Satu Tujuan, Dua Jalan: Manakah yang Lebih Baik?
Andi dan Bima adalah dua sahabat yang lulus kuliah dan mulai bekerja pada usia 22 tahun. Mereka sama-sama cerdas dan pekerja keras. Mereka juga memiliki harapan yang sama, yaitu mencapai kebebasan finansial dan pensiun pada usia 55 tahun. Walaupun demikian, pada praktiknya mereka menempuh perjalanan investasi yang berbeda.
Perjalanan Investasi Andi
Begitu menerima gaji pertama pada usia 22 tahun, Andi memutuskan untuk langsung berinvestasi. Ia menyisihkan 5 juta rupiah setiap bulan ke instrumen investasi dengan asumsi tingkat pengembalian 12% per tahun. Ia melakukan hal ini dengan disiplin selama 8 tahun, dari usia 22 hingga 30 tahun. Total dana yang ia setorkan selama periode itu adalah 480 juta (8 tahun × 12 bulan × 5 juta).
Pada usia 30 tahun, Andi berhenti menyetor uang karena struktur pengeluarannya berubah. Ia mulai mencicil rumah, memiliki tanggungan keluarga, serta menambah biaya pendidikan dan kesehatan. Karena itu, ia memilih untuk tidak menambah setoran investasi lagi ke dana pensiunnya.
Meskipun demikian, ia tidak menarik investasinya. Ia membiarkan saldo yang telah terkumpul terus berkembang dengan tingkat pengembalian yang sama selama 25 tahun berikutnya, tanpa tambahan setoran, hingga usianya 55 tahun.
Perjalanan Investasi Bima
Bima menempuh langkah yang berbeda. Pada usia 20-an, sebagian besar penghasilannya digunakan untuk membantu keluarga dan melunasi pinjaman. Kondisi tersebut membuatnya belum bisa menyisihkan dana secara rutin untuk investasi.
Bima baru memulai investasi pada usia 30 tahun ketika pinjamannya sudah lunas dan kebutuhan dasarnya lebih terkendali. Untuk mengejar ketertinggalan, ia berinvestasi lebih besar, yaitu 7,5 juta rupiah per bulan, dengan asumsi tingkat pengembalian yang sama, yaitu 12% per tahun. Ia melakukannya secara konsisten selama 25 tahun, dari usia 30 hingga 55 tahun, tanpa berhenti.
Jadi, Bima berinvestasi dengan setoran bulanan yang lebih besar dan periode investasi yang lebih lama daripada Andi. Total dana yang ia setorkan selama 25 tahun adalah 2,25 miliar (25 tahun × 12 bulan × 7,5 juta).
Pertanyaan: Apa yang terjadi di usia 55 tahun? Siapakah yang memiliki nilai investasi lebih besar pada usia 55 tahun, Andi atau Bima?
---
Kekuatan Waktu dalam Proses Penggandaan
Ketika membaca ilustrasi Andi dan Bima, banyak orang mungkin langsung berasumsi bahwa Bima akan memiliki hasil akhir yang lebih besar. Alasannya sederhana: ia menyetor dana jauh lebih besar dan melakukannya dalam periode yang lebih panjang. Namun, hasil perhitungan menunjukkan hal yang berbeda. Pada usia 55 tahun, nilai investasi Andi justru sedikit lebih besar daripada milik Bima, meskipun modal yang ia setorkan jauh lebih kecil.
Andi menyetor 5 juta rupiah per bulan selama 8 tahun, dengan total modal 480 juta rupiah. Karena mulai sejak usia 22 tahun, investasinya tumbuh menjadi sekitar 785 juta rupiah pada usia 30 tahun. Setelah itu, ia tidak lagi menambah setoran, tetapi membiarkan dana tersebut terus diinvestasikan selama 25 tahun berikutnya. Dengan asumsi tingkat pengembalian 12 persen per tahun, nilainya tumbuh menjadi sekitar 13,3 miliar rupiah pada usia 55 tahun.
Sementara itu, Bima baru mulai berinvestasi pada usia 30 tahun. Ia menyetor 7,5 juta rupiah per bulan selama 25 tahun. Total modal yang ia setorkan jauh lebih besar, yaitu 2,25 miliar rupiah. Dengan tingkat pengembalian yang sama, dana tersebut tumbuh menjadi sekitar 12,8 miliar rupiah pada usia 55 tahun. Hasil akhirnya sedikit di bawah Andi, walaupun modalnya hampir lima kali lipat lebih besar.
Apa yang membuat hasilnya bisa seperti itu? Kuncinya adalah kekuatan waktu dalam proses bunga majemuk. Bunga majemuk membuat hasil investasi bukan hanya berasal dari modal awal, tetapi juga dari bunga yang telah dihasilkan sebelumnya. Ketika proses ini berlangsung dalam jangka panjang, pertumbuhannya tidak lagi linear, tetapi melompat secara eksponensial. Andi memberi uangnya waktu lebih lama untuk “bekerja”, dan lamanya waktu inilah yang menjadi pembeda terbesar.
Dari ilustrasi ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil.
Pertama, waktu adalah faktor paling kuat dalam investasi jangka panjang. Memulai lebih awal lebih penting daripada menyetor dalam jumlah besar. Total setoran Bima hampir lima kali lipat dari total setoran Andi, tetapi hasil akhirnya tetap lebih kecil. Hal itu menunjukkan bahwa uang besar tidak selalu mampu menebus waktu yang hilang. Waktu yang panjang memberi kesempatan bagi bunga majemuk untuk berlipat-lipat, sesuatu yang tidak bisa dikejar hanya dengan menambah nominal setoran.
Kedua, menunda investasi bukan hanya soal menunda aktivitas, tetapi menunda pertumbuhan. Setiap tahun yang terlewat berarti satu tahun hilangnya efek penggandaan. Bima memang berinvestasi lebih besar dan lebih lama setelah usia 30 tahun, tetapi ia kehilangan delapan tahun pertama di mana Andi sudah memberi kesempatan bagi uangnya untuk bertumbuh. Delapan tahun pertama itu menjadi “mesin” yang bekerja paling lama dan memberi dampak terbesar di akhir.
Ketiga, disiplin bukan hanya tentang konsistensi menyetor, tetapi juga tentang membiarkan investasi bekerja tanpa diganggu. Andi berhenti menyetor pada usia 30 tahun, tetapi ia tidak menarik uangnya. Keputusan untuk membiarkan dana tetap diinvestasikan selama 25 tahun penuh menjadikan bunga majemuk bekerja maksimal. Banyak orang rajin menyetor, tetapi tidak sabar membiarkan hasilnya tumbuh dalam jangka panjang.
Ilustrasi ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa strategi yang satu lebih baik daripada strategi yang lain, karena setiap orang memiliki kondisi dan prioritas hidup yang berbeda. Namun, cerita Andi dan Bima menegaskan satu hal penting: dalam investasi jangka panjang, waktu bukan sekadar angka di kalender, melainkan aset yang nilainya tidak bisa digantikan oleh uang semata. Waktu adalah aset yang paling mahal, tetapi yang paling sering diremehkan.
Sekarang, jujurlah pada diri Anda sendiri. Apa hal utama yang sebenarnya menahan Anda untuk berinvestasi lebih awal dan lebih disiplin: kurang uang, kurang pengetahuan, atau sekadar kebiasaan menunda?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $MYOR $ULTJ $CMRY