$IHSG mau yang nggak overprice? Cenderung undervalued?
Energi (Minyak dan Gas)
1. ENRG : (PBV 0.45-0.71x | PER 4.77-13.5x)
Kelemahan :
- Historis kinerja kurang konsisten (pendapatan & laba fluktuatif, pernah rugi berturut-turut di 5 tahun terakhir, akumulasi defisit besar ~US$400 juta).
- Sangat bergantung harga minyak/gas (fluktuasi Brent ~US$56-58/barel di 2026 bisa tekan margin).
- Risiko transisi energi jangka panjang (minyak bumi kurang diminati investor ESG).
Grup Bakrie → sentimen negatif dari isu korporasi lama.
- Alasan undervalued: Pasar ragu growth sustain (meski ada discovery baru & capex ekspansi), jadi PBV ~0.5-0.7x & PER ~5-13x terasa "murah tapi risky". Cocok value investor sabar, tapi bukan momentum play.
2. MEDC : (PBV/PER : PBV 0.84-1.53x | PER 10.7-23x)
Kelemahan :
- Laba anjlok tajam belakangan (turun 68-81% di 2025 karena harga minyak rendah, rugi dari associate seperti AMMN, bisnis migas lesu).
- Volatilitas tinggi (produksi naik tapi earnings volatile karena eksposur internasional & komoditas).
- Risiko akuisisi (misal Fortuna) kalau nggak langsung boost profit.
- Alasan undervalued: PBV ~0.8-1.5x terlihat murah, tapi pasar diskon karena track record laba turun & risiko eksternal (geopolitik, harga komoditas). Target produksi agresif 2026 bagus, tapi belum priced in penuh.
Property/ Perhotelan
1. PWON : ( PBV/PER/RNAV : PBV ~0.8-1.0x | PER ~8-10x | RNAV : -30-40%)
Kelemahan :
- Marketing sales turun di segmen residensial (lesu daya beli menengah-bawah, oversupply apartemen).
- Volatilitas tinggi (saham sering naik tajam gara-gara rumor/spekulasi seperti "next PANI" atau komentar influencer, lalu koreksi).
- Recurring income dari mall bagus, tapi sensitif ekonomi (okupansi tinggi tapi daya tawar sewa terbatas).
- Alasan undervalued: PBV ~0.8-1.0x & PER ~8-10x karena recurring stabil, tapi pasar ragu growth karena sektor properti lambat & sentimen politik/rumor bikin volatile.
2. BSDE (PBV/PER/RNAV: PBV ~0.5-0.7x | PER ~5-7x | RNAV discount >50% )
Kelemahan :
- Laba anjlok drastis (turun 49-50% di 2025 karena real estat lesu, beban akuisisi & proyek tol).
- Bergantung penjualan lahan/klaster (kalau ekonomi lambat, marketing sales stagnan).
- Risiko suku bunga & biaya konstruksi naik.
Alasan undervalued: PBV ~0.5-0.7x (diskon RNAV >50% dari land bank besar), hidden value tinggi, tapi pasar diskon karena earnings jangka pendek lemah & sektor properti tak bergairah.
Selalu ada alasan kenapa pasar tidak memberikan harga mahal pada suatu produk. Sama2 jam tangan, mesinnya sama, materialnya sama, tapi kenapa Rolex/ RM lebih mahal? Overvalued gitu? Overprice? Yang sok fundamentalis jangan2 juga pakai Rolex/RM? Rolex/RM jam tangan gorengan gitu? 😅
Tapi bang…beda bang…sama2 tas kulit kenapa Hermes terus harganya bisa ratusan juta? Rebusan dia?
Hidup itu pilihan, setiap pilihan ada konsekuensinya $BUVA $RAJA