungan. Tanpa pertahanan yang kuat, profit sebesar apa pun bisa hilang dalam sekejap saat arah angin berubah.
Itulah mengapa saya sempat menawarkan cara memprediksi kapan "berita buruk" akan muncul—seperti peristiwa MSCI, jatuhnya harga emas (XAU), dan Bitcoin kemarin—secara gratis kepada beberapa rekan. Namun, tidak ada respon yang kembali. Saya anggap itu lumrah karena mereka memang tidak mengenal siapa saya.
Saya jadi berpikir, apakah kemampuan memetakan kapan market akan bull atau crash sudah menjadi hal umum di level ritel? Mengapa niat saya untuk sekadar berkenalan dan berbagi navigasi risiko ini tidak mendapat tempat? Padahal, pemahaman yang ingin saya bagikan ini biasanya hanya menjadi konsumsi pihak-pihak tertentu di balik layar.
Sebagai bonus bagi rekan-rekan yang sudah membaca thread ini, saya berikan satu saran navigasi sebagai ucapan terima kasih:
Mulailah kurangi risiko setelah pertengahan Maret dan perbanyaklah posisi kas di portofolio Anda.
Saya tidak akan memberikan alasan detail atau tanggal spesifiknya, itu rahasia dapur.
Dan jika berkenan saya meminta sebuah tombol like sebagai balasan supaya saya bisa tahu apakah informasi yang sifatnya menjaga aset seperti ini masih memiliki nilai di mata Anda. Atau memang pasar lebih suka stockpick dan bandarmology.
$IHSG $XAU $BTC