Kalau pasar lagi ga waras dan liar, jangan sekali-kali dilawan. Kamu harus sadar diri, kamu itu cuma seekor plankton di mata paus. Mau melawan? Yang ada kamu malah kemakan tanpa sisa. Paus tidak peduli dengan analisa teknikalmu, mereka tidak peduli dengan harapanmu; mereka hanya peduli pada likuiditas untuk mengenyangkan perut mereka.
Kesalahan terbesar kita adalah terlalu optimis di saat market sedang jatuh. Narasi "harga diskon" seringkali menjadi jebakan Batman yang mematikan. Kamu pikir kamu sedang belanja murah, tapi kalau harganya dibanting terus-menerus, apakah itu masih bisa disebut diskon? Ataukah itu sebenarnya tanda bahwa nilai intrinsik yang kamu bayangkan sedang runtuh menuju titik nol?
Coba kamu pakai logika sederhana ini: Bayangkan harga saham A turun ke 7.000, lalu dengan penuh percaya diri kamu serok di harga itu karena merasa sudah murah. Tiba-tiba, market menghantam lagi, harganya dibanting tanpa ampun sampai ke 5.000. Kamu panik, uangmu habis untuk average down karena udah all in diharga atas. Lalu, ada orang lain yang baru masuk dan serok di harga 5.000. Ketika harga saham itu rebound kembali ke 7.000, coba pikir, siapa yang benar-benar untung?
Orang yang masuk di 5.000 sudah mengantongi cuan lebar, sementara kamu? Kamu baru saja kembali ke titik impas, itu pun kalau mentalmu belum jebol duluan di tengah jalan. Kamu membuang waktu, membuang energi, dan membuang kesempatan hanya untuk mengejar harga rata rata yang nggak masuk akal.
Jangan merasa paling jago bisa menebak dasar jurang. Pasar punya logikanya sendiri yang seringkali tidak searah dengan keinginanmu. Menangkap pisau jatuh itu bukan seni, itu kecerobohan yang dibungkus dengan istilah investasi. Kalau market lagi tidak bersahabat, lebih baik minggir dulu. Biarkan para paus bertarung, biarkan ombak mereda.
Menjadi pemenang di bursa itu bukan soal siapa yang paling berani menantang arus, tapi soal siapa yang paling tahu kapan harus berenang dan kapan harus menepi ke daratan. Jangan biarkan optimisme butamu membunuh nalar sehatmu. Fokuslah menjaga modalmu agar tetap utuh, karena di dalam pasar yang liar, kemampuan bertahan hidup jauh lebih penting daripada ambisi untuk cepat kaya.
Jadilah plankton yang cerdas; jangan mau jadi santapan cuma gara-gara kamu merasa bisa mengalahkan paus.
Paham, toh?
random tag: $BNBR $MINA $BUVA