imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INET
📅 Timestamp: 03 Feb 2026 23:50 WIB | 💰 Last Price: Rp376

🚦 PHASE STATUS: MARKUP → MASUK FASE DISTRIBUSI RINGAN, BUKAN PANIC MARKDOWN (BELUM)

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Secara struktur, INET sudah naik multi-bagger dalam 1 tahun (±270% YoY) dengan valuasi sangat mahal (PER ratusan kali, EV/EBITDA >100x, PSR dan PB tinggi). Kenaikan terbaru dibakar katalis rights issue jumbo Rp3,2T yang oversubscribed + berita akuisisi PADA, sehingga idealnya kita main taktis, bukan nikah lama.


Di hari ini harga rebound tajam +17,5% dari area oversold, volume tebal, dan dari data broker summary yang Anda kirim tampak ada big accumulation di top broker, tapi harga masih di bawah MA20–MA50 harian (trend pendek masih turun). (sumber: screenshot pengguna)

🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp330 – Rp350

The Logic:

Area ini mendekati support dinamis dari lower band dan area demand yang sebelumnya menjadi base sebelum kenaikan terakhir; di bawah 330 mulai masuk area “value” jangka pendek dibanding high terakhir di sekitar 600–700. (sumber: screenshot TradingView)

Di sekitar 330–350 ini juga kurang-lebih mendekati average akumulasi baru pasca-rights/aksi korporasi, terlihat dari volume besar beberapa hari terakhir saat harga diborong di rentang 320–360; jika harga ditarik turun lagi tapi volume tetap tinggi dengan bid kuat, itu indikasi akumulasi senyap lanjutan, bukan buang barang. (sumber: screenshot Stockbit)

Konservatif berarti kita tunggu momen “guyuran sehat”: candle merah dengan shadow bawah panjang, volume mengecil dibanding hari ini, RSI tetap bertahan di atas low sebelumnya—itu tanda bandarnya cuma shakeout ritel lemah, bukan cabut total. (sumber: screenshot indikator)

Eksekusi teknis:

Entry bertahap (misal 30%–40%–30%) di 350 → 340 → 330, bukan sekali tembak.

Hindari ngantri bid terlalu naik (haka bid) di pembukaan; biarkan market maker nurunin barang dulu.

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Break di atas Rp400 dengan volume minimal ≥1,5x rata-rata 20 hari dan offer tipis cepat habis. (sumber: screenshot volume)

The Logic:

Level 400 kurang-lebih satu zone dengan resistance minor (dekat MA20/MA50 dan area breakdown sebelumnya). Tembus 400 dengan volume besar artinya bandar siap lanjutkan mark-up fase 2 pasca-rights issue dan akuisisi. (sumber: screenshot TradingView)

Syarat:

Tape di orderbook menunjukkan offer 395–400 disapu bersih oleh beli agresif (banyak HAKA, bukan saling lempar sesama broker geng).

Setelah tembus 400, harga mampu bertahan minimal 2–3 candle 5 menit di atas 395 (no langsung dibanting balik), menandakan bukan cuma pancingan fake breakout.

Plan B cocok buat yang main momentum intraday/swing pendek dengan money management ketat, karena di atas 400 risk–reward langsung lebih sempit.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: ±1:2 s/d 1:3)
Anggap average buy konservatif di Rp340 dan aggressive trigger di 400 sebagai skenario berbeda.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade):

Konservatif: Rp410–420 (+20%–24% dari 340)

Agresif: Rp430–440 (+7%–10% dari 400)
Reason:

Area ini dekat cluster resistance: MA di timeframe harian, juga zone konsolidasi sebelum breakdown terakhir, sehingga wajar ada supply ritel yang nyangkut yang akan keluar begitu BEP. (sumber: screenshot chart)

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot):

Target: Rp480–520

Dari 340 = +41%–53%; dari 400 = +20%–30%.
Reason:

Sekitar 480–520 mendekati area fair value spekulatif berdasarkan konsensus analis (target 1Y ~590, price kini 376) tapi kita ambil diskon safety; di sini risk reward masih menarik tanpa berharap ke pucuk 600–700 yang sudah terbukti jadi area buang barang.


Secara teknikal ini juga zona supply berat (bekas topping sebelumnya) di mana banyak big player cenderung trim posisi. (sumber: chart)

🔴 STOP LOSS (Hard Limit):

Konservatif: Rp300 (sekitar -12% dari 340)

Agresif: Rp360 (sekitar -10% dari 400)
Note:

Di bawah 300, harga menembus base demand terakhir + lower band harian, berarti skenario “akumulasi lanjut” gugur dan berubah jadi panic markdown lanjutan; kita tidak mau jadi karung penampung ketika bandar cabut modal setelah rights issue & akuisisi selesai pricing-in. (sumber: chart & news)

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Bisnis
INET pemain jasa internet & solusi jaringan (data center interconnect, SD-WAN, colocation, managed network) di segmen enterprise, bukan ISP rumahan biasa. Secara makro, tema digital infra & konektivitas Indonesia masih panjang (data, cloud, fiber, 5G), tapi untuk skala sekecil INET, faktor valuasi & likuiditas lebih dominan daripada makro.

Kinerja fundamental: Pendapatan 2024 sekitar Rp30,4 miliar dengan laba bersih ±Rp1,3 miliar; tumbuh YoY tapi masih sangat kecil terhadap market cap triliunan, bikin metrik PER dan EV/EBITDA mereka tampak “langit-langit”. Jadi narasi yang menggerakkan harga saat ini lebih ke growth & corporate action narrative, bukan ke solid earnings seperti blue chip.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
Financial Statements Full Year 2024: Laba Naik, Skala Masih Mini

INET membukukan pendapatan 2024 Rp30,4 miliar (+5,2% YoY) dan laba bersih Rp1,3 miliar (+48,6% YoY).


