Cobaan Bertubi-tubi Market Indonesia: Kalau Belum Pingsan, Belum Sah Jadi Investor
Market Indonesia belakangan ini seperti lagi diuji mentalnya. Baru saja diterjang isu MSCI yang bikin investor lokal deg-degan sambil refresh aplikasi sekuritas, harga komoditas malah ikut ambruk tanpa pamit. Saham-saham yang kemarin dielu-elukan sebagai “tulang punggung ekonomi” hari ini berubah jadi beban pikiran. Katanya pasar itu rasional, tapi rasanya lebih mirip sinetron: penuh drama dan kejutan tak perlu.
Belum cukup sampai di situ, sekarang datang episode baru: investor asing ramai-ramai melepas SBN. Katanya sih ini soal gejolak pasar saham, kesehatan fiskal, sampai independensi Bank Indonesia. Intinya sederhana: asing mulai gelisah, lalu memilih cabut pelan-pelan tapi terasa nyesek. Uang keluar ratusan juta dolar, sementara investor lokal cuma bisa bilang, “Tenang, fundamental kita kuat,” sambil menahan keringat dingin.
Yang menarik, semua ini datang hampir bersamaan. MSCI belum reda, komoditas belum bangkit, obligasi sudah ditinggal. Lengkap sudah paket penderitaan market Indonesia. Kalau ini game, level-nya jelas bukan pemula. Ini level “survival mode”, di mana yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling kebal banting dan punya uang dingin beneran.
Tapi ya begitulah market. Saat semua kabar buruk datang barengan, justru di situlah karakter investor diuji. Mau ikut panik massal, atau duduk tenang sambil