Menurut saya, wacana PNM keluar dari konsolidasi BBRI justru bisa menguntungkan BBRI karena membuat bisnisnya lebih “pure banking” dan lebih mudah dihargai investor: eksposur ke model ultra mikro yang sangat operasional berkurang, profil risiko dan kualitas laba jadi lebih rapi serta lebih predictable. Jika prosesnya dilakukan melalui skema pengambilalihan/pembelian dengan valuasi yang wajar, BBRI berpotensi memperoleh kompensasi yang memperkuat fleksibilitas modal untuk ekspansi kredit inti, efisiensi, dan ruang pembagian dividen sehingga sentimen pasar bisa tetap kuat meski isu ini ramai. Intinya, saya melihat ini sebagai langkah yang merapikan struktur dan membuka peluang rerating BBRI, bukan alasan panik selama detail transaksi finalnya fair dan transparan.
Ke depan, strategi yang menurut saya paling masuk akal agar performance dan keuntungan BBRI meningkat adalah mempertegas fokus ke bisnis inti perbankan, memperkuat kualitas penyaluran kredit agar pertumbuhan tetap sehat, serta meningkatkan efisiensi operasional lewat digitalisasi proses layanan dan kredit. Di saat yang sama, BBRI dapat memperbesar pendapatan berbasis transaksi dan ekosistem supaya sumber laba tidak hanya bergantung pada margin bunga, sekaligus menjaga biaya dana tetap kompetitif lewat penguatan dana murah dan loyalitas nasabah. Dengan eksekusi yang disiplin, BBRI punya peluang untuk lebih dihargai oleh investor institusional global sekaligus tetap relevan dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia, karena ceritanya menjadi lebih fokus, lebih transparan, dan lebih mudah diukur.
Dan untuk memperkuat “brand value” di mata investor global + publik luas, saya melihat langkah BBRI menggandeng FC Barcelona sebagai partner perbankan resmi di Indonesia adalah strategi yang logis: bukan sekadar “branding”, tapi cara memperluas engagement, mengakselerasi akuisisi pengguna digital, dan mendorong aktivitas transaksi lewat program co-branding seperti kartu debit edisi khusus serta rangkaian pengalaman/aktivasi bagi nasabah yang pada akhirnya ujungnya tetap ke pertumbuhan basis nasabah dan transaksi.
Di level yang lebih serius, saya juga menilai penguatan reputasi BBRI di mata pasar global harus ditopang oleh dua hal: konsistensi fundamental (kualitas aset terjaga, efisiensi membaik, pertumbuhan yang sehat) dan kredibilitas eksekusi (komunikasi korporasi yang jelas, struktur bisnis yang rapi, serta tata kelola yang kuat). Jika restrukturisasi terkait PNM benar terjadi dengan skema yang fair, maka narasi BBRI akan bergeser menjadi lebih “clean story” sebagai bank besar dengan fokus yang tajam sehingga lebih mudah masuk radar alokasi dana institusi global. Pada saat yang sama, perluasan kapabilitas transaksi lintas negara melalui kemitraan pembayaran/remitansi dengan pemain internasional seperti Nium dan kanal remitansi global seperti Western Union akan memperkuat relevansi BBRI untuk kebutuhan diaspora, perdagangan, dan ekonomi digital; ini membuat growth BBRI tidak hanya bertumpu pada kredit, tetapi juga pada “transaction led growth” yang umumnya lebih disukai investor jangka panjang. $BBRI 🚀