imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

VALUASI TINGGI, DILUSI & HUTANG YANG DATANG BERSAMA :

Angka-angka di layar YANG “menakutkan”:
- PER ratusan
- Price to Sales mendekati 100x
- EV/EBITDA di atas 200x
- Price to Free Cash Flow > 150x

Valuasi setinggi ini hanya masuk akal jika satu hal terpenuhi:

Pertumbuhan laba dan arus kas HARUS datang dengan SANGAT cepat dan SANGAT besar.

Masalahnya, arus kas belum ikut naik, sementara laba masih tipis. Artinya:
- Harga saham sudah “mendahului cerita”
- Fundamental masih berjalan tertatih (Kata orang Surabaya Mekeh-mekeh)
Dalam kondisi ini, setiap aksi korporasi bukan lagi KATALIS, tapi…

Right Issue & Ketika Investor Lama Dipaksa Memilih:

Right issue seharusnya menjadi tanda:

“Kami punya proyek bagus dan butuh tambahan modal untuk tumbuh.”

Namun pada valuasi YANG SANGAT TINGGI ini, narasinya berubah:

“Kami belum kuat secara kas, tapi Tencana ekspansi harus jalan.”

Bahaya utamanya bagi investor:

1. Dilusi yang Nyata
Jika investor tidak ikut menebus:
- Persentase kepemilikan turun
- EPS tertekan
- Valuasi “mahal” jadi makin mahal secara fundamental

2. Harga Right Issue Sulit Menarik
Pada saham dengan PER ratusan:
- Diskon right issue tidaklah murah
- Investor ritel berpikir: “Untuk apa tambah modal di harga mahal ?”

Apakah Right Issue Bisa Tidak Laku ?

Jawabannya: YA, sangat mungkin.

Ini biasanya terjadi jika:
- Tidak ada standby buyer yang kredibel
- Pemegang saham pengendali tidak menyerap signifikan
- Pasar sedang risk-off
- Track record eksekusi proyek lemah

Jika right issue tidak terserap optimal, dampaknya berlapis:
- Harga saham tertekan
- Kepercayaan pasar runtuh
- Likuiditas menurun
- Emiten terpaksa mencari jalan lain: HUTANG

Hutang Datang di Saat yang Salah
Di sinilah cerita mulai berbahaya.
Hitang, baik obligasi maupun sukuk bukan dosa, jika:
- EBITDA kuat
- Arus kas stabil
- Coverage ratio seha
Namun pada valuasi yang sudah MAHAL maka Risiko Nyata yang Mengintai Investor Saham

1. Arus Kas akan Dipaksa Kerja Ganda
- Bayar bunga/imbal hasil
- Biayai operasional
- Biayai ekspansi

Jika pertumbuhan meleset sedikit saja
—> tekanan likuiditas.

2. Konflik Kepentingan Diam-Diam
Pemegang obligasi:
- Prioritas di atas pemegang saham
- Dijamin kontrak

Pemegang saham:
- Menunggu SISA
- Menanggung VOLATILITAS

YANG AKAN TERJADI ADALAH
Nantinya Narasi GROWTH Bisa BERUBAH Jadi SURVIVAL

Awalnya:

“Kami bertumbuh agresif.”

Berubah menjadi:

“Kami menjaga cash flow dan refinancing.”

Ini fase yang paling tidak disukai pasar.

Spiral yang Ditakuti Investor

Kombinasi ini menciptakan spiral klasik:
1. Valuasi terlalu tinggi
2. Right issue tapi tidak diserap optimal
3. Harga saham turun
4. Hutang akan bertambah
5. Beban bunga akan naik
6. EPS makin tertekan
7. Kepercayaan investor hilang

KAPAN BISA BAYAR DIVIDEN ???

Dan nantinya di titik ini, harga saham tidak lagi ditentukan oleh MIMPI, tapi oleh NERACA.

Pelajaran untuk Investor

Emiten dengan valuasi ekstrem tidak boleh salah langkah.
Right issue + Hutang sama dengan Menciptakan 2 Peperangan sekaligus dengan Negara yang berbeda maka Risiko tidak lagi asimetris ke atas, tapi ke bawah.
KETAHUILAH dalam Kasus Seperti ini Investor saham adalah pihak terakhir yang dilindungi
Karena Valuasi tinggi tidak memaafkan kesalahan eksekusi…

$IHSG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy