imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

### **Belajar dari Market yang Lagi Turun**

Beberapa waktu terakhir market mengalami penurunan sejak pengumuman MSCI yang membekukan beberapa saham Indonesia di indeks mereka. Alasannya karena dianggap kurang transparannya kepemilikan saham di Indonesia, sehingga ada saham yang bisa naik tidak wajar dan tidak sejalan dengan fundamental perusahaan.

Situasi makin berat setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi *underweight*, lalu Moody’s Ratings juga mengubah outlook kredit Indonesia menjadi negatif, walaupun ratingnya masih di Baa2.

Banyak yang bilang ini konspirasi keuangan asing, mirip seperti yang pernah terjadi di negara lain. Katanya lembaga keuangan besar menurunkan peringkat supaya dana asing keluar dulu, lalu mereka bisa masuk lagi di harga murah.

Tapi menurut Bangal pribadi, kejadian ini juga jadi pengingat bahwa memang masih ada saham di Indonesia yang naik tidak sesuai dengan fundamentalnya. Harga naik tinggi, tapi dari sisi bisnis dan kinerja perusahaan belum tentu sejalan.

Akhirnya muncul pertanyaan sederhana, apakah kenaikan harga saham itu memang sudah sesuai dengan rencana dan perkembangan perusahaan ke depannya?

Menurut Bangal yang masih terus belajar, kalau perusahaan benar-benar bekerja sesuai proyek dan rencana awalnya, sebenarnya tidak masalah harga sudah naik duluan. Karena nanti hasilnya akan kembali ke fundamental. Tapi kalau naik hanya karena euforia atau dorongan berlebihan, biasanya tidak akan bertahan lama.

Buat teman-teman yang sekarang masih nyangkut, baik di pucuk atau sudah averaging tapi harga masih turun, Bangal cuma mau bilang satu hal. Coba ingat lagi, dulu beli saham ini alasannya apa?

Jangan sampai hanya karena FOMO atau ikut-ikutan tanpa benar-benar tahu risiko dan kondisi perusahaannya. Jadikan kejadian dari akhir Januari sampai sekarang sebagai pelajaran. Banyak dari kita masuk tanpa manajemen risiko yang benar, dan akhirnya panik saat market berbalik arah.

Ingat, masuk saham itu bukan untuk kaya dalam satu malam. Sebelum masuk market, pertanyaan paling sederhana menurut Bangal adalah: kalau rugi, siap kehilangan berapa persen dari modal?

Kalau jawabannya belum siap, mungkin memang belum waktunya masuk market. Karena di saham, yang penting bukan seberapa cepat untung, tapi seberapa lama kita bisa bertahan.

Udah itu aja dari Bangal. Kalau ada yang kurang tepat, boleh koreksi di kolom komentar.

random : $BUMI $DEWA $BRMS ENRG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy