$ULTJ Thesis: Perfect Setup Menuju Q1 2026

1. Katalis Utama: Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Volume Booster: Target 20 juta anak di Q1-26. Dengan market share 35%, ULTJ berpotensi menyerap 420 juta kotak tambahan/kuartal.
- Revenue Growth: Estimasi tambahan revenue MBG Rp1,13 T. Total revenue Q1-26 diproyeksi naik +57% YoY (Organic + MBG).
- Efficiency: Pabrik baru Cibitung siap menopang volume besar. Margin MBG memang lebih tipis (~8%), namun tertutup oleh economies of scale dan minimnya biaya marketing.

2. Sinyal Smart Money & Insider Buying
Vote of Confidence:
- Jajaran Dirkom terpantau menambah kepemilikan saham di pasar reguler. Sinyal kuat bahwa harga saat ini masih undervalued dibanding prospek internal.
- Broker Accumulation: Terdeteksi aliran dana besar (Smart Money) yang mulai masuk secara gradual saat harga membentuk base. Ada juga yang sudah akumulasi panjang dan masih terus akum.

3. Setup Teknikal:
- Bullish Reversal Pattern: Terkonfirmasi pola reversal (Double Bottom/Inverse H&S). Harga sudah keluar dari fase downtrend panjang.
- Risk/Reward: Berada di awal fase markup. Support kuat memberikan downside risk yang terbatas.

4. Valuasi & Target Price (Forward 2026)
- EPS Proyeksi: Rp141 (Efek full-year MBG & pemulihan konsumsi).
- Fair Value: Rp2.100 - Rp2.115 (Berdasarkan Target PER 15x).
- Upside: Potensi kenaikan +40% dari harga saat ini (~Rp1.500).

Potensi Risiko & Mitigasi:
- Supply Constraint: Jika stok susu lokal kurang, terpaksa impor milk powder. Margin bakal kegencet kurs USD.
- Execution Risk: Perubahan anggaran atau penundaan jadwal program MBG oleh pemerintah.
- Logistik Cost: Margin 8% bisa amblas kalau biaya kirim ke titik sekolah ditanggung produsen, bukan pemerintah.
- Cannibalization: Risiko konsumen retail (margin tebal) pindah ke susu gratis (margin tipis).
- Price War: Kompetitor (CMRY, ICBP, atau pemain baru) banting harga demi menang tender kuota MBG.

Mitigasi Risiko
- ​Hulu yang Solid (Supply Risk): ULTJ menambah populasi sapi perah hingga 11.000 ekor di peternakan internal. Ini kunci untuk mengurangi ketergantungan impor susu bubuk dan fluktuasi kurs USD saat program MBG berjalan.
- ​Otomatisasi Pabrik (Margin Risk): Investasi Rp1,14 Triliun di pabrik MM2100 Cibitung menggunakan teknologi Industry 4.0 (robotik). Efisiensi ini krusial untuk menjaga profitabilitas meskipun harga kontrak pemerintah lebih ketat.
- ​Logistik Terintegrasi (Distribution Risk): Pengoperasian Distribution Center (DC) baru dengan kapasitas 36.940 palet memperpendek rantai pasok. Barang keluar dari pabrik langsung ke distribusi, menurunkan biaya simpan dan transportasi.
- ​Segmentasi Produk (Cannibalization Risk): ULTJ menyiapkan SKU khusus (kemasan khusus program) yang berbeda dengan Ultra Milk retail. Strategi ini untuk memproteksi pangsa pasar retail yang marginnya lebih tebal.
- ​Kekuatan Neraca (Financial Risk): Posisi kas yang sangat kuat (Net Cash) memungkinkan ULTJ melakukan ekspansi tanpa beban bunga bank yang tinggi, sehingga tetap agile menghadapi ketidakpastian kebijakan.

Summary:
- Kombinasi langka antara Gimmick Kebijakan (MBG) + Ekspansi Kapasitas + Akumulasi Direksi + Technical Reversal.

ULTJ bukan lagi saham defensive, tapi growth play untuk 2026.

Random tag $BUMI $BBCA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy