Mulai banyak yang menyambungkan narasi kasus tambang Martabe, usulan Pemerintah tidak memperpanjang izin SDA dan nantinya hanya diizinkan untuk BUMN, hingga kasus MSCI dan downgrade outlook Moody's, sampai $IHSG jeblok.
https://cutt.ly/ItbUHhAf
Ya memang nyambung dan kelihatannya memang begitu adanya. IHSG crash itu fakta.
Tapi, saya pribadi ogah untuk mengikuti narasi macem begini terlalu jauh, sampai ujungnya menyalahkan ini itu gak ada habisnya.
Paling gampang memang nyalahin pemerintah, buang semua salah dan dosa ke situ.
Dibilangnya pemerintah kalo ada masalah hanya bisa nyari kambing hitam, kemudian dijadikan alasan untuk mencaplok aset orang, lalu buat bancakan dibagi-bagi ke kroninya.
Tapi 'orang' yang berpikir atau menarasikan begini mungkin lupa kalau ia juga melakukan hal yang sama persis.
Mencari alasan dan menuduh pihak yang jadi kambing hitam.
Jadi apa bedanya antara pihak yang dituduh dengan yang menuduh ?
Maka lebih baik jangan terlalu jauh dan habis waktu nyari-nyari alasan.
Alih-alih menerima salah dan kalah kalau memang loss atau gak sesuai prediksi, lebih baik susun strategi mau ngapain.
Diam itu juga strategi.
Mau keluar bursa karena merasa gak cocok, itu pun strategi.
Mau stay optimis juga strategi.
.......................
Terkait Martabe, sebenarnya Agincourt sangat bisa menggugat balik kebijakan pemerintah ke PTUN hingga arbitrase atau cara lainnya.
Semua saluran hukum terbuka.
Kalau memang Agincourt selama ini sudah sesuai prosedur, tidak ada pelanggaran, apalagi sudah dapat PROPER Hijau berkali-kali. Harusnya mereka yakin.
Tapi kenapa belum dilakukan ?
Ya mungkin saja pelanggaran itu benar adanya yang bikin mereka tidak bisa mengelak.
Kalau benar ada pelanggaran, terus maunya gimana ?
Lanjut nambang lagi dengan 'cuma-cuma' gitu ?
.........................
Terkait usulan Menkeu Purbaya mengenai izin SDA yang tidak diperpanjang dan akan diserahkan ke BUMN.
Ingat ini sifatnya 'usulan'.
Masih dalam bahasan internal pemerintah, dan kalaupun jadi dijalankan prosesnya masih panjang, termasuk konsultasi dengan DPR.
Lagipula masalah-masalah terkait izin SDA (khususnya tambang) ini benar adanya :
- Ngemplang pajak dan bea cukai, negara terima pendapatan jauh di bawah yang semestinya.
- Pencemaran dan kerusakan lingkungan, yang besar recovery-nya tidak sebanding dengan pendapatan yang negara terima.
- Kesejahteraan masyarakat sekitar juga tidak serta merta terjamin (jalan rusak, rumah rusak, lahan pertanian rusak).
- Bencana alam dan kecelakaan (banjir, longsor, kecelakaan saat bersinggungan dengan kendaraan tambang dan jalan rusak, dll).
Kalau ada deforestasi, gajah mati, bencana, pencemaran, kecelakaan, siapa lagi yang dicari, disalah-salahin suruh tanggung jawab ?
Ya pemerintah lagi.
Ingat aja kasus Raja Ampat, sawit, dll.
Dapat gak seberapa, tapi masalah dan biaya penanggulangannya luar biasa.
Kalau gitu beresin aja yang ilegal, yang legal jangan diusik ?
Lah yang legal pun masalah (termasuk Martabe), bukan cuma yang ilegal.
Ya udah tegakkan aja aturan hukum, tindak hanya yang melanggar, jangan semua dipukul rata ?
Lah kan yang memang mau dijalankan seperti itu, makanya usulannya adalah tunggu izin habis, barulah tidak diperpanjang lagi.
Izin tambang kalau bisa diperpanjang terus-terusan, buat apa dibikin jangka waktu. Dari awal losin aja sampe kiamat 馃槀
Kalo begini ntar pemerintah salah lagi.
Nyari balance untuk mengakomodir semua kepentingan itu sungguh sulit.
Ingat, kalaupun diambil alih Danantara setelah izin habis, masih ada opsi 'co-investing'.
FDI masuk ke Indonesia salah satunya juga karena adanya ajakan co-investing dengan Danantara.
Artinya, pemegang izin lama swasta yang habis masa berlakunya, masih punya peluang ikut invest.
Selain itu, investasi kan gak melulu soal tambang, tapi juga 'hilirisasi', ikut kontribusi di rantai turunan nilai tambahnya.
Tapi lagi-lagi ini semua kan hanya duga-menduga. Belum tentu kejadian.
Sekarang kan 'business as usual' masih berlangsung.
..........................
Jadi terlalu prematur nyalahin ini itu, terlalu jauh mikirnya.
Sentimen buruk jelas ada, tapi gak perlu ditambah-tambahin bumbu.
Iya stress mau cari pelampiasan, tapi gak perlu juga bikin beban pikiran baru.
Porto merah ya cari cara buat survive, sendiri.
Jangan kayak bocil kepentok meja, yang disalahin mejanya.
Yang lebih penting gimana mawas diri biar gak kepentok meja.
$ASII $BBRI
