$CMNP
Halo, rekan investor. Mari kita bedah emiten milik Jusuf Hamka, **PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)**.
Sebagai mentor Anda, saya melihat CMNP saat ini berada di "persimpangan jalan". Di satu sisi, valuasinya terlihat sangat murah, namun di sisi lain, ada awan gelap risiko yang cukup tebal menyelimuti perusahaan ini.
Berikut adalah analisa mendalam saya berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026:
### 1. Kinerja Keuangan: Pendapatan Naik, Laba Tergerus
Anda harus jeli melihat laporan keuangannya. Jangan hanya terbuai oleh pendapatan, tapi perhatikan "bocorrnya" di mana.
* **Top Line (Pendapatan) Tumbuh:** Pendapatan CMNP diproyeksikan naik. Pada 2026, manajemen menargetkan pendapatan mencapai Rp4,18 triliun - Rp4,2 triliun, naik signifikan sekitar 23% dari estimasi 2025. Ini didorong oleh kenaikan trafik dan penyesuaian tarif tol.
* **Bottom Line (Laba) Tertekan:** Ini peringatan penting. Laba bersih justru diproyeksikan **turun 16%** menjadi sekitar Rp667 miliar pada 2026.
* **Penyebabnya:** Beban bunga yang membengkak. CMNP sedang agresif berutang untuk mendanai proyek, sehingga profitabilitasnya tergerus oleh biaya pinjaman (interest expense).
### 2. Ekspansi Agresif: Pertaruhan Besar (High Capex)
CMNP sedang dalam fase "bakar uang" untuk pembangunan aset masa depan.
* **Belanja Modal (Capex) Jumbo:** Tahun 2026, CMNP menyiapkan Capex sebesar **Rp6,1 triliun**, melonjak hampir dua kali lipat dari 2025.
* **Fokus Proyek:** Dana ini mayoritas tersedot untuk proyek *Harbour Road II* (HBR 2) Elevated dan penyelesaian utang kontraktor Cisumdawu.
* **Sumber Dana:** Kas internal, pinjaman bank (yang menambah beban bunga), dan ada opsi **Rights Issue** senilai Rp2,2 triliun. Jika *rights issue* terjadi, waspadai risiko dilusi kepemilikan saham Anda jika tidak menebusnya.
### 3. Risiko Non-Fundamental (Red Flags)
Sebagai investor cerdas, Anda tidak boleh mengabaikan sentimen negatif di luar angka laporan keuangan:
* **Kasus Hukum di Kejaksaan Agung:** Ini risiko terbesar. Kejagung sedang mengusut dugaan korupsi perpanjangan konsesi Tol Cawang-Pluit (2020-2060) yang dianggap tidak melalui lelang. Jika konsesi ini bermasalah secara hukum, ini bisa memukul valuasi aset utama CMNP.
* **Manajemen Tidak Stabil:** Pada pertengahan 2025, tiga komisaris (termasuk Komisaris Utama dan Komisaris Independen Rizal Mallarangeng) mundur serentak. Sebelumnya, anak-anak Jusuf Hamka (Fitria Yusuf & Feisal Hamka) juga mundur dari jabatan Direksi/Komisaris. Pergantian manajemen mendadak seperti ini seringkali menjadi sinyal adanya gejolak internal.
* **Absen Dividen:** Bagi Anda pemburu dividen, CMNP mungkin kurang menarik karena laba ditahan untuk ekspansi proyek.
### 4. Valuasi: Murah Tapi Berisiko
Secara rasio harga, CMNP terlihat *undervalued*.
* **Price to Book Value (PBV):** Di kisaran 0,6x - 0,7x. Ini jauh di bawah nilai buku asetnya. Pasar memberikan "diskon" besar karena risiko hukum dan utang yang tinggi.
* **Perbandingan dengan JSMR:** Jasa Marga (JSMR) memiliki PBV sedikit lebih tinggi (0,7x - 0,9x) namun dengan profil risiko yang lebih terukur karena status BUMN, meskipun laba bersihnya juga sempat tertekan oleh pajak tangguhan.
### Kesimpulan & Saran Mentor:
Bagi Anda **Investor Konservatif**, sebaiknya **Wait and See (Tahan Dulu)**.
Ketidakpastian hukum terkait konsesi tol dan tren penurunan laba bersih akibat beban bunga membuat saham ini berisiko tinggi dalam jangka pendek hingga menengah. Biarkan debu masalah hukum mereda terlebih dahulu.
Bagi Anda **Trader/Risk Taker**, perhatikan level teknikal.
Ada potensi *rebound* teknikal karena indikator MACD sempat menunjukkan *bullish divergence* dan harga sudah terdiskon dalam. Namun, batasi risiko Anda dengan ketat. Target harga konsensus analis berada di kisaran Rp1.200 - Rp1.520.
**Pesan Kunci:** Aset CMNP (Tol Dalam Kota) adalah mesin uang yang sangat bagus, namun saat ini mesin tersebut sedang memikul beban utang ekspansi dan masalah legalitas. Bijaklah dalam mengatur porsi portofolio Anda di saham ini.
https://cutt.ly/OtvP6VLc
RANDOM TAG $JSMR $WSKT