imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BRPT
📅 Timestamp: 3 Feb 2026, 23:34 WIB | 💰 Last Price: Rp1.980

🚦 PHASE STATUS: PANIC MARKDOWN CEPAT → EARLY RELOAD (BIG ACC TURUNIN AVERAGE)

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Dari daily chart: BRPT turun hampir lurus dari kisaran 3.400–3.900 (September 2025) ke low ±1.850 pada 2 Feb 2026 (-45%+), lalu hari ini mantul +7,6% ke 1.980 dengan volume 157M (di atas rata-rata). Di Stockbot, broker panel hari ini jelas: Top 3 & Top 5 Big Acc, Average Big Acc, Net Buy +520 ribu lot—smart money mulai nampung di bawah setelah jualan panjang sebelumnya. (data screenshot Anda)

Fundamental 2025 justru meledak: 9M25 revenue US$5,564M (+232% yoy), EBITDA US$2,219M (+421%), net profit after tax US$1,819M (+2.882% yoy), didorong konsolidasi akuisisi Aster Chemicals (ACE) di segmen petrokimia dan kinerja lebih kuat di Barito Renewables (geotermal). Penilaian MarketScreener: PER 2025 sekitar 30x, 2026 99,8x (karena one-off bargain purchase di 2025); artinya laba 2025 sangat tinggi tapi tidak berulang sepenuhnya. UBS beri rating Netral dengan target Rp2.180 (SOTP: EV/EBITDA 12x bisnis RE, DCF petrokimia). Jadi: fundamental bagus, tapi euforia 2025–awal 2026 sudah over-shoot, sekarang pasar lakukan repricing sembari institusi geser posisi.

🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry Swing – Buy Fear, Not Knife)
Buy Area: Rp1.850 – Rp1.930

The Logic:

1.840–1.900 adalah zona support terbaru: data harga historis menunjukkan 2 Feb 2026 BRPT ARB ke 1.855 dari 2.160 dengan volume 137,5M (-14,8%), hari ini langsung dibalas candle hijau +7,6% ke 1.980. Area ini biasanya menjadi “capitulation low” di mana panic sell ritel puncak, lalu big money mulai reload.

Secara teknikal daily, 1.850–1.930 berada di dekat lower Bollinger dan jauh di bawah MA20/50—statistiknya, bounce jangka pendek 10–20% sering terjadi dari kondisi oversold ekstrim seperti ini, apalagi dengan konfirmasi volume besar + Accum/Dist berbalik hijau. (lihat histogram & RSI di chart Anda)

Dari sisi valuasi, dengan target UBS Rp2.180 dan high akhir Januari 2.450–2.700, beli di bawah 1.900 memberi diskon 10–20% dari fair value yang konservatif, sambil mengantisipasi noise bahwa laba 2025 partly one-off.

Eksekusi teknis:

Tunggu intraday pullback: jangan kejar 2.000; biarkan harga tes ulang 1.880–1.930 besok/ beberapa hari ke depan.

Entry bertahap: 50% size di 1.900–1.930, 50% di 1.850–1.880; kalau 1.840 jebol dengan volume besar, tahan peluru, jangan dipaksa.

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum Reversal Pendek)
Buy Area (Trigger): Rp2.050 – Rp2.120

The Logic:

2.050–2.100 = resistance intraday (gap breakdown 2.160→1.855 dan high hari ini 2.000). Menembus area ini berarti panic markdown sudah selesai, dan BRPT mulai masuk fase relief rally menuju area fair value analis (2.180–2.300).

Syarat momentum valid:

Harga tembus 2.050 dan mampu tutup 1 candle 30m–1h di atas 2.080.

Volume intraday ≥150–200M saham (≥ rata-rata hari ini).

Acc/Dist (di Stockbot) tetap Big Acc, bukan berubah Dist ketika menyentuh 2.100 (kalau berubah, artinya bandar justru jualan di atas).

Setup ini cocok buat trader yang mau ride bounce 1–5 hari tanpa nunggu bottom sempurna.

Eksekusi teknis:

Pasang buy stop 2.050–2.080; target cepat 2.180–2.250, risiko kecil jika false break.

Kalau setelah breakout 2.080 harga kembali close <2.000 dengan volume besar, treat as bull trap: cut.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward ± 1:2 dari entry konservatif 1.900)
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp2.180 – Rp2.250 (+15–18%)

Reason:

2.180 = target UBS dan area gap breakdown dari 2.200+ ke 2.160; banyak floating loss pendek di range 2.160–2.300 yang akan jual ketika balik mendekati modal.

Untuk scalp 1–2 minggu pasca rebound, ini level take profit ideal tanpa terlalu serakah.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp2.500 – Rp2.700 (+32–42%)

Reason:

2.500–2.700 adalah zona trading range akhir Des 2025–Jan 2026 sebelum breakdown; juga mendekati high 2.700 yang dicatat MarketScreener Januari.

Hanya kejar TP2 jika:

Sentimen global petrochemical & renewables positif,

Laporan FY25 menegaskan bahwa bagian besar laba (di luar bargain purchase) tetap kuat,

Tidak ada berita negatif baru terkait leverage atau regulasi lingkungan.

🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp1.720 – Rp1.750 (-8–10% dari 1.900)

Note:

1.720 adalah support minor terlihat di chart Anda sebagai weak low sebelumnya; jebol dengan volume tinggi berarti fase markdown belum selesai dan harga berpotensi lanjut ke 1.500–1.600.

