ONE FOR ALL or ALL FOR ONE?

Tulisan ini semata-mata berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi Saya saja. Sebuah katalis, narasi ataupun sentimen pada sebuah saham, grup dan afiliasi ataupun sektor dapat menyeret saham-saham lainnya yang diidentifikasi pelaku pasar memiliki keterkaitan, meski belum tentu terkait.

Sebuah berita dapat memberikan efek domino ke banyak saham. Ini bukan cerita MSCI yang dianggap berpengaruh besar pada guncangan di IHSG beberapa Minggu terakhir. Ini cerita yang mirip-mirip, tapi dalam skala yang lebih terisolir pada sejumlah sektor atau grup dan afiliasinya.

EFEK SEKTORAL
Ini sudah umum diketahui. Ketika sebuah sektor menemukan momentumnya, orang tidak lagi berpikir perusahaan mana yang paling bagus kinerjanya, "pokoknya" satu sektor ikutan berpesta.

Ketika harga emas naik tinggi, semua saham emas naik, gak peduli perusahaannya sangat bagus, cukup bagus, atau sebenarnya kurang bagus. Semua ikut balapan. Makanya dulu kita sering melihat arena balap saham-saham emas. Begitu juga ketika harga nikel dan CPO naik tahun lalu, semua pesta pora berhari-hari.

Atau ada juga efek domino pemberitaan Danantara yang hendak berinvestasi pada sektor WTE, saham-saham seperti OASA, MHKI, TOBA, dll ikutan meroket. Termasuk berita di dunia tekstil dan regulasi terkait ekuitas minimum perusahaan asuransi dan bank "mini".

Menjelang akhir tahun ada katalis dari harga aluminium, semua yang berkaitan dengan aluminium ikutan pesta, tidak hanya $ADMR yang bahkan tungkunya saja baru mulai dinyalakan, saham-saham seperti INAI dan ALKA juga ikutan tersengat.

Minggu ini ada berita harga COAL naik, kalau beneran katalisnya jalan nantinya, bukan hanya perusahaan ternama seperti ITMG AADI PTBA yang akan ikutan naik harga, bahkan perusahaan yang net income-nya merosot bahkan merugi seperti $KKGI pun bisa ikutan naik. Itu kalau beneran katalis ini mampu meredam aura negatif IHSG yang sedang dalam puncak maximum fear-nya.

EFEK GRUP & AFILIASI
Ketika berita terkait saham $PADI ramai seminggu terakhir, nama pengendali saham-saham lainnya pun banyak dikait-kaitkan. Beberapa saham seperti MINA dan BUVA sudah memberikan tanggapan dan bantahan keterkaitannya dengan pemberitaan yang sedang panas ini. Saya tidak tau pasti, apakah berita ini juga turut mempengaruhi ambrolnya harga RAJA dan RATU seminggu terakhir, ataukah ambrolnya harga saham itu hanya bagian dari koreksi ambrolnya IHSG secara umum.

Hal yang mirip pernah terjadi tahun lalu ketika pemberitaan terkait polemik diskon harga solar industri menerpa GROUP ADARO/ALAMTRI. Atau kasus "pagar laut" yang menerpa PANI hingga berefek ke CBDK dan perusahaan terafiliasi lainnya. Termasuk kisah dramatis ARB-nya UNTR ketika berita Tambang Martabe dicabut izin operasional dan hendak diambil alih oleh perusahaan plat merah. Semua saham segrup atau terafiliasi ikutan terjun bebas.

Jadi kalau hari ini sebuah grup atau yang terafiliasi terimbas berita negatif, besok lusa bisa menimpa yang lain. Investor ritel harus bisa jernih melihat ini. Tidak ada jaminan bahwa saham yang ambrol akan rebound ke harga sebelum ambrolnya. Tapi dari beberapa kasus-kasus tertentu di masa lalu, tidak sedikit yang akhirnya bisa rebound bahkan naik lebih tinggi dari harga sebelumnya.

"Selalu bijak berinvestasi,
ini bukan ajakan jual beli saham."

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy