imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEWA
📅 Timestamp: 3 Feb 2026, 23:28 WIB | 💰 Last Price: Rp525

🚦 PHASE STATUS: MARKUP KUAT → PULLBACK SEHAT DENGAN BUYBACK & KONTRAK BARU (AKUMULASI INSTITUSI)

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Dari chart: DEWA rally dari ±300 ke puncak 800-an, lalu koreksi tajam ke low 470-an dan hari ini mantul kuat +14% ke 525 dengan volume besar, RSI mulai keluar dari oversold. (data chart Anda) Broker summary: Top 3 Normal Acc, Top 5 & Average Big Acc, Net Volume +4,27 juta lot—artinya setelah serangkaian jualan di pucuk, kini smart money kembali nampung di bawah. (data Stockbot Anda)

Fundamental sekarang kelas berat: 9M25 pendapatan Rp4,65T (+2,8% yoy), laba bersih melonjak 519% jadi Rp239,2M vs Rp38,6M; margin kotor naik dari 7,2% ke 14,5%, EBITDA 9M25 naik 84% ke Rp1,16T dan saldo laba berbalik dari defisit Rp940,2M (Jun 25) jadi surplus Rp347,3M (Sep 25). Q2 2025 sendiri sudah bukukan laba Rp168M vs Rp14,2M setahun lalu. Januari 2026 mereka juga perpanjang kontrak Arutmin life-of-mine senilai estimasi Rp10,5T (252M bcm OB + 50M ton coal) dan agresif buyback (rencana Rp429,99M, realisasi sejauh ini 63,68% di harga rata-rata Rp568,5). Ini kombinasi “fundamental melonjak + visibility kontrak panjang + dukungan buyback”.


🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry Swing / Semi-Core)
Buy Area: Rp480 – Rp510

The Logic:

Area 480–500 adalah zona demand baru: low terbaru 472 langsung direspons candle hijau panjang dengan volume tinggi, menandakan buyer institusi defend level ini (selaras dengan buyback yang rata-rata di 568,5—manajemen tidak ingin harga terlalu jauh di bawah).

Secara teknikal, 480–510 berada di sekitar MA50 daily dan menjadi retest dari breakout box Desember (resistance lama yang kini jadi support). Turun ke area ini dengan volume mulai menurun menandakan guyuran ritel / profit taking, bukan distribusi struktur.

Valuasi: dengan laba bersih 9M25 Rp239,2M dan tren Q4 masih kuat, DEWA mulai dipandang sebagai kontraktor tambang profitabel; artikel riset Bisnis menyebut potensi upside 68,5% dalam 12 bulan (target analis di atas 800). Entry di bawah 510 memberi RR menarik ke area target analis tanpa kejar pucuk.

Eksekusi teknis:

Jangan langsung all-in di 525; tunggu retrace intraday ke 490–510, lihat apakah bid di 480–500 tetap tebal dan tidak ada candle merah panjang menembus 470 lagi.

Skema: 40% size di 505–510, 40% di 490–495, 20% sisa hanya kalau ada panic test ke 480 dengan cepat tetapi langsung mantul.

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout lanjutan)
Buy Area (Trigger): Rp565 – Rp580

The Logic:

565–580 adalah zona supply minor: dekat harga rata-rata buyback (568,5) dan level breakdown awal dari tren turun 800→470.

Jika harga berhasil tembus dan tutup harian di atas 580 dengan volume besar (≥ 100–150M saham/hari), berarti:

Market sudah mencerna berita laba + kontrak Arutmin + buyback,

Seller yang panic di 500-an habis,

Bandar dan manajemen (via buyback) mendorong harga ke fase mark-up kedua menuju area target analis.

Kondisi wajib: Accum/Dist tetap hijau (Big Acc/Normal Acc), bukan berubah “Dist”; kalau breakout 580 tapi Acc/Dist merah tebal, itu sinyal bandarnya justru jualan di atas.

Eksekusi teknis:

Buy on strength: pasang buy stop 565–570, tambah posisi jika candle berikutnya masih kuat dan volume menanjak.

Jika setelah breakout 580 harga kembali close di bawah 550 dengan volume besar, treat sebagai false break dan keluar (atau minimal pangkas size).

🎯 EXIT STRATEGY (RR ±1:2 – 1:3 dari entry konservatif 500)
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp600 – Rp620 (+20–24%)

Reason:

Level 600-an adalah resistance minor & angka psikologis; juga area beberapa candle high sebelum koreksi tajam, sehingga banyak trader jangka pendek akan ambil profit di sini.


Cocok untuk yang hanya ingin ride rebound pasca berita laba dan buyback tanpa menunggu realisasi penuh kontrak Arutmin.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp740 – Rp800 (+48–60%)

Reason:

740–800 adalah zona distribusi utama saat puncak rally sebelumnya, sekaligus kisaran yang mendekati target analis (upside 68,5% dari 525).

Dengan kontrak Arutmin Rp10,5T life-of-mine dan EBITDA 9M25 Rp1,16T, valuasi di 800 masih bisa dibenarkan kalau DEWA mampu menjaga margin 14–15% dan eksekusi tanpa kendala besar.

Hanya tahan ke TP2 bila: laju laba Q4 2025/Q1 2026 tetap kuat, tidak ada issue operasional besar, dan tren komoditas batubara tidak ambruk.

🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp450 – Rp460 (-8–10% dari 500)

Note:

450–460 berada sedikit di bawah low 472; jebol level ini dengan volume besar artinya buyer (termasuk buyback) membiarkan harga turun ke base berikutnya sekitar 400–420.


Break 450 = tesis “pullback sehat pasca good news” batal; bisa jadi pasar mulai mendiskon risiko baru (misal rights issue besar atau masalah kontrak). Dalam kondisi ini, disiplin cut.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Bisnis
DEWA adalah jasa kontraktor tambang batubara (overburden removal, coal getting, hauling) dengan klien utama Arutmin dan beberapa pemilik tambang lain. Sektor kontraktor batubara masih sibuk di 2026: meski harga batubara jauh dari puncak 2022, produksi tetap tinggi dan banyak pemilik tambang fokus ke efisiensi, sehingga demand kontraktor berpengalaman seperti DEWA tetap kuat.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
Laba 9M25 Melejit 519% + Perbaikan Neraca (IMPACT: Positif Kuat)

9M25: pendapatan Rp4,65T (+2,8% yoy), laba bersih Rp239,2M (+519% yoy), margin kotor naik dari 7,2% ke 14,5%, EBITDA melonjak ke Rp1,16T (+84% yoy).


Saldo laba berbalik dari defisit Rp940,2M (Jun 25) menjadi positif Rp347,3M (Sep 25), artinya ekuitas bersih menguat signifikan; risiko “emiten sakit kronis” mulai hilang.


Q2 2025 sendiri sudah menunjukkan lonjakan laba bersih Rp168M vs Rp14,2M di Q2 2024—momentum profit sudah terbentuk sejak pertengahan tahun.


Kontrak Arutmin Rp10,5T Life-of-Mine (IMPACT: Positif Struktural, Long-Term Visibility)

19 Jan 2026, DEWA perpanjang kontrak jasa pertambangan dengan Arutmin (Kintap & Asam-Asam) senilai estimasi Rp10,5T, mencakup OB 252M bcm dan produksi batubara 50M ton.


Kontrak life-of-mine memberi kepastian backlog jangka panjang, mengurangi kekhawatiran pasar soal sustainability order book dan memaksa rerating valuasi dari “turnaround” ke “growth with visibility”.

Program Buyback Besar & Sentimen Analis (IMPACT: Positif Sentimen)

DEWA menjalankan program buyback total Rp429,99M; hingga laporan terakhir, baru terealisasi 63,68% dengan harga rata-rata pembelian Rp568,5/saham.



Artinya manajemen menganggap nilai wajar di atas harga sekarang (525) dan masih ada amunisi buyback yang bisa jadi “bid besar” saat harga ditekan.

Artikel Bisnis menyebut target harga 12 bulan dengan upside 68,5% dari level sekitar 525, berdasarkan lonjakan laba dan prospek kontrak; rekomendasi mereka BUY.


Rencana Ekspansi & Potensi Pendanaan (Rights Issue?) (IMPACT: Positif Jangka Panjang, Risiko Dilusi)

Manajemen bicara soal fase “reshaping the future”: ekspansi lebih agresif, digitalisasi, penggunaan EV di tambang, dan penguatan daya saing jangka panjang.

CNBC mengangkat bahwa kontraktor tambang, termasuk DEWA, sedang mengincar dana segar rights issue untuk ekspansi 2026; jika terealisasi, bisa positif untuk kapasitas tapi berisiko dilusi jika pricing tidak menarik.


Bottom line katalis:
DEWA sekarang bukan lagi emiten bakrie sakit-sakitan; laba melonjak, backlog kontrak jumbo, balance sheet membaik, dan manajemen agresif buyback. Koreksi 800→470 lebih ke profit taking setelah rally & noise pasar (trading halt MSCI) ketimbang hancurnya story.

⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY → SUITABLE AS AGGRESSIVE CORE SWING
🌡️ Risk Profile: Medium–High (siklus batubara + potensi aksi korporasi, tapi fundamental kuat & likuid)
⭐ Confidence Score: 85%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:

Laba 9M25 naik 519%, margin kotor lompat ke 14,5%, EBITDA >Rp1T, saldo laba berbalik positif; kontrak Arutmin Rp10,5T life-of-mine mengunci pendapatan jangka panjang, plus buyback besar dengan avg price di atas harga sekarang.

[+] Bullish Factor:

Pullback tajam dari 800 ke 470 langsung disambut akumulasi Big Acc + program buyback; teknikal menunjukkan potensi rebound lanjutan dari demand zone 480–510 selama 450 tidak jebol. (data Stockbot & chart Anda)

[-] Bearish Risk:

DEWA masih sangat tergantung siklus batubara & kontrak major seperti Arutmin; jika harga batubara jatuh dalam atau terjadi masalah operasional/ hukum, margin bisa cepat menyempit dan target analis tidak tercapai. Potensi rights issue untuk ekspansi juga membawa risiko dilusi jika tidak di-manage dengan pricing sehat.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan HAKA DEWA di atas 550; biarkan market tarik napas dulu—jemput di range 480–510 kalau bid tetap tebal dan tidak ada candle merah tembus 450, lalu siap tambah agresif hanya jika 580 tembus dengan volume besar dan Accum/Dist masih hijau."

⚠️ Disclaimer: Analisa ini berbasis data publik & perilaku orderflow; bukan rekomendasi pasti. Keputusan jual-beli sepenuhnya di tangan masing-masing trader.

$HRTA $MHKI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy