Ya

Saya lebih suka nongkrong di LinkedIn daripada medsos. Ya, paling tidak saya dibacotin/disuguhin konten sama orang yang kompeten. Saya suka nemu tulisan yang sama sekali tak sesuai dengan pemikiran saya dalam suatu konteks/tema/trending.

Tapi.... mostly penghuni LinkedIn track recordnya jelas. Background edukasinya terpampang.

Ya kali gue belajar Batu bara dari Influencer cantik dan berbody sexy. Belajar kelapa sawit dari Kelas berbayar yang tak pernah pegang daun sawit. Itu lucu2an saja buatku.


Pagi ini saya baca di platform tsb seperti biasanya.
The thing is, saya sekilas melihat postingan kameramen mencari pekerjaan. Postingan biasa diawal, namun setelah klik kolom komentar, isinya adalah orang-orang yg dulunya berprofesi sama yang sama2 mencari pekerjaan. Semua berkeluh dan berharap segera dapat kerja. Wih, makin diem kalo liat pencapaian & pengalaman kerjanya.


See,
1. downgrade kelas formal worker ke informal. Downgrade dari kelas menengah menjadi Aspiring Midle class (Chatib Basri.)
2. perkembangan teknologi. Ai sudah banyak meringkas pekerjaan rutin, Langsung di otomasi aja.


Well, gw ga nge judge.
Semoga mereka & kita mendapat apapun yang layak untuk kita dapatkan.


$BBCA $BREN

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy