imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

DAMPAK “PIRING TERBANG” PEMERINTAH UNTUK EKONOMI. (FINAL PART)

Final battle PART 4. Perbandingan valuasi CPIN dan JPFA seperti membandingkan Old Money yang naik Mercedez Benz, dan pengusaha terkenal naik Fortuner yang punya utang BRI. Hehehe,

Kita bedah dikit2 dulu yaa…

$CPIN
Biasa berkisar PER berkisar 20-25x,
Why 20x? This is premium emiten, Market Leader dengan kenyamanan Mercedez Benz.
Neraca relatif bersih (utang kecil), bisa di cek dilaporan keuangan. Manajemen bermain safe, rasa aman dan tidur nyenyak yang dibeli.

Debt to Equity Ratio (DER) =0,22, yang artinya bank kasih utang 22 juta di bisnismu, total modal usahamu saat itu 100juta.. aman kan?? hehehe,
Interest Coverage Ratio (ICR)?10-13 artinya, Laba operasi/gross mu 10-13x lebih besar dari bunga pinjaman.

$JPFA
Berkisar di 5-10x
Why? Utangnya cukup besar, pasar memberinya diskon karena resiko yang lebih tinggi.
DER = 0,66 , ICR = 6

Kita tahu, membeli mercy memberi rasa aman dan nyaman, japfa mmenawarkan adrenalin offroad dengan fortunernya.. hehe, good news untuk japfa, mengutip dari PUBEX:

Bpk. Putut Djagiri “Untuk Senior Notes yang jatuh tempo Maret 2026, kita sudah menyiapkan dan sudah menandatangani perjanjian kredit dengan bank-bank di Indonesia, pertama dari bank BCA, BNI dan Maybank yang nanti dananya akan dipakai untuk membayar atau me-refinance Senior Notes tersebut di Maret 2026."

Nilai senior notesnya adalah : 350 juta dollar (5-6T rupiah), dan jatuh tempo Maret 2026
Bocoran data dari S&P Global, fasilitas kredit sindikasi bernilai 7T (dalam rupiah), jadi resiko gagal bayar sudah pasti 0 (mustihil). Seandainya hutang dalam dollar tersebut dilunasi, rasanya lebih aman, toh mayoritas pendapatan masih rupiah.. supaya mengurangi lagi resiko di masa akan datang. Namun hal tersebut bisa di selesaikan dengan kecanggihan sistem keuangan, seperti hedging, atau asuransi.. Intinya bank kasih 7T standby, tinggal pakai.

Jujurly, seperti pelaut yang di tengah samudera, garis bintang sejajar ✨ (Gagal bayar di bereskan, Kapasitas naik, piring terbang) mendapat dorongan angin dari semesta, JAPFA tinggal buka layar.. gass.. hahaha, jokes.. DYOR
Valuasinya gimana?
I’m sorry, cerita sampai ke hongkong.
Menggambarkan kondisi perusahaan, kita coba pakai cara classic.. EV to EBITDA. Ini menggambarkan kemampuan perusahaan memperoleh laba, tanpa memperhitungkan bunga dan pajak.

CPIN
EV : 75T (Market Cap) +7T (Utang)- 4T (cash)
EBITDA : 8,23T (estimasi)
EV/EBITDA : 77T/8,23T = 9,35x

JPFA
EV : 30 (Market Cap) + 11T (Utang) – 1,7 (cash)
EBITDA: 6,47T (estimasi)
EV/EBITDA : 39,3T/6,47T = 6x

Biasa si investor melihat ini, untuk mengukur kemampuan perusahaan mengenerate uang. Untuk membalikkan keseluruhan modal. Jadi misal Pak Bambang mem-buyout perusahaan ini, dan melunasi seluruh hutangnya.. berapa lama, modalnya bisa balik. Perhitungan saya diatas mungkin ada miss, tapi kurang lebihnya seperti itu yang bisa saya gambarkan.

Kesimpulannya yang bisa saya tarik, untuk investor yang memang memprioritaskan “suspensi mercy” CPIN adalah pilihan yang tepat..
Bagi investor value hunter, naik fortuner, lompat2 di offroad gpp. Ya JPFA mungkin pilihan yang seru. Kembali lagi DYOR, bukan ajakan jual beli.. disclaimer on

Makan bubur diaduk rata, dikasi suwiran ayam
Ini cuma bedah data, cari yang sesuai biar tentram

See you next.. $MAIN ??

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy