Bank Swasta Lebih Efisien
Bank swasta itu biasanya lebih efisien ketimbang bank milik pemerintah. Ini fakta yang terlihat jelas di laporan keuangan 2025. Tapi yang menarik, data 2025 juga nunjukkin efisiensi itu bukan cuma soal status swasta vs BUMN, melainkan soal model bisnis dan disiplin biaya. Ada bank yang bisa tambah orang dan tambah kantor tapi produktivitasnya tetap naik, ini jarang. Ada juga bank yang mengurangi orang dan menutup kantor tapi produktivitasnya malah makin tajam, ini tanda eksekusi yang rapi. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau investor mau menguji efisiensi, cara paling sederhana bukan debat opini, tapi lihat 3 hal bareng-bareng. Pertama skala laba bersih, karena ini output final. Kedua produktivitas per karyawan dan per kantor, karena ini ukuran seberapa padat karya dan seberapa efektif jaringan. Ketiga arah perubahan 2024 ke 2025, karena bank yang benar-benar efisien biasanya bisa memperbaiki rasio sambil menjaga pertumbuhan laba. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi jumlah karyawan, pola besarnya jelas, hampir semua bank menurunkan headcount. PT Bank Central Asia Tbk ($BBCA) justru naik dari 27.844 menjadi 27.937 atau +0,33%. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ($BMRI) turun dari 38.898 ke 38.751 atau -0,38%. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ($BBNI) praktis stagnan turun 2 orang menjadi 27.201 atau -0,01%. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun dari 16.691 ke 16.274 atau -2,50%, dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) turun dari 6.506 ke 6.332 atau -2,67%. Artinya 2025 itu tahun efisiensi SDM, dengan BBCA jadi outlier yang tetap ekspansif.
Dari sisi kantor, ceritanya tidak selalu searah dengan SDM. BMRI menutup jaringan dari 2.192 ke 2.153 atau -1,78% dan BBNI turun dari 2.081 ke 2.074 atau -0,34%, ini konsisten dengan migrasi layanan ke digital. BBCA justru naik dari 1.266 ke 1.271 atau +0,40%, dan BRIS naik dari 1.039 ke 1.049 atau +0,96% meskipun SDM-nya turun. NISP paling agresif merapikan jaringan dari 206 ke 201 atau -2,43%. Interpretasinya, BRIS tampak sedang merapikan tenaga kerja tapi tetap memperluas titik layanan, kemungkinan fokusnya memperkuat coverage ritel syariah sambil memindahkan proses rutin ke kanal digital.
Sekarang ke output final laba bersih atribusi induk. BBCA mencetak 57.537.287 juta atau sekitar 57,54 T dengan growth +4,93%, sementara BMRI 56.293.950 juta atau sekitar 56,29 T dengan growth +0,92%. Gap laba dua raksasa ini tipis sekali, tapi arah pertumbuhannya berbeda, BBCA lebih bertenaga. BBNI turun ke 19.562.342 juta atau sekitar 19,56 T dengan growth -10,60%, ini jelas tekanan berat di 2025. BRIS 7.567.523 juta atau sekitar 7,57 T dengan growth +8,02%, ini growth tertinggi di kelompok ini walau basis labanya lebih kecil. NISP 5.057.473 juta atau sekitar 5,06 T dengan growth +3,92%, stabil dan rapi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau efisiensi jaringan yang dinilai, laba per kantor adalah tes yang lumayan tegas. BBCA menghasilkan 45.269,3 juta atau sekitar 45,27 miliar per kantor dan naik +4,51%, ini level yang jauh di atas yang lain. BMRI 26.146,7 juta atau sekitar 26,15 miliar per kantor dan naik +2,74%, masih kuat. NISP 25.161,6 juta atau sekitar 25,16 miliar per kantor dan naik +6,50%, ini menarik karena naik tajam sambil mengurangi kantor, artinya trimming dilakukan dengan selektif. BBNI jatuh ke 9.432,2 juta atau sekitar 9,43 miliar per kantor dan turun -10,30%, ini sinyal tekanan profit yang nyata. BRIS 7.214,0 juta atau sekitar 7,21 miliar per kantor dan naik +6,99%, masih rendah secara level tapi perbaikannya cepat.
Tes paling tajam untuk efisiensi operasional biasanya laba per karyawan. BBCA berada di 2.059,5 juta atau sekitar 2,06 miliar per karyawan dan naik +4,58%, ini standar tertinggi. BMRI 1.452,7 juta atau sekitar 1,45 miliar per karyawan dan naik +1,30%, efisien walau tipis. NISP 798,7 juta per karyawan dan naik +6,78%, progresnya bagus untuk bank yang lebih kecil. BBNI 719,2 juta per karyawan dan turun -10,59%, penurunan produktivitasnya nyaris sejajar dengan penurunan laba, jadi ini bukan sekadar isu headcount. BRIS 465,0 juta per karyawan dan naik +10,79%, growth produktivitas tercepat, tapi levelnya masih paling rendah sehingga ruang perbaikan masih besar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
โ
Bank swasta memang unggul efisiensi, terutama BBCA dan NISP.
๐งฑ Tapi BMRI menunjukkan BUMN bisa tetap efisien secara produktivitas, walau laju pertumbuhan labanya lambat.
๐ Perubahan 2024 ke 2025 yang paling terasa
๐ฅ SDM naik hanya BBCA +0,33%.
๐ฅ SDM turun terdalam NISP -2,67% dan BRIS -2,50%.
๐ข Kantor naik tertinggi BRIS +0,96%.
๐ข Kantor turun terdalam NISP -2,43% dan BMRI -1,78%.
๐ฐ Laba bersih 2025
๐ฅ BBCA 57,54 T, growth +4,93%.
๐ฅ BMRI 56,29 T, growth +0,92%.
๐ BBNI 19,56 T, growth -10,60%.
๐ BRIS 7,57 T, growth +8,02%.
๐งฉ NISP 5,06 T, growth +3,92%.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ข Produktivitas jaringan
๐ BBCA 45,27 miliar per kantor, growth +4,51%.
๐ช BMRI 26,15 miliar per kantor, growth +2,74%.
โ๏ธ NISP 25,16 miliar per kantor, growth +6,50% meski kantor turun.
โ ๏ธ BBNI 9,43 miliar per kantor, growth -10,30%.
๐ฑ BRIS 7,21 miliar per kantor, growth +6,99%.
๐ค Produktivitas SDM
๐ฅ BBCA 2,06 miliar per karyawan, growth +4,58%.
๐ฅ BMRI 1,45 miliar per karyawan, growth +1,30%.
๐ NISP 798,7 juta per karyawan, growth +6,78%.
โ ๏ธ BBNI 719,2 juta per karyawan, growth -10,59%.
๐ BRIS 465,0 juta per karyawan, growth +10,79%.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3