Jebol 1.720 = tesis “capitulation low 1.850” invalid; big money jelas tidak defend area ini → keluar, jangan tunda.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Bisnis
BRPT adalah holding petrochemical–energi: pemilik Chandra Asri (petrokimia) dan Barito Renewables (geothermal & RE), plus exposure ke energi lainnya. Secara makro:

Petrokimia global 2024–2025 mulai recovery dari siklus margin rendah, tapi masih fluktuatif.

Renewable energy (geothermal) di Indonesia justru sedang naik daun dengan dukungan kebijakan dan proyek tambahan kapasitas.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
Ledakan Kinerja 9M25 (Laba Naik Hampir 30x) – IMPACT: Positif Besar tapi Partly One-Off

9M25: revenue US$5,564M (+232% yoy), EBITDA US$2,219M (+421%), net profit after tax US$1,819M (+2.882% yoy).


Pendorong utama:

Konsolidasi akuisisi ACE (Aster Chemicals & Energy) di segmen petrokimia (penambahan sub-segmen refinery).

Kontribusi lebih tinggi dari Barito Renewables (output geothermal naik, ekspansi Salak Binary, retrofit & unit baru).

Namun manajemen sendiri menegaskan adanya bargain purchase accounting dari akuisisi ACE yang mendorong laba 2025; artinya laba 2026 akan turun ke level lebih normal walau tetap kuat secara operasional.


Ekspansi Besar Barito Renewables (BREN) – IMPACT: Positif Struktural

Barito Renewables menginvestasikan US$365M untuk menambah kapasitas 112MW geothermal melalui proyek Salak Binary, Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit beberapa unit eksisting.


COD beberapa proyek jatuh di 2025–2026 (Salak Binary sudah COD Feb 2025, retrofit & unit lain menyusul hingga 2026), meningkatkan kontribusi EBITDA energi terbarukan yang stabil & premium.

Ini menjadi pilar utama narasi energy transition yang membuat BRPT menarik untuk investor ESG & jangka panjang.

Penilaian Analis & Valuasi – IMPACT: Netral ke Positif

MarketScreener menilai PER 2025 ~30x dan 2026 ~99,8x (est), mencerminkan ekspektasi normalisasi laba pasca bargain purchase.


UBS memberi rating Netral dengan target Rp2.180 per saham, meng-highlight volume penjualan tumbuh CAGR 4% 2024–2027 dan laba petrokimia kembali positif.


Jadi pada 2.400–2.700 saham ini memang agak rich; koreksi ke bawah 2.000 membawa harga mendekati fair value konservatif.

Tekanan Harga Terbaru (Profit Taking & Repricing) – IMPACT: Negatif Jangka Pendek

Data harga: 30–31 Jan 2026 BRPT turun dari 2.280 ke 1.840–2.160, 2 Feb 2026 jatuh -14,81% ke 1.855 dengan volume 137,5M (selling climax).

Tekanan ini terjadi bersamaan dengan profit-taking luas di saham konglomerasi dan kekhawatiran bahwa lonjakan laba 2025 tidak sepenuhnya recurrent.

Hari ini, rebound +7,6% ke 1.980 dengan Big Acc menandakan institusi mulai belanja diskon di tengah fear. (data Stockbot Anda)

Kesimpulan katalis:
Story besar BRPT tetap solid: kombinasi petrokimia raksasa + geothermal growth, didukung akuisisi ACE dan ekspansi BREN. Koreksi tajam akhir Januari–awal Februari adalah perpaduan profit taking dan repricing dari harga yang sempat terlalu euforia terhadap laba one-off 2025.

⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY (ACCUMULATE ON WEAKNESS, BUKAN KEJAR RALLY)
🌡️ Risk Profile: Medium (blue-chip cyclical; volatilitas tinggi tapi fundamental kuat & sangat likuid)
⭐ Confidence Score: 80%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:

Fundamental 9M25 luar biasa (revenue +232%, EBITDA +421%, laba +2.882% yoy), didukung konsolidasi ACE dan ekspansi geothermal BREN; backlog proyek RE 2025–2026 memperkuat visibility earnings jangka menengah.

[+] Bullish Factor:

Koreksi tajam ke 1.850 memicu selling climax yang langsung disambut Big Acc hari ini; level 1.850–1.930 berpotensi menjadi base baru untuk relief rally ke arah target analis Rp2.180–2.500.

[-] Bearish Risk:

Bagian besar lonjakan laba 2025 berasal dari bargain purchase akuisisi ACE; laba 2026 akan normalisasi, membuat valuasi forward (PER 2026) tampak mahal. Jika margin petrokimia melemah atau proyek RE tertunda, BRPT bisa kembali tertekan di bawah 1.800.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan HAKA BRPT di atas 2.000; biarkan pantulan hari ini disaring dulu—jemput di zona 1.850–1.930 kalau bid institusi tetap tebal dan volume tidak lagi panic, SL keras di bawah 1.720, lepas bertahap di area 2.180–2.250 kalau rebound tercapai."

⚠️ Disclaimer: Analisa ini berbasis data publik dan pola aliran dana; bukan ajakan beli/jual. Disiplin money management tetap kunci.

$ITMA $PANI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy