imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BULL
📅 Timestamp: 3 Feb 2026, 23:21 WIB | 💰 Last Price: Rp448

🚦 PHASE STATUS: MARKUP SELESAI → PULLBACK SEHAT (AKUMULASI LANJUT DI BUY THE DIP)

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Secara struktur, BULL sudah rally panjang dari area 250–300 ke high sekitar 650–680 lalu terkoreksi 3–4 candle merah ke low ~400 sebelum hari ini rebound +6–7% ke 448. Volume masih tinggi (±600–900M saham/hari di chart Anda), dan broker summary menunjukkan Top 1–Top 3 Small Acc, net volume harian +1,07M lot walau label global masih “Dist”—artinya: distribusi besar di pucuk sudah lewat, tapi sekarang ada akumulasi bertahap di bawah oleh pemain yang lebih sabar (bukan lagi kejar pucuk). (data Stockbit Anda)

Fundamental masih kuat: 6M25 revenue USD69,95 juta vs USD77,87 juta (sedikit turun), tapi 9M25 revenue Rp1,79T naik 15,2% yoy, laba bersih 3Q25 Rp213,3 miliar naik dari 190,7 miliar. Margin sempat tertekan di 1H25 (laba turun ke Rp131,9 miliar vs Rp316,1 miliar tahun sebelumnya), tapi Q3 sudah pulih. Katalis besar 2026: kapal tanker LNG jumbo pertama (MT Gas Garuda) resmi datang dan siap kontribusi penuh mulai 2026, plus BULL ikut tender 3 proyek FPSO global. Jadi ini bukan gorengan kosong; ini shipping cyclical dengan growth story LNG.

🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry Swing)
Buy Area: Rp420 – Rp435

The Logic:

Di daily chart Anda, area 410–430 adalah zona demand baru: candle hijau panjang terakhir memantul dari ±413, tepat di sekitar lower Bollinger dan dekat MA50 harian; ini biasanya area di mana institusi defend posisi setelah markup awal.

Secara price structure, level 420–430 adalah bekas breakout box Oktober–November (resistance lama yang sekarang jadi support); turun ke sini tapi tidak ditembus menunjukkan retest sehat sebelum potensi leg up berikutnya.

Dari sisi tape, hari ini beli terbesar justru datang dari broker yang statusnya Small Acc, bukan Big Dist; drop kemarin lebih ke panic sell ritel yang telat masuk 550–600, bukan bandar kabur. (terlihat di hist Accum/Dist yang masih positif 3,64B di Stockbit).

Entry di 420–435 beri SL ketat di bawah 400 tapi masih kasih upside lebar ke 520–560. Cocok untuk swing 2–6 minggu, bukan scalping.

Eksekusi teknis:

Tunggu market tarik napas besok: kalau open langsung lompat di atas 460, jangan buru-buru; biarkan price retrace ke 430-an dulu.

Cicil: 50% size di 430–435, 50% di 420–425; kalau ternyata tidak turun dan malah langsung lari dari 450 ke atas 480 dengan volume besar, Anda bisa pakai Plan B (momentum).

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp480 – Rp490

The Logic:

Area 480–500 adalah resistance minor hasil breakdown dari candle merah kedua (puncak koreksi); juga dekat MA20 yang sekarang menekuk ke bawah.

Break & hold di atas 480 menunjukkan seller yang menekan 500–530 beberapa hari terakhir sudah habis, dan bandar siap melanjutkan leg kedua mark-up seiring makin dekatnya kontribusi penuh kapal LNG & potensi kabar FPSO.

Syarat:

Harga tembus 480 dan bertahan minimal satu candle 30m di atasnya,

Volume intraday > rata-rata 20 hari (lihat histogram; kira-kira ≥600–700M saham/hari),

Accum/Dist tidak berbalik merah besar (kalau break 480 tapi Acc/Dist harian merah “Dist”, itu bull trap).

Eksekusi teknis:

Pasang buy stop 480–485, jangan kejar di 500+ kalau breakout sudah telat.

Kalau setelah tembus 480 harga close lagi di bawah 460 dengan volume besar, anggap false break → keluar ringan, jangan nunggu skenario panjang.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward ± 1:2 – 1:2,5 dari entry konservatif 430)
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp500 – Rp520 (+16–21%)

Reason:

Zona 500–520 adalah supply terdekat: beberapa kali jadi area high harian akhir Januari (510–530) sebelum koreksi; di sana banyak short-term player nyangkut yang akan keluar ketika balik modal.


Cocok buat trader yang mau ambil profit cepat 1–2 minggu dan tidak mau menanggung risiko news/event tanker/FPSO.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp560 – Rp600 (+30–40%)

Reason:

560–600 adalah area sebelum puncak terakhir 650–680 dan mendekati upper Bollinger daily; ini kemungkinan besar jadi zona distribusi baru kalau tender FPSO / berita LNG bikin euforia.

Bisa dibidik hanya jika:

Laporan 4Q25/1Q26 tetap menunjukkan laba besar (quarterly net profit tidak drop lagi seperti di Q2 2025),

Berita LNG tanker & pipeline FPSO ramai di media dan fokusnya positif (kontrak dimenangkan, bukan sekadar ikut tender).

🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp395 – Rp400 (-7–8% dari 430)

Note:

395–400 adalah low spike koreksi terakhir; jebol dengan volume besar artinya buyer yang defend 410–420 menyerah, dan saham berpotensi turun ke base berikutnya di 350–360.

