imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA $MINA $IHSG Agak lucu juga yah persepsi soal goreng-gorengan saham ini? Seakan-akan sekarang kalau dr pihak emiten broadcast sesuatu terkait rencana perusahaan ke depan (entah RI, SS, New Project, dsb), lalu harga saham nya naik, kok konotasi nya jadi saham gorengan yah? Ini kan yang terjadi kasus hukum yg lg rame skrg, apalagi dr pihak berwajib ada embel-embel "tidak sesuai valuasi sebenarnya dr perusahaan"...

Setahu saya bursa saham itu bisnis Bos. Pemilik modal itu berbisnis. Investor itu berbisnis. UW itu berbisnis. Kalo namanya bisnis yah pasti ada tujuannya. Ada target profit yg mau dicapai. Dengan cara apa? Yah sudah pasti, hukum dasar ekonomi: "PERMINTAAN-PENAWARAN" atau "SUPPLY-DEMAND"...

Dr sisi Insider misalnya. Wajar aja lah mereka mempromosikan bisnis nya. Ada rencana pengembangan usaha A, bisnis plan dan profitnya seperti B, untuk usaha tersebut butuh modal sekian, modal tersebut didapat rencananya dr RI di bln sekian, dpt persetujuan rups bln sekian, dll, dll. Yah itu kan bagian dr promosi / marketing. Masa iya sebagai pengusaha gak mempromosikan usaha nya. Ujungnya kan kembali lg ke market, laku gak promosi yg dibikin td. Byk juga kok kasus2 RI yg gak laku di market. Yg salah itu kalau Insider promosi: akan ada investor besar dr luar mau masuk, sedang negosiasi, bla bla bla, akhirnya sahamnya naik gak karuan, tp investor nya gak jd masuk (dgn berbagai alasan) , malah insidernya jualan saham yg dia punya (keliatan betul modusnya manipulasi).

Kl dr sisi Investor misalnya. Apakah gak wajar kl investor mempromosikan sahamnya dia? Yah wajar dong. Kan dia juga berbisnis, yah harus ada profitnya. Perkara promosi nya laku atau enggak, bikin harga sahamnya naik atau enggak urusan nomor 2, market yg akan menentukan. Misal dia beli harga 1.000 per lembar, targetnya bisa dpt 1.200 dlm 1 minggu. Caranya dia ikutlah promosikan emiten saham yg dia beli. Entah pakai isu RI atau Akusisi atau apapun. Atau byk juga tuh yang promosi pakai cara2 technical / chart2 / tarik2 garis MA / analisa2 broksum ato yg lain. Kl persepsi goreng2 saham kayak pembukaan di atas, kena tersangka semua dong ini Investor2. Bahkan influencer-influencer saham yang sampai buka kelas atau grup WA harus jadi tersangka juga itu goreng-goreng saham. Sampai ada yg bilang mimpi / dpt ilham / info A1, ini saham bakal jd sekian.

Untuk UW pun harusnya berlaku hal yg sama, bisa kena tersangka juga itu kl persepsinya kayak yg di atas. Setiap hari UW/broker merekomendasikan saham favorit toh?

Isu Goreng Saham ini kan karna Menkeu Purbaya yang broadcast waktu ditanya oleh media. Dan momen nya ketika Indonesia kena isu soal MSCI. Bahkan kl skrg kepolisian mulai agak garang ngangkat2 isu "goreng saham" (yg menurut saja juga byk salah persepsi), kemarin2 kemana aja Pak? Apa mau terlihat pahlawan? Atau dpt siram-siraman jadi gak di follow up yg sudah jelas2 berkasus?

Padahal kalau menurut saya, harusnya ke 2 benang merah ini saja (atau kl ada yg terpikir ide lain, silahkan):

1. Permasalahan Data Free Float, Transparansi Data dan Akuntabilitasnya

2. Kelayakan Emiten
Untuk nomor 2 ini byk kasus. Misalnya emiten tidak layak IPO, jd lolos IPO karna kejar target jumlah IPO tahunan. Atau yang susah lama suspen / saham gocap (berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun), masih aja ada dlm list bursa, tanpa ada tindakan tegas bursa.

So, mari kita lebih analisa dl isu nya apa. Jangan sampai salah sasaran, jadi tidak menyelesaikan pokok / akar permasalahannya / hanya cari korban. Setelah mereda, brp bulan lagi, balik lagi isu yg sama (cuman ganti player)...

Salam Cuan...

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy