imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMRI

Halo Sobat Investor! Senang sekali bisa membedah kinerja **Bank Mandiri (BMRI)** tahun buku 2025 ini bersama Anda. Sebagai mentor Anda, saya melihat laporan keuangan ini menunjukkan fondasi "Raksasa" yang makin kokoh, tapi ada satu **perubahan besar** di tahun 2026 yang wajib Anda antisipasi.

Mari kita bedah "jeroan" BMRI berdasarkan data audit per 31 Desember 2025 agar Anda tidak salah mengambil langkah investasi.

### 1. Profitabilitas: Mesin Pencetak Laba Masih Ngebut
Kabar baiknya, BMRI masih sangat *profitable*. Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi **Rp56,29 triliun**, tumbuh dari Rp55,78 triliun di tahun sebelumnya.
* **EPS (Laba per Saham):** Naik menjadi **Rp603,23** per lembar. Jika Anda pemburu dividen, ini sinyal positif bahwa jatah dividen Anda aman dan berpotensi tumbuh.
* **Pendapatan Bunga:** Naik signifikan menjadi **Rp164,4 triliun** (vs Rp151,2 triliun di 2024). Ini menunjukkan fungsi intermediasi (penyaluran kredit) berjalan sangat baik.

### 2. Kualitas Aset: Makin Bersih dan Efisien
Ini yang saya suka dari manajemen risiko BMRI tahun ini:
* **NPL Gross (Kredit Macet) Turun:** Rasio kredit bermasalah turun menjadi **0,96%** (vs 0,97% di 2024). Ini angka yang sangat sehat untuk ukuran bank sebesar ini.
* **Beban CKPN Turun:** Karena kualitas kredit membaik, bank tidak perlu menyisihkan uang "jaga-jaga" sebanyak dulu. Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset produktif turun menjadi **Rp10,3 triliun** (sebelumnya Rp11,8 triliun). Ini langsung berdampak positif ke laba bersih.

### 3. Likuiditas & Dana Pihak Ketiga: Banjir Uang Tunai
Arus kas operasi BMRI berbalik arah secara fantastis.
* **Arus Kas Operasi Positif Besar:** BMRI mencatat arus kas bersih operasi positif sebesar **Rp154,18 triliun**, padahal tahun lalu negatif Rp26,18 triliun. Likuiditas sangat melimpah.
* **Tantangan Biaya Dana (Cost of Fund):** Hati-hati di sini. Simpanan Deposito Berjangka melonjak drastis menjadi **Rp379,6 triliun** (vs Rp243,9 triliun). Akibatnya, beban bunga deposito naik tajam menjadi Rp17,2 triliun. Bank harus membayar bunga lebih mahal untuk dana-dana ini, yang sedikit menekan margin.

### 4. "The Big Event" 2026: Dekonsolidasi BSI (Wajib Tahu!)
Ini poin paling krusial untuk analisis masa depan. Dalam catatan "Peristiwa Setelah Periode Pelaporan", ada perubahan besar terkait anak usahanya, **Bank Syariah Indonesia (BSI)**.
* Pada 27 Januari 2026, terjadi perubahan pengendalian. BMRI kehilangan pengendalian atas BSI karena pencabutan Surat Kuasa Khusus dari Kementerian BUMN.
* **Efeknya:** Mulai 2026, laporan keuangan BSI kemungkinan **tidak lagi dikonsolidasi** (digabung penuh) ke dalam BMRI, meskipun BMRI masih memegang **51,47%** saham.
* **Apa artinya buat Investor?** Jangan kaget jika *top line* (pendapatan) dan *asset size* BMRI di laporan kuartal I 2026 nanti terlihat "menyusut" secara akuntansi karena aset BSI dikeluarkan. Namun, BMRI tetap menikmati laba BSI melalui metode ekuitas (sebagai entitas asosiasi).

### Arahan Strategis Sang Mentor:

1. **Fundamental:** **STRONG HOLD / BUY ON WEAKNESS.** Kinerja 2025 solid. Pertumbuhan kredit kuat di angka Rp1.447 triliun dan aset tembus Rp2.829 triliun.
2. **Dividen Play:** Dengan EPS Rp603 dan arus kas yang sangat kuat, potensi *dividend payout ratio* tetap tinggi. Cocok untuk investor jangka panjang.
3. **Antisipasi Volatilitas:** Pasar mungkin bereaksi terhadap berita dekonsolidasi BSI. Jika harga saham terkoreksi karena "kepanikan sesaat" akibat penurunan angka aset konsolidasi di 2026 nanti, itu justru **peluang emas** untuk masuk. Ingat, kepemilikan saham BMRI di BSI tidak hilang, hanya cara pencatatannya yang berubah.

**Kesimpulan:** BMRI menutup 2025 dengan rapor hijau. Aset berkualitas, laba tumbuh, dan likuiditas banjir. Tetap tenang, fokus pada fundamental, dan nikmati dividennya!

*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data Laporan Keuangan 2025. Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda.*

https://cutt.ly/StbIKrQQ

RANDOM TAG $BBRI $BBNI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy