imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Waktu market lagi bubble, mitos yang paling sering dijadikan mantra adalah: saham fundamental, neraca sehat, harga wajar, terlalu muluk-muluk kalau berekspektasi return di atas obligasi. Sedangkan sekelompok saham afiliasi tertentu yang konsisten menukar utang dengan saham, dan arus kas bebas negatif, memiliki expected CAGR 60-400%

Lalu setelah bubble IHSG mulai menunjukkan keretakan, para centang hijau kicep selain bermantra, "cash is king," kemudian para pembuat konten fundamental, terutama dividend dan value investing mulai kebagian panggung, mitos lain mulai menjadi mantra: saham-saham fundamental dan value yang memiliki kebijakan dividen rutin, sekarang harganya sudah ketinggian

Faktanya? Yang waras aja... dari mana biasanya sumber dividen? Dari mana biasanya nilai intrinsik dihitung? Keduanya sama: arus kas. That simple

Jauh sebelum bubble IHSG serapuh sekarang, jauh sebelum saya suka journaling tentang 1001 jurus analisis, saya lebih suka journaling tentang dua topik:

1. Kalau modal masih kecil, solusinya BUKAN mengambil high beta dengan uncompensated risk, apapun narasinya. Modal masih kecil ya solusinya investasi leher ke atas dan fokus 'nguli' di dunia nyata. Hasilnya ditabung ke saham. Jangan dibalik, pertumbuhan dunia nyata stagnan, lalu menjadikan saham sebagai get rich quick scheme instan

2. Target pribadi saya BUKAN CAGR porto mengalahkan rate tertentu, melainkan pertumbuhan SAVING RATE saya harus mengalahkan CAGR porto saya sendiri. Kenapa? Ini indikator apakah saya lebih fokus bertumbuh di dunia nyata, atau lebih fokus di kinerja jangka pendek market

Jadi apa yang bikin saya survive saat bubble IHSG pecah, BUKAN karena porto saya isinya saham defensif berdividen jumbo semua, melainkan karena saving rate yang konsisten bertumbuh artinya saya SELALU punya dry powder. Persetan semesta mau bilang, "masih bisa turun lagi," karena saat itu tiba, saya sudah punya dry powder lagi

Influencers centang ijo yang sedang pivot dari konten-konten bertema stockpick dan pamer historical return, menjadi ke konten-konten bertema 'cash is king' mungkin lupa, atau pura-pura lupa, bahwa cash is king TIDAK hanya berlaku untuk RDN. Untuk perusahaan yang kita beli, cash is king juga berlaku

Masa iya mereka dan followers mereka pada berebut exit demi mengamankan cash, tapi nggak tahu arus kas bebas dan yield arus kas bebas dari saham-saham mereka sebelum membeli? Coba dipikirkan secara logika

Yang waras aja lah:
- saving rate lebih penting daripada return market
- cash is king TIDAK hanya berlaku untuk RDN, yield arus kas bebas yang cukup kompetitif di tiap-tiap saham yang kita miliki juga sama pentingnya

That simple

Contoh kasus perusahaan-perusahaan dengan yield arus kas bebas jumbo, yang membuahkan dividen rutin + capital gain yang sustainable + runway pertumbuhan yang masih panjang tanpa butuh narasi influencers bak mimpi atau target harga 80 ribu. Nggak menjanjikan CAGR 60-400% memang, tapi konsistensinya sudah battle proven $IPCC $TOTL $ASGR JTPE dll.

Read more...

1/7

testestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy