Berdasarkan tren tahunan dan data proyeksi terkini, kebutuhan daging ayam dan sapi di Indonesia menjelang Ramadhan dan Idul Fitri (2024-2026) diprediksi meningkat signifikan dengan estimasi kenaikan rata-rata sebagai berikut:
Daging Ayam: Permintaan daging ayam diperkirakan naik sekitar 17,20% atau lebih tinggi. Peningkatan ini didorong oleh tingginya konsumsi rumah tangga dan industri makanan selama bulan puasa dan lebaran.
Daging Sapi: Permintaan daging sapi biasanya melonjak drastis, sering kali mencapai puncaknya (tertinggi di antara daging lainnya), dengan kenaikan permintaan yang dapat mencapai di atas 10-20% dibandingkan bulan biasa, meskipun pemerintah terus berusaha menstabilkan harga.
Poin-Poin Penting Proyeksi Kebutuhan 2024-2026:
Defisit Daging Sapi: Data Outlook Komoditas Peternakan 2024 menunjukkan adanya defisit produksi daging sapi/kerbau nasional. Pada 2024 diproyeksikan defisit 263,4 ribu ton, dan pada 2025 diperkirakan mencapai 236,5 ribu ton, yang dipenuhi melalui impor.
Ketergantungan Impor: Sekitar 30% hingga 40% kebutuhan daging sapi nasional dipenuhi dari impor, terutama menjelang hari raya.
Kenaikan Harga: Meskipun pemerintah berupaya menjaga stabilitas, harga daging sering kali merangkak naik, bahkan dilaporkan sempat menembus Rp142.000/kg pada momen tertentu.
Target Stabilisasi 2026: Untuk tahun 2026, pemerintah menegaskan komitmen menjaga harga daging tetap stabil dan melarang Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga secara tidak wajar menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Secara keseluruhan, momen Ramadhan dan Idul Fitri menjadi periode TERTINGGI konsumsi protein hewani, terutama daging sapi dan ayam, yang memaksa pasokan meningkat drastis.
SIAP-SIAP DISEMBELIH AYAM, SAPI $WMUU $AYAM $BEEF 🚀🚀