Jebol 395 = tesis “pullback sehat dalam uptrend” berubah jadi “reversal trend”; jangan ditahan karena shipping cyclical bisa sideways berbulan-bulan jika sentiment tanker & LNG melemah.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas
BULL adalah tanker operator (produk & crude oil, FSO, FPSO) yang sedang agresif masuk LNG shipping. Sektor tanker lagi golden era sejak 2023: disrupsi rute akibat perang, sanksi, dan pergeseran sumber minyak/LNG bikin ton-mile demand tumbuh 2–3x lebih cepat dari volume fisik; BIMCO memproyeksikan ton-mile oil tanker growth 3% CAGR dari 2024 dengan pertumbuhan LNG carrier yang ketat (permintaan 140–155 kapal baru 2026–2027, supply hanya 120–140 dan banyak kapal tua akan di-scrap). Ini structural tailwind buat BULL.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
Laba 2025 Masih Kuat Meski Volatile (IMPACT: Positif Moderat)

1H25: revenue USD69,95 juta vs USD77,87 juta (turun), laba bersih turun ke USD8,12 juta dari USD19,25 juta; margin tertekan oleh naiknya beban langsung.


Q2 2025: laba bersih Rp131,9 miliar vs Rp316,1 miliar di Q2 2024.


3Q25 justru membaik: revenue 9M25 Rp1,789,6T naik 15,2% yoy, laba bersih 3Q25 Rp213,3 miliar naik dari Rp190,7 miliar; tren menunjukkan normalisasi setelah tekanan 1H25.

Jadi, fundamental bukan super-bullish seperti 2022–2023, tapi masih relatif kuat; koreksi harga belakangan lebih ke re-pricing ekspektasi, bukan hancurnya bisnis.

Masuk LNG Game: Kedatangan Kapal LNG Jumbo (MT Gas Garuda) (IMPACT: Positif Strategis)

Desember 2025, BULL resmi menerima kapal tanker LNG pertama, MT Gas Garuda, kapasitas 145.914 CBM (panjang 285,4m), satu kapal LNG besar untuk rute domestik dan internasional.

Kapal ini akan kontribusi penuh ke pendapatan 2026, memberi diversifikasi dari oil ke LNG di tengah pertumbuhan permintaan LNG global 58 juta ton/tahun sampai 2027.

BULL juga sedang ikut 3 tender FPSO dan mengantisipasi 2 di antaranya tuntas Q2 2026; jika dapat kontrak, ini bisa jadi katalis rerating besar (FPSO kontrak multi-year).

Perubahan Kepemilikan: Investor Tambah Porsi (IMPACT: Positif Sentimen)

IPOT mencatat: investor bernama Wong Kevin menambah 4 juta saham BULL pada 17 Des 2025 di harga Rp418, menambah porsi dari 1,90% ke 1,92%.


Memang penambahan kecil, tapi memberi sinyal bahwa ada pemain institusional/strategis yang mau top-up di area 400-an, bukan cuma trader ritel.

Laba Mengempis vs Puncak 2024, Risiko Normalisasi Tarif (IMPACT: Negatif Menengah)

Penurunan laba dari 316,1 miliar di Q2 2024 ke 131,9 miliar di Q2 2025 menunjukkan bahwa super profit era tanker 2022–awal 2024 mulai normal; charter rate tidak lagi se-euforia puncak.

Kalau global freight & tanker rate turun lebih lanjut atau supply kapal baru membludak, margin BULL bisa tertekan lagi meski LNG growth ada.

Kesimpulan katalis:
BULL punya kombinasi: fundamental masih solid, pipeline LNG & FPSO kuat, tailwind sektor tanker + LNG, tapi laba sudah lewat puncak siklus dan harga saham sudah price-in sebagian besar kabar baik itu. Koreksi beberapa hari terakhir lebih seperti rebalancing setelah rally ketimbang berakhirnya story.

⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY / CORE SWING (untuk trader yang nyaman dengan siklus kapal)
🌡️ Risk Profile: Medium–High (cyclical + volatilitas, tapi bukan gorengan murahan)
⭐ Confidence Score: 82%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:

Katalis 2026 kuat: kapal LNG jumbo mulai kontribusi, tender FPSO berpotensi mengunci kontrak multi-year, ton-mile oil & LNG diproyeksikan tumbuh sementara supply kapal terbatas—support jangka menengah buat tarif & utilisasi BULL.

[+] Bullish Factor:

Koreksi dari 650-an ke low 400 disertai akumulasi Small Acc & investor yang tambah porsi di 418; secara teknikal, 410–430 jadi demand zone baru yang menarik untuk buy the dip selama 395 tidak jebol.

[-] Bearish Risk:

Laba sudah turun signifikan dibanding puncak 2024; kalau rate tanker & LNG melemah atau tender FPSO gagal, market bisa reprice BULL ke level lebih rendah, dan pullback sekarang bisa lanjut jadi downtrend ke area 350–360.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan kejar BULL kalau dibuka gap up di atas 470; tunggu tarik turun ke range 420–435, pastikan bid tetap tebal dan 395 tidak ditembus, baru akumulasi bertahap—siap agresif hanya jika 480 tembus dengan volume jumbo."

⚠️ Disclaimer: Analisa ini bersifat edukatif dan spekulatif. Segala keputusan jual-beli sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing trader.

$DKFT $ARCI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy