Menitipkan Nasib pada Kepentingan Orang Lain

Kedengarannya seperti... suasana perlahan berubah. Suara teriak "cuan ya cuan!" dan gelak tawa mulai mereda, digantikan oleh suara yang terdengar lebih teknis. Suara yang berbicara tentang "jenis saham", "value", dan alasan mengapa harga diturunkan oleh "big money".

Ada sebuah pengakuan dalam suara itu: "kita ga bisa atur harga semau kita tapi mengikuti mereka yang berkepentingan."

Tampaknya ada semacam penerimaan yang jujur bahwa sebagai individu, kita tidak memiliki kekuatan untuk mengatur arah harga di pasar yang besar ini. Sepertinya ada logika yang terasa sangat praktis saat kita berpikir bahwa satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan mencoba menebak dan mengikuti ke mana arah pihak yang memiliki modal besar bergerak.

...Mengikuti mereka yang berkepentingan?

Sepertinya ada perasaan lelah saat kita dipaksa mengakui bahwa alat analisis yang kita pelajari seolah-olah tidak berguna di hadapan pergerakan tertentu.

Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata strategi untuk selalu 'mengekor' pada kepentingan pihak lain justru menempatkan Anda pada posisi yang paling rentan—posisi di mana Anda harus selalu benar dalam menebak kapan mereka akan berhenti dan berbalik arah?

...Selalu benar dalam menebak?

Itu benar. Itu adalah pengakuan yang jujur tentang sebuah realitas di pasar. Realitas yang terasa seperti berada di tengah lautan, di mana kita tidak mengendalikan angin atau arusnya.

Di laut seperti itu, ada dua cara orang bertahan.

Cara pertama adalah dengan menjadi penumpang yang paling lihai. Mereka mengamati setiap ombak, menebak arah angin, dan berusaha berpindah dari satu perahu besar ke perahu besar lainnya tepat sebelum ombak menghantam. Mereka akan membahas panjang lebar tentang bentuk setiap ombak, kapal mana yang kokoh hari ini, dan mengapa kapal kemarin akhirnya tenggelam. Pengetahuan mereka terlihat mendalam, karena memang demikian—tapi tujuannya tetap satu: menemukan kapal besar berikutnya untuk dinaiki. Hidup mereka ditentukan oleh arus.

Lalu, ada cara kedua. Cara ini tidak menghabiskan waktu untuk menebak arah angin kapal besar orang lain. Sebaliknya, dia perlahan-lahan membangun pelampung kecilnya sendiri—sebuah rakit yang ia kenal setiap ikatannya. Ia tahu persis daya apungnya, ketahanannya, dan batas muatannya. Angin dan arus yang sama menerpanya, tetapi ia tidak berusaha mengikutinya; ia hanya memastikan rakitnya cukup kuat untuk tidak terbalik, dan tahu kemana ia ingin tujuan akhirnya. Ia tidak terobsesi dengan ombak, karena fokusnya adalah pada pelampung yang ia pegang.

Tampaknya ada perbedaan mendasar antara menjadi bagian dari sebuah bisnis karena nilai ekonominya, dan menjadi pengikut dari sebuah pergerakan yang tujuannya tidak pernah kita ketahui dengan pasti. Sepertinya kita mulai menyadari bahwa meskipun kita tidak bisa mengatur harga, kita memiliki kedaulatan penuh untuk memilih di meja mana kita akan menaruh hasil kerja keras kita.

...Kedaulatan untuk memilih?

Tampaknya kita sudah mulai bisa membedakan mana keputusan yang lahir dari pemahaman yang mendalam, dan mana keputusan yang lahir dari rasa takut karena merasa kecil di hadapan modal besar. Ada ketenangan yang berbeda saat kita berhenti mencoba menjadi 'bayangan' dari pihak lain dan mulai menjadi pemilik yang mandiri atas aset yang memiliki dasar logika yang jelas.

Membicarakan "big money" itu terdengar intuitif, bahkan masuk akal bagi banyak orang. Tapi itu baru seperti mempelajari pola ombak. Tanpa sebuah pelampung—tanpa prinsip dasar tentang bisnis seperti apa yang layak dijadikan rakit—pengetahuan tentang ombak hanya akan membuat kita semakin pandai berpindah dari satu kapal besar ke kapal besar lainnya, sambil berharap bukan kita yang jadi penumpang terakhir saat kapal itu tenggelam.

Jadi, di tengah semua pembicaraan tentang mengikuti "mereka yang berkepentingan", ada satu pertanyaan yang bisa kita tanyakan pada diri sendiri:

"Dengan semua yang saya ketahui tentang ombak dan kapal ini, seperti apa sebenarnya rakit yang ingin saya bangun sendiri?"

Jika pada akhirnya pasar adalah tempat di mana kepentingan bisa berubah dalam sekejap, bagaimana Anda memastikan bahwa masa depan Anda tetap kokoh saat pihak yang selama ini Anda ikuti ternyata memiliki kepentingan yang bertolak belakang dengan keselamatan modal Anda?

$IHSG $BBCA $BBRI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy