Lanjutan dari postingan Sebelumnya, Pada postingan sebelumnya kita udh bahas caa menghitung valuasi yang benar dan menentukan penggunaan Valuasi Indikator yang benar apakah berdasarkan pembukuan atau melakukan valuasi terhadap Mesin pencetak uangnya ....
Jadi di kesempatan kali ini kita akan melanjutkan ke materi
- Belajar Saham -
- Balance Sheet
Core dari usaha, dimana keuangan adalah arah mutlak dari segala sesuatunya ~
Cash Is King Buahahaahahahahaha...... oke udh bercandanya wkwkkw.
Note : Querter maksudnya Quartal Terakhir (Gampangnya)
* Cash (Quarter)
adalah indikator dari perhitungan sebarapa banyak Jumlah kas dari suatu perusahaan dan atau Setara Kas yang dimiliki perusahaan pad Quartal terakhir.
Contoh pada $BUMI Cash Q tercatat : 1.878 Miliar Rupiah
Yang artinya Bumi memiliki uang sebesar 1,8 Triliun yang dapat digunakan.
* Total Assets (Quarter) | Core ~
Merupakan indikator sebanyak apa total seluruh aset perusahaan baik Aset lancar maupun Aset tidak lancar.
Aset Lancar :
Kas & bank
Piutang
Persediaan (stok barang)
Investasi jangka pendek
Aset Tidak Lancar :
Tanah & bangunan
Gudang / toko
Mesin / peralatan
Investasi jangka panjang
Goodwill / aset tak berwujud
Dengan mengetahui total asset umumnya kita mendapatkan gambaran seberapa perusahaan tersebut, dan jika kita bedah secara tuntas dari Aset Lancar dan Tidak Lancarnya biasanya kita dapat menyimpulkan seberapa kuat fundamental perusahaan dan Potensial Growth nya kedepan sehingga Total Asset merupakah indikator yang cukup penting untuk dianalisa secara totalitas.
* Total Liabilities (Quarter)
Sementara Total Labilitas adalah Informasi seberapa besar kewajiban dari sebuah Perusahaan dan Hoetangnya.
Dan Liabilitas umumnya dibagi kedalam 2 bagian besar yaitu Hoetang jangka Pendek dan Hoetang jangka Panjang.
Bagian ini cukup penting untuk dianalisa, karna tanpa hutang usaha akan jauh lebih lancar berjalan tapi tanpa hutang usaha jadi tidak menantang wkwkwk eh maksudku Usaha jadi sulit berkembang...
Pisau bermata dua !
Utang perusahaan besar bukan berarti Jelek, bisa aja dia melakukan ekspansi besar untuk keuntungan yang lebih besar lainnya, Contohnya MDKA, dan untuk contoh buruknya ada $LEAD.
* Working Capital (Quarter)
Informasi yang menyimpan seberapa besar modal kerja perusahan pad Quartal Terakhirnya.
Umunya perhitungannya Working Capital = Current Assets – Current Liabilities.
Yang dimana kalau angkanya positif, itu arinya perusahan relatif aman buat bayar kewajiban jangka pendek, sementara kalau negatif artinya perusahaan berpotensi untuk Likuiditas.
Contoh paling baru yang minus : $BKSL
* Total Equity
Total nilai bersih perusahaan Kalau versi sederhananya dariku.
Total Equity = Total Assets – Total Liabilities
Kalau dirincikan lebih mendalam Total Equity itu artinya total modal bersih milik pemegang saham dalam perusahaan.
Contoh : Kalau Semua asset perusahaan dijual buat bayar utang sisa berapa uangnya = Total Ekuitas.
Dan total ekuitas adalah Informasi yang digunakan untuk menghitung PBV = Market cap / Total Ekuitas.
* Long-term Debt (Quarter)
Dari bahasa indonesianya saja kita harusnya sudah dapat menyimpulkan kalau ini adalah Utang Jangka panjanganya pada Kuartal Terakhir ~
Semakin tinggi utangnya mendekati Total Asset semakin Red Flag ~
Tapi ini utang jangka panjang sih jadi sehrausnya ga terlalu berdampak selama bisnis suatu perusahaan tetap berjalan dan penghasilan tetap stabil.
* Short-term Debt (Quarter)
Ini bagian yang paling perlu diperhatikan, karna utang jangka pendek artinya perlu dibayar sesegera mungkin yang dimana kalau keuangan tidak cukup buat bayar utang artinya masalah besar ada didepan mata.
Kalau long masih bisa bernafas kalau Short bikin sesak nafas palagi kalau ga disokong dengan cash yang memadai wkwkkw.
* Total Debt (Quarter)
Total utang jangka panjang + pendek, Informasi sebesar apa utang keseluruhan perusahaan.
* Net Debt (Quarter)
Versi bersih total Utangnya setelah dikurangin sama Cash.
Net Debt = Total Debt - Cash
Yang artinya sisa utang jika seluruh cash dibayarkan.
Dengan memahami fungsi dan informasi yang tersaji pada Balance Sheet, Seorang analis bisa menafsirkan seberapa sehat pertumbuhan usaha dari suatu perusahaan.
Kalau di Valuasi kita belajar seberapa Mahal atau Murahnya perusahaan dibandingkan Fundamentalnya, dan di Income Statement kita Belajar seberapa besar Pendapatan perusahaan dan seberapa besar potong memotong usahanya wkwkwk, di Balance Sheet kita belajar tentang Seberapa sehat perusahaannya.
Kalau perusahaanya Murah (Valuasi)
dan ternyata besar penghasilan nya (Income statement)
ditambah lagi dengan Keuangan yang sehat ( Balance Sheet ) artinya kamu lagi Jackpot (jika disokong dengan Fundamental lainnya).
Semoga ilmunya bermanfaat, Goodluck !
