Rilis Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Q4 2025 oleh BI
➖ Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh +0,83% yoy dan +0,17% qtq pada Q4 2025
Melambat dibandingkan Q3 2025 yang tumbuh +0,84% yoy dan +0,22% qtq.
Melambat juga dibandingkan Q4 2024 yang tumbuh +1,39% yoy dan +0,19% qtq.
✅ Penjualan rumah tumbuh +7,83% yoy dan +2,01% qtq pada Q4 2025.
Menguat dibandingkan Q3 2025 yang kontraksi -1,29% yoy dan -5,21% qtq.
Menguat signifikan dibandingkan Q4 2024 yang kontraksi -15,09% yoy dan -6,62% qtq.
✅ Suku bunga KPR secara rata-rata turun jadi 7,42% pada Q4 2025.
Dari semula 7,45% pada Q3 2025 dan 7,43% pada Q4 2024.
➖ KPR tumbuh melambat secara tahunan menjadi +7,05% yoy pada Q4 2025.
Dari semula +7,39% yoy pada Q3 2025 dan +9,67% yoy pada Q4 2024.
Namun secara kuartalan KPR tumbuh menguat menjadi +1,72% qtq pada Q4 2025, dari semula +1,30% qtq pada Q3 2025.
Walaupun sedikit melambat dibandingkan Q4 2024 yang tumbuh +2,04% qtq.
...........................
Walaupun sektor properti Indonesia masih lemah, namun tanda pemulihan mulai terlihat dari penjualan yang kembali tumbuh dan suku bunga KPR yang mulai bergerak turun.
Harga properti masih tumbuh terbatas dan KPR mulai melawan tren penurunan.
$CTRA $GPRA $SMRA
