$PWON
📅 Timestamp: 3 Feb 2026, 23:09 WIB | 💰 Last Price: Rp366
🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION → AWAL MARKUP PELAN (BIG MONEY NAIK LIFT PELAN-PELAN)
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Secara struktur, PWON beda kelas dibanding gorengan: market cap besar, bisnis mall–office–hotel berkualitas, dan fundamental masih sangat sehat (laba 9M25 Rp1,73T, naik yoy; revenue 9M25 Rp5,12T, naik 6,9%). Harga sekarang 360–370 sebenarnya masih di zona diskon versus valuasi analis (upside konsensus ±40–50% dari harga sekarang).
Di tape hari ini, price range 358–366 dengan volume sekitar 58M saham dan broker summary menunjukkan Small Dist di Top 1, sementara rata-rata broker masih netural—artinya ada rotasi distribusi jangka pendek dari big dealer, tapi belum ada tanda panic sell; lebih ke "ngurangin barang" di range atas setelah swing pendek dari 340-an. (sumber: screenshot Anda).
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry Investor/Trader Swing)
Buy Area: Rp352 – Rp360
The Logic:
Daily chart menunjukkan zona 338–341 sebagai demand kuat (base rebound besar dengan volume tinggi, titik low spike yang langsung dibalas candle hijau besar). Area 352–360 adalah retest atas dari demand box itu plus dekat MA20/MA50 harian—area ini secara struktur jadi “value zone” di mana institusi biasanya top-up.
Di intraday 15m, 356–360 berkali-kali jadi lantai konsolidasi sebelum price naik ke 366; berarti ini area average akumulasi pendek smart money hari ini. Turun ke area ini with low volume = guyuran ritel / partial take profit, bukan distribusi serius.
Masuk di 352–360 kasih kombinasi: dekat support teknikal, risk SL tipis di bawah 340, dan upside lebar ke area 390–400. Cocok untuk swing 1–4 minggu.
Eksekusi teknis:
Split entry: 50% size di 360–362 kalau bid tebal, sisa 50% pasang antre di 352–356 untuk nyari harga diskon saat market koreksi IHSG / profit taking.
Pastikan saat harga test 352–356, volume mengecil dan tidak ada candle merah panjang tembus 340—kalau breakdown dengan volume meledak, tahan dulu, jangan nangkap pisau.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp376 – Rp382
The Logic:
Area 376–382 adalah range supply pendek beberapa minggu terakhir; historical data nunjukkan setiap kali price tembus 380 dengan volume >30–40M, sering lanjut ke 390–400.
Break 380 sekaligus berarti harga reclaim area distribusi kecil Desember–Januari; kalau tembus dan bertahan, itu sinyal bandar siap mark-up pelan sambil distribusi di harga lebih tinggi.
Syarat wajib:
Harga tutup minimal 1 candle 30m di atas 380,
Volume intraday sudah melampaui volume rata-rata 20 hari (±30–40M saham) dan Accum/Dist mulai berbalik mengarah ke net Acc di broker summary. (lihat panel Accum/Dist di Stockbit/TradingView Anda).
Eksekusi teknis:
Pasang buy stop 376–380, jangan HAKA jauh di atas 380.
Kalau setelah tembus 380 harga balik dan hari itu close di bawah 372 dengan volume besar, treat sebagai false breakout: keluar, jangan maksa.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward ~ 1:2 – 1:3 dari Entry Konservatif 360)
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp384 – Rp392 (+7–9%)
Reason:
384–392 adalah resistance minor yang beberapa kali jadi high harian dalam 1–2 bulan terakhir (historical: beberapa close di 388–392 dengan cepat memantul turun).
Ini area di mana short-term trader biasanya ambil profit; likuiditas besar, cocok untuk scalp 1–5 hari.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp410 – Rp440 (+14–22%)
Reason:
410–440 adalah area gap / supply besar pada awal fase penurunan sebelumnya dan mendekati kisaran target analis fundamental (upside konsensus ±40–50% dari 360, dengan fair value sekitar 520; jadi 440 masih konservatif).
Di zona ini biasanya institusi mulai sell on strength karena valuasi sudah mendekati average sektor dan sentimen mall/property priced in. Cocok untuk swing 1–3 bulan, selama trend IHSG dan sektor masih mendukung.
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp338 – Rp344 (sekitar -6–8% dari 360)
Note:
338–341 adalah batas bawah demand box sekaligus low spike rebound terakhir; jebol level ini dengan volume besar = tanda aksi akumulasi sebelumnya gagal dan institusi biarkan harga turun ke base lebih dalam (320–325).
Level ini juga psikologis karena mendekati bottom cluster sebelumnya; break berarti struktur swing bullish invalid → tidak ada alasan nahan. Disiplin cut, tunggu pola baru.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas
PWON main di superblok mall–residensial–office–hotel di kota-kota prime: Jakarta, Surabaya, Bekasi, Jogja, Solo, Bali, plus mulai garap IKN. Sektor mall & properti komersial 2026 secara umum relatif kuat: pasokan mal baru di Jakarta terbatas, okupansi tinggi, daya tawar sewa pemilik mal kuat, terutama pemain top tier seperti PWON.
Recurring income (sewa mal, office, hotel) jadi tulang punggung, membuat cashflow stabil, tidak se-volatil developer murni residensial. Ini yang bikin PWON jadi saham properti favorit institusi untuk exposure mall premium.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
Growth 9M25 Menguat (+21% Laba, +6,9% Pendapatan) (IMPACT: Positif Kuat)
9M25 PWON membukukan laba bersih Rp1,73T, naik signifikan dibanding periode sama 2024; pendapatan 9M25 Rp5,12T, naik 6,9% yoy.
Growth utamanya datang dari sektor ritel/mall dan hotel, seiring trafik kunjungan yang kuat dan tarif sewa yang naik; recurring income jadi lebih dominan, bikin earning visibility lebih bagus.
Buat institusi, pola begini = emiten defensif cyclical: tetap tumbuh, punya cashflow kuat, bisa danai capex tanpa beban utang berlebihan. Ini menjelaskan kenapa valuasi PWON masih dihargai premium vs beberapa developer lain (PE, PBV relatif lebih tinggi).
Ekspansi Superblok & Hotel (Kasablanka, Gandaria, Bekasi, IKN) (IMPACT: Positif Menengah–Panjang)
PWON agresif tapi terukur dalam ekspansi:
Perluasan Kota Kasablanka tahap empat (mall baru, hotel bintang lima 560 kamar, dua tower apartemen) dengan capex sekitar Rp3,7T.
Perluasan Gandaria City (office + residensial) Rp2,5T.
Ekspansi lanjutan Pakuwon Mall & Pakuwon City di Surabaya, dan penguatan ke Bekasi, Jogja, Solo, serta groundbreaking proyek awal di IKN (1,9 ha dari total 7,2 ha).
Ekspansi di lokasi-lokasi ini mengunci prime land dan menambah recurring income di masa depan, tapi dalam jangka pendek bisa menekan free cashflow karena capex besar—ini salah satu alasan harga belum eksplosif meski laba naik.
Prospek Bisnis Mal 2026 Masih Cerah (IMPACT: Positif)
Manajemen menyatakan outlook bisnis mal 2026 positif: pasokan mal baru terbatas, tingkat okupansi PWON konsisten di atas rata-rata industri, memberi daya tawar untuk tarif sewa yang lebih tinggi dan kualitas tenant lebih selektif.
Selama inflasi terkendali dan konsumsi domestik tetap kuat, traffic mal premium (Kota Kasablanka, Gandaria City, Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza) cenderung bertahan; ini artinya recurring revenue PWON punya buffer kuat jika penjualan residensial melambat.
Net Profit Q1 2025 Sempat Turun 9% (IMPACT: Negatif Kecil / Noise)
Q1 2025 laba Rp302M, turun 9% yoy, meski pendapatan naik 2%; ini lebih ke efek basis tinggi dan variasi timing pengakuan pendapatan penjualan unit.
Data 9M25 menunjukkan kinerja sudah pulih dan malah tumbuh; jadi penurunan awal tahun lebih ke noise musiman, bukan tren fundamental memburuk.
Bottom line katalis:
PWON punya kombinasi: fundamental kuat, recurring income tebal, pipeline proyek panjang, dan sektor mall yang sedang in-favor. Pergerakan harga lebih banyak soal timing institusi masuk/keluar dan kondisi makro (suku bunga, IHSG), bukan isu survival seperti second-tier property.
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY → CORE SWING (untuk investor yang nyaman di saham properti blue chip)
🌡️ Risk Profile: Medium (volatilitas ada, tapi fundamental kuat & likuid)
⭐ Confidence Score: 83%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:
Fundamental solid: laba 9M25 naik, recurring income mall/hotel kuat, project pipeline Kasablanka/Gandaria/Bekasi/IKN jelas; sektor mal 2026 juga dapat tailwind dari okupansi tinggi dan supply terbatas.
[+] Bullish Factor:
Secara valuasi, PWON masih di diskon moderat terhadap target analis (upside ±40–50%), PBV sekitar 0,8x dengan balance sheet sehat; untuk properti tier-1, ini level harga menarik untuk akumulasi bertahap.
[-] Bearish Risk:
Capex ekspansi superblok & IKN besar, bisa tekan free cashflow jangka pendek; kalau suku bunga nggak turun sesuai ekspektasi atau konsumsi lesu, rerating harga bisa tertunda dan saham cenderung sideways di range 340–420 cukup lama.
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan kejar di atas 370. Biarkan harga ditarik turun dulu ke 352–360; kalau bid tetap tebal dan tidak ada candle merah tembus 340, akumulasi bertahap—siap buy on breakout kalau 380 tembus dengan volume besar."
⚠️ Disclaimer: Analisa ini untuk edukasi dan bukan rekomendasi pasti. Keputusan jual-beli sepenuhnya tanggung jawab trader.
$KBLV $FORU