imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BULL Berdasarkan data laporan keuangan BULL berikut adalah analisis tajam dan detail mengenai kondisi kesehatan finansial perusahaan tersebut:

​1. Kinerja Operasional (Revenue & Net Income)
​Secara keseluruhan, BULL menunjukkan pemulihan yang signifikan di tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 yang sempat tertekan.

​Pendapatan (Revenue): Tren kuartalan di 2025 menunjukkan angka yang solid (Q1: 643B, Q3: 611B). Secara TTM (Trailing Twelve Months), pendapatan mencapai 2,354 B, naik dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan Pendapatan Q3 secara YoY melonjak 56.50%, yang menandakan aktivitas operasional kapal sedang sangat produktif.

​Laba Bersih (Net Income): Perusahaan berhasil membalikkan keadaan dari kerugian di Q3 2024 (loss 105B) menjadi laba 76B di Q3 2025.

Pertumbuhan laba bersih kuartalan (YoY) mencapai 172.57%. Namun, secara tahunan laba ini masih lebih rendah dibanding kejayaan tahun 2023.

​2. Analisis Profitabilitas (Margins)
​Meskipun pendapatan naik, efisiensi menjadi catatan penting:
​Net Profit Margin (NPM): 12.48%. Angka ini cukup standar untuk industri pelayaran, namun menunjukkan bahwa dari setiap Rp1 miliar pendapatan, hanya sekitar Rp124 juta yang benar-benar menjadi laba bersih.

​ROE (Return on Equity): 7.35%. Angka ini tergolong rendah. Artinya, pengelolaan modal pemegang saham belum menghasilkan keuntungan yang maksimal (idealnya di atas 15%).

​3. Struktur Modal dan Solvabilitas (Hutang)
​Ini adalah bagian yang paling krusial untuk emiten pelayaran seperti BULL yang biasanya memiliki beban hutang tinggi untuk pembelian kapal.

​Debt to Equity Ratio (DER): 0.59. Ini adalah angka yang sangat bagus dan sehat. Total hutang (1,805 B) jauh di bawah total ekuitas (3,080 B). Perusahaan tidak terlalu "tercekik" oleh hutang bank atau obligasi saat ini.

​Current Ratio: 1.02. Ini adalah lampu kuning. Rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar hampir 1:1. Artinya, likuiditas perusahaan pas-pasan untuk membayar kewajiban jangka pendek.

​4. Arus Kas (Cash Flow) – Poin Positif Terkuat
​Data menunjukkan kondisi yang sangat menarik:
​Cash From Operations: 1,060 B. Ini jauh lebih besar daripada laba bersihnya (226 B). Artinya, bisnis BULL menghasilkan uang tunai riil yang sangat kuat, bukan sekadar angka di atas kertas.

​Free Cash Flow (FCF): 668 B. Perusahaan memiliki sisa uang tunai yang banyak setelah dikurangi belanja modal (CapEx). Uang ini bisa digunakan untuk bayar hutang atau ekspansi di masa depan.

​5. Analisis Valuasi
​Apakah harga sahamnya murah atau mahal?
​PE Ratio (TTM): 28.06x. Secara historis dan industri, angka ini cukup mahal (Premium). Pasar menghargai BULL dengan ekspektasi pertumbuhan tinggi di masa depan.

​Price to Book Value (PBV): 2.06x. Valuasi ini berada di atas nilai intrinsik asetnya

Kesimpulan:
BULL saat ini dalam fase "Turnaround" (pemulihan) yang sukses secara operasional dan arus kas. Perusahaan punya uang tunai yang kuat untuk menjaga napas bisnisnya. Namun, dari sisi investor, valuasinya sudah tidak bisa dibilang "murah" lagi
(harga sekarang).

Risiko utama tetap pada fluktuasi harga sewa kapal global dan likuiditas jangka pendek yang mepet (Current Ratio).

Disclaimer : Hanya sekedar membedah fundamental ,Bukan rekomendasi ajakan jual/Beli.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy