Bersih-Bersih Awal Jabatan: Ritual Politik yang Selalu Mengguncang Pasar
Di Indonesia, periode pertama kekuasaan hampir selalu diawali dengan ritual wajib: bersih-bersih. Setelah pemilu usai, satu per satu posisi strategis diganti dengan orang-orang baru yang dinilai sejalan dengan partai penguasa. Secara resmi disebut konsolidasi pemerintahan, namun bagi pasar, ini adalah fase penuh tanda tanya. Arah kebijakan belum jelas, regulasi bisa berubah mendadak, dan pelaku pasar dipaksa menebak-nebak: ini negara mau dibawa ke mana sebenarnya?
Tak heran jika awal periode sering diiringi fluktuasi pasar saham. IHSG bergerak lebih liar, asing cenderung wait and see, dan sektor-sektor sensitif kebijakan seperti perbankan, BUMN, energi, hingga infrastruktur mudah terguncang isu. Bukan karena fundamental ekonomi runtuh, melainkan karena pasar alergi terhadap ketidakpastian politik. Dalam bahasa investor: bukan takut rugi, tapi takut salah posisi.
Namun begitu konsolidasi selesai dan periode kedua dimulai, ceritanya berubah. Struktur kekuasaan sudah mapan, loyalitas birokrasi terkunci, dan arah kebijakan relatif bisa ditebak. Di fase ini, IHSG biasanya bergerak lebih stabil, volatilitas menurun, dan narasi “stabilitas dan kesinambungan” jadi jualan utama ke investor. Politik tak lagi mengejutkan pasar—dan justru itu yang disukai pasar. Demokrasi tetap berjalan, kekuasaan terasa damai, dan indeks pun cenderung jinak. Bukan karena risikonya hilang, tapi karena semuanya sudah diatur sejak periode pertama.
$IHSG $BBCA $BBRI