Belajar dari Pandangan yang Tidak Kita Setujui

Dalam perjalanan investasi, kita pasti akan bertemu dengan pandangan yang tampak bertolak belakang dengan keyakinan kita. Reaksi paling alami adalah menolak mentah-mentah dan kembali ke zona nyaman. Padahal, di titik inilah proses belajar yang paling berharga sering kali dimulai.

Jika Anda tidak setuju dengan suatu pandangan, jangan langsung mengabaikannya. Cobalah berhenti sejenak dan bertanya, mengapa saya tidak setuju dengan pandangan itu? Apalagi jika pandangan tersebut dikemukakan oleh seseorang yang telah terbukti berhasil dalam jangka panjang. Ketika hasilnya nyata, penolakan refleks justru membuat kita kehilangan kesempatan untuk memahami sudut pandang yang berbeda.

Dalam pengalaman saya, ada beberapa prinsip investasi yang awalnya tidak saya setujui. Bukan karena prinsip itu salah, tetapi karena bertabrakan dengan cara berpikir yang sudah lama saya pegang. Ketidaksetujuan itu memaksa saya untuk menelusuri ulang proses saya sendiri. Apakah keputusan saya selama ini benar-benar berdasarkan analisis yang matang, atau hanya kebiasaan yang terasa nyaman karena sudah sering dilakukan? Proses refleksi ini sering kali tidak nyaman, tetapi justru di sanalah kualitas pengambilan keputusan kita diuji.

Salah satu pola pikir yang perlu kita ingat, terutama saat membaca, mendengar, atau berdiskusi dengan orang lain, adalah bahwa pandangan yang bertentangan dengan pandangan kita belum tentu merupakan pandangan yang salah. Pandangan tersebut bisa saja lahir dari asumsi, pengalaman, dan konteks yang berbeda. Banyak investor sukses memperoleh hasil yang memuaskan dengan pendekatan yang sangat berbeda. Ada yang fokus pada valuasi sangat murah, ada yang fokus pada kualitas bisnis walaupun valuasinya tidak terlalu murah, dan ada yang fokus pada momentum pergerakan harga. Hasil akhirnya bisa sama-sama baik, tetapi jalannya berbeda.

Ketika kita berhadapan dengan pandangan yang tidak sejalan, tugas kita bukan untuk langsung menolak, melainkan menelusuri lebih dalam dan mencari tahu mengapa kita tidak setuju. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan:

1. Identifikasi akar ketidaksetujuan kita. Apakah karena perbedaan data, perbedaan asumsi dan kerangka berpikir, perbedaan pengalaman, atau karena kita terlalu terikat pada satu pendekatan tertentu?

2. Pelajari konteks di balik pandangan tersebut. Setiap strategi lahir dari kondisi, tujuan, dan karakter yang berbeda. Apa yang berhasil bagi satu orang mungkin tidak cocok bagi kita, tetapi tetap bisa memberi pelajaran penting.

3. Bandingkan pandangan tersebut terhadap proses kita sendiri. Bukan untuk mengganti seluruh strategi, melainkan untuk melihat apakah ada bagian kecil yang bisa memperkuat cara berpikir kita.

Misalnya, ketika kita selalu menghindari saham dengan utang tinggi, lalu menemukan investor lain yang justru sukses memanfaatkan leverage di bisnis yang stabil. Daripada langsung menolak, kita bisa mempelajari bagaimana ia mengukur risiko, arus kas, dan margin keamanan. Bisa jadi kita tetap memilih menghindari utang, tetapi kini dengan alasan yang lebih matang dan sadar.

Sadarilah, tujuan kita bukanlah menjadi investor yang paling keras mempertahankan pendapat, melainkan investor yang terus bertumbuh. Pandangan yang berbeda sering kali berfungsi seperti cermin, memantulkan kembali kelemahan dan kekuatan proses kita sendiri. Dari situlah pemahaman yang lebih dalam terbentuk.

Saat terakhir kali Anda tidak setuju dengan sebuah pandangan investasi, apakah Anda langsung menolaknya atau mencoba memahaminya lebih jauh?

@Blinvestor

Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM

Random tags: $INKP $TKIM $SPMA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy