Hari ini saya banyak melihat beberapa emiten terkena Liquidity Grab.
Jadi apaan sih Liquidity Grab?
Liquidity Grab
Sederhananya, ini adalah area harga di mana banyak trader menaruh stop loss, biasanya di bawah support atau di atas resistance yang “terlihat jelas” di chart. Area ini jadi target empuk untuk market maker/bandar buat “nyapu likuiditas” sebelum harga bergerak ke arah sebenarnya.
Terus, apakah salah memasang stop loss?
Jawabannya: Yes dan No.
Yes — memasang stop loss itu benar, karena:
• Melatih disiplin sebagai trader
• Membatasi risiko supaya kerugian tidak membesar
• Menjaga psikologi tetap stabil, terutama di market yang volatil
No — bisa jadi tidak optimal, karena:
• Stop loss yang terlalu “standar” (terlalu dekat & obvious) sering kena liquidity grab
• Banyak trader cut loss duluan, lalu harga justru balik naik
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan?
Stop loss boleh dan tetap penting, dengan syarat:
• Ilmu chart reading harus dipertajam
• Paham struktur market, false break, dan area likuiditas
• Jangan taruh SL di area yang terlalu kelihatan oleh semua orang
Secara pribadi, saya memilih tidak selalu memasang stop loss otomatis, karena:
• Emiten yang dibeli harus lolos konfirmasi ketat (trend, volume, struktur, dll)
• RDN selalu disiapkan untuk averaging terukur (bukan balas dendam)
• Price alert selalu aktif, jadi bisa respons cepat jika market berubah
Catatan penting:
Tidak pakai stop loss bukan berarti tanpa manajemen risiko.
Risk management tetap ada, hanya bentuknya berbeda.
Kesimpulan:
👉 Tidak semua strategi cocok untuk semua trader
👉 Tidak semua POV itu salah
👉 Yang terpenting: kenal diri sendiri, kenal strategi sendiri
Choose your plan wisely.
Market tidak salah, yang sering salah adalah kita yang belum siap 😊
Random tag:
$BUMI $DEWA $ARCI