imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Selamat pagi guys, Laporan Keuangan Bank Negara Indonesia ($BBNI) Full Year 2025 sudah rilis.

Kalau kita cuma baca judul berita "Aset BBNI Tembus Rp 1.300 Triliun", pasti kelihatannya keren.

Tapi sebagai auditor, kita gak boleh silau sama aset.

Setelah membedah data terbaru (termasuk EPS dan Dividen), kesimpulannya campur aduk: Ada Bau Amis, Tapi Ada Cuan Manis.

Mari kita bongkar faktanya satu per satu!

1. REALITA PAHIT: LABA BERSIH TURUN (NEGATIVE GROWTH)

Jangan menyangkal fakta. Tahun 2025 adalah tahun yang berat buat BBNI secara profitabilitas. Data laporan laba rugi menunjukkan:

Net Income 2025: Rp 20,04 Triliun.

Net Income 2024: Rp 21,46 Triliun.

Status: TURUN -6,6%.

Meskipun aset naik 20%, laba justru tergerus. Penyebabnya? Biaya mahal dan inefisiensi operasional.

EPS (Laba per Saham): Tercatat di angka Rp 537,32. (Ini jadi acuan kita nanti buat ngitung harga wajar).

2. RED FLAG: SKANDAL "THE 17 MINUTES HEIST"

Ini yang bikin ngeri. Di balik gedung megah, ada kebocoran internal.

Audit menemukan kasus fraud pembobolan Rekening Dormant (Rekening Tidur) senilai Rp 204 Miliar.

Pelaku: Orang Dalam (Kepala Cabang & Manajer).

Modus: Memindahkan dana lewat 42 transaksi cuma dalam 17 menit!

Dampak: Selain kerugian uang, ini bukti kalau sistem kontrol internal BBNI terhadap rekening pasif masih LEMAH.

Catatan: Hati-hati. Kalau sistemnya belum dibenerin, kejadian serupa bisa terulang.

3. OBAT PENENANG: DIVIDEN YIELD 8,15% (JUARA!)

Nah, ini alasan kenapa investor asing dan lokal mungkin gak akan kabur meski labanya turun. Manajemen BBNI tau cara mengambil hati investor.

Cek data dividen terbaru ini:

Dividen per Lembar (TTM): Rp 374,06.

Dividend Yield: 8,15%. (Ini GEDE BANGET buat ukuran Big Bank! Jauh di atas Deposito).

Payout Ratio: 69,23%. (Tahun lalu cuma 65%. Artinya, BBNI rela bagiin hampir 70% labanya buat pemegang saham).

Analisa: Karena sadar gak bisa kasih Capital Gain dari pertumbuhan laba, BBNI ganti strategi jadi Dividend Play. Yield 8% itu sangat menggoda.

4. VALUASI: MURAH ATAU JEBAKAN?

Mari kita hitung harga wajarnya pakai data neraca terbaru:

BVPS (Nilai Buku/Modal per Saham): Rp 4.604,36.

Free Cashflow per Share: Rp 2.764,34.

Hitungan Kasar: Jika harga saham BBNI di pasar sekarang ada di kisaran Rp 4.500 - Rp 4.600 (diestimasi dari Yield 8%), maka:

PBV (Price to Book): Sekitar 1.0x. (Harga pasar = Harga Modal).

Verdict Valuasi: FAIR (Wajar).

Gak mahal, tapi gak murah-murah amat mengingat labanya lagi turun.

Tapi dukungan BVPS di Rp 4.600 jadi "lantai beton" yang kuat menahan harga gak jatuh dalam.


JADI, APA YANG HARUS DILAKUKAN?
Berdasarkan bedah data di atas, status BBNI saat ini adalah:

HOLD FOR DIVIDEND (Defensive).

Kenapa?

1. Growth Story Hilang: Laba turun, efisiensi jelek. Jangan harap harga saham terbang tinggi tahun ini.

2. Risiko Operasional: Kasus fraud jadi catatan merah buat manajemen.

3. Dividen Penyelamat: Tapi... Yield 8,15% itu susah ditolak. Selama harga saham parkir di dekat nilai bukunya (Rp 4.600), saham ini aman buat jadi "Sapi Perah".

Tetap lakukan research secara mandiri ya, karena setiap keputusan untuk membeli dan menjual sebuah saham ada di tangan kita masing-masing

DYOR

$BBRI $BUMI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy