@Adiahmadfadhillah
- Behavioral Finance (Daniel Kahneman & Amos Tversky)
Investor tidak rasional. Keputusan dipengaruhi emosi, bukan hitungan.
Konsep penting:
Loss Aversion
π Rugi 10% terasa lebih sakit daripada senang untung 10%
β Akhirnya jual terlalu cepat
Prospect Theory
π Saat untung β cepat jual
π Saat rugi β panik / malah salah ambil keputusan
- Herd Behavior Theory (Banerjee, Shiller)
Robert Shiller β Irrational Exuberance
Intinya:
Manusia cenderung ikut mayoritas, bukan data.
βIf everyone is selling, they must know something.β
- Information Asymmetry (George Akerlof)
The Market for Lemons
Intinya:
Tidak semua pelaku punya informasi yang sama.
Di market saham:
Ritel merasa: βSmart money pasti tahu sesuatu.β
Begitu asing/institusi jual β domestik ikut jual
Padahal:
Bisa saja cuma rebalancing
Atau keperluan likuiditas global
- Disposition Effect (Hersh Shefrin & Meir Statman)
Behavioral Finance in Action
Intinya:
Investor:
Cepat jual saham untung
Lama pegang saham rugi (atau panik di titik tertentu)
- Home Bias & Local Sentiment Theory
Investor lokal:
Lebih sensitif ke berita domestik
Overreact ke isu politik, regulasi, gosip
- Greater Fool Theory
Populer di Wall Street
Intinya:
Beli bukan karena nilai, tapi karena berharap:
βNanti ada yang beli lebih mahal.β
Begitu pasar goyang β lari duluan.
Ini sering terjadi di:
Saham gorengan
Small cap
Momentum play
Dan masih banyak lagi.
INTIINYA, DIPASAR SAHAM, SEMUA PENGEN BELI DI HARGA MURAH. GIMANA CARANYA JATUHIN HARGA. Yang jadi korban, orang yang sedikit uang dan data.
sembarang tag : $BBRI , $BBCA , $BBNI