US Market Terbang, IHSG Menunduk: Moody’s Bicara, Investor Lokal Gemetar
Pasar saham AS semalam pesta pora. Dow Jones terbang, S&P 500 senyum lebar, Nasdaq ikut joget, VIX pun lunglai tanda investor global lagi risk on. Tapi pertanyaannya: apakah euforia Wall Street ini akan menular ke IHSG hari Senin? Atau seperti biasa, kita cuma kebagian remah-remahnya saja sambil pura-pura optimis? Soalnya, di saat orang luar sana merayakan reli, investor Indonesia masih sibuk membaca headline “penurunan rating”, “review MSCI”, dan “catatan Moody’s” sambil pegang tombol sell.
Ironinya, rating turun dari analis asing sering diperlakukan seperti vonis akhir zaman. Begitu ada kata “downgrade”, pasar langsung gemetar, seolah-olah ekonomi nasional mau tutup usia minggu depan. Padahal, Wall Street juga kenyang rating, revisi, dan drama—bedanya mereka naik, kita malah siap-siap panik. Seakan-akan IHSG punya aturan tak tertulis: kalau global naik, kita mikir dulu; kalau global turun, kita langsung ikut terjun bebas.
Jadi apakah IHSG akan turun lagi Senin depan? Bisa saja. Bukan karena fundamental mendadak runtuh, tapi karena pasar kita masih alergi terhadap opini asing dan terlalu hobi mendahului rasa takut. Di tengah US market yang lagi kencang, IHSG mungkin memilih jalan sunyi: buka merah tipis, volume sepi, lalu ditutup dengan narasi klasik—“wait and see”. Karena di negeri +62, kabar baik global sering kalah pamor dengan satu kalimat kecil: “asing bilang hati-hati.” 📉📈
$IHSG $BBCA $BBRI
