Moody鈥檚 Rating Turunkan Outlook Indonesia!!! Apa Efeknya Bagi IHSG?
Sentimen negatif untuk pasar saham Indonesia terus datang bertubi-tubi, setelah sebelumnya MSCI berpotensi menurunkan bobot saham Indonesia, kemudian Goldman Sachs, UBS, dan Nomura menurunkan rating pasar saham Indonesia.
Kini lembaga pemeringkat dunia yakni Moody鈥檚 Rating menurunkan outlook atau prospek kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, meskipun untuk peringkat utang jangka panjang mata uang lokal dan mata uang asing tetap dipertahankan pada Baa2.
Penurunan prospek tersebut berkaitan dengan kekhawatiran atas stabilitas kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.
Mereka bilang jika perubahan ini terdorong karena menurunnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang punya risiko dalam melemahkan efektivitas kebijakan dan mengindikasikan adanya pelemahan pada tata kelola.
Kalau tren tersebut berlanjut bisa mengurangi kredibilitas kebijakan Indonesia yang sudah lama terbangun, dimana selama ini sudah menopang pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan.
Apakah ini menjadi kabar negatif untuk pasar saham Indonesia?
Jawabannya benar, meskipun hanya prospek tapi ketika menjadi negatif bisa membuat investor terutama asing menjadi berhati-hati dan berpotensi menarik dananya dari Indonesia, jika hal ini terjadi maka rupiah akan melemah, begitu juga dengan saham Indonesia atau IHSG kalau banyak yang jualan.
Kalau dilihat dari data ekonomi Indonesia memang ada yang kurang bagus juga seperti inflasi Indonesia bulan Januari 2026 yang mencapai 3,55%, ini diatas target Bank Indonesia berkisar 2,5卤1%, sehingga ada potensi pemangkasan suku bunga BI ke depan agak terbatas, apalagi rupiah masih cukup lemah mencapai level Rp16.830 per dolar AS.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik, yang posisi full year 2025 tetap bertumbuh mencapai 5,11%, dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang mencapai 5,03%. Realisasi ini juga diatas ekspektasi pasar yang mencapai 5%, meski dibawah target APBN 5,2%.
Dengan situasi seperti ini, bagi investor jangka panjang yang beli saham mengacu fundamental perusahaan tidak perlu panik. Kondisi saat ini merupakan sentimen negatif yang memang bisa membuat harga saham turun, tapi biasanya terjadi dalam jangka pendek saja.
Lebih baik kita melakukan review fundamental saham yang sudah dibeli, jika masih bagus maka tidak perlu panik, bahkan kalau harga sahamnya turun itu menjadi peluang menarik juga.
Gimana menurutmu, apakah IHSG akan lanjut turun?
馃憠聽Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$BBRI $BBCA $IHSG
1/2

