Self-Reminder
Market tidak perlu kita pahami - kita hanya perlu bertahan cukup lama sampai peluang datang.
1. Saat market merah (banyak yang panik)
“Panik itu mahal, sabar itu diskon.”
Mayoritas kerugian investor bukan karena saham jelek,
tapi karena:
• beli saat euforia
• jual saat takut
Market selalu memindahkan saham
dari tangan emosional ➝ ke tangan sabar
2. Saat market tidak jelas (sideways / noise)
“Tidak trading juga sebuah keputusan.”
Kadang profit terbaik:
- bukan dari entry bagus
- tapi dari tidak masuk di market jelek
3. Untuk yang nyangkut
“Harga bisa kembali… mental belum tentu.”
Jangan fokus:
- kapan balik modal
Fokus:
- apakah sahamnya masih layak disimpan
4. Kompas menghadapi IHSG
Pegang 3 hal:
1. Trend lebih penting dari opini
2. Cash juga posisi
3. Selamat lebih penting dari cepat kaya
$BBCA $BBRI $BMRI 😎