Dampak: Positif untuk story pertumbuhan (profit sudah konsisten dan naik), tapi secara valuation earning ini tidak justify market cap >Rp2–4 triliun; PE, EV/EBITDA, dan EV/Revenue mereka berada di level high-growth tech global, padahal scale-nya masih lokal niche.

IMPACT: Positif untuk sentiment growth, Negatif dari sisi valuasi (overpriced).

Rights Issue Rp3,2 Triliun – Oversubscribed

Rights issue jumbo Rp3,2T oversubscribed menunjukkan minat institusi/sophisticated investor yang cukup besar terhadap strategi ekspansi digital infra perusahaan.


Dengan ekuitas sebelumnya hanya sekitar Rp215–216 miliar, rights issue sebesar ini akan menggemuk neraca, mengurangi leverage, dan memberi amunisi besar untuk capex & akuisisi (termasuk PADA).


Namun, rights issue juga berarti dilusi besar untuk pemegang lama; jika kenaikan harga terlalu jauh di atas harga rights, bandar punya ruang bermain volatil (mark-up → distribusi).

IMPACT: Positif untuk balance sheet & ekspansi, tapi berisiko jadi “katalis harga goreng”.

Rencana Akuisisi 53,57% Saham PADA (PT Personel Alih Daya Tbk)

INET akan akuisisi 53,57% PADA senilai Rp106,39 miliar (±29,41% dari ekuitas INET per 30 Sep 2025).


Transaksi ini material namun di bawah 50%, jadi tidak butuh RUPS, hanya crossing nego; artinya eksekusi bisa relatif cepat dan “terkontrol”.


Strateginya: memperluas bisnis dari layanan digital/network menjadi ekosistem “human-tech” (outsourcing & manajemen SDM berbasis teknologi), plus menyokong proyek fiber to the home (FTTH) di Bali, Lombok, Kalbar.


Dari sisi cashflow, jika PADA punya arus kas operasional kuat dan recurring, sinergi bisa memperbaiki kualitas pendapatan INET ke depan; tapi sementara ini pasar lebih reaktif ke headline akuisisi dibanding detail valuasi PADA.

IMPACT: Positif medium–long term (diversifikasi & sinergi), tapi jangka pendek jadi bahan spekulasi.

Valuasi: Mahal Secara Earnings, “OK” Relatif PB vs Peers

Beberapa data menunjukan PB sekitar 12x, EV/Revenue 55,5x, dan EV/EBITDA 106,8x, dengan PS ratio sekitar 37,6x, lebih tinggi dari rata-rata peers, walaupun PB masih sedikit di bawah peer average 19,6x.


Ini menandakan pasar sudah price-in growth yang sangat agresif; jika eksekusi rights issue + akuisisi tidak seindah narasi, ruang koreksi dalam selalu terbuka.

IMPACT: Negatif untuk investor value, tetapi netral-positif untuk trader gorengan (volatilitas tinggi = peluang).

Jika diringkas: katalis berita kuat dan real, tapi fundamental masih kecil vs valuasi; pergerakan harga saat ini lebih banyak dikendalikan oleh market maker + sentimen korporasi, bukan investor value jangka panjang.


⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY (Untuk trader yang siap disiplin cutloss & paham risiko gorengan)
🌡️ Risk Profile: High Risk
⭐ Confidence Score: 72%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:

Katalis kuat & fresh: Rights issue jumbo oversubscribed + akuisisi PADA sebesar 53,57% menjadikan INET story growth & ekspansi human-tech ecosystem, dengan neraca modal jauh lebih kuat untuk gas proyek FTTH dan layanan jaringan.


Trend jangka menengah masih naik: Saham sudah naik >270% setahun terakhir, menandakan ada “tangan kuat” yang mengawal; pullback tajam terbaru justru membuka ruang re-entry jika bandar memang ingin lanjutkan siklus mark-up setelah fase shakeout.


[+] Bullish Factor (Tambahan):

Likuiditas tinggi & minat institusi/korporasi ada: Rights oversubscribed dan nilai market cap triliunan dengan free float besar membuat saham ini menarik untuk bandar mainkan; likuiditas memadai untuk masuk–keluar dalam size lumayan.

[-] Bearish Risk:

Valuasi sangat premium: Revenue & laba masih kecil (pendapatan 2024 hanya Rp30,4 miliar, laba Rp1,3 miliar) dibanding market cap dan EV yang sudah melambung, sehingga setiap kegagalan eksekusi ekspansi bisa memicu koreksi dalam.

Potensi fase distribusi lanjutan: Setelah mark-up panjang dan katalis besar dirilis ke publik, sangat wajar jika sebagian big player mulai “realize” lewat distribusi bertahap; ritel yang terlambat masuk di pucuk rights/akuisisi rawan jadi exit liquidity. (sumber: pola teknikal & psikologi pasar)

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan kejar HAKA di atas 400; biarkan kalau pagi ada euforia, kita tunggu tarik-turun ke area 330–350, baru cicil masuk sambil pantau apakah bid tetap tebal dan distribusi broker besar mereda."

⚠️ Disclaimer: Ini adalah hasil bedah data dan pola pergerakan harga, bukan ajakan membeli atau menjual. Semua keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing trader.

$ARCI $CTTH

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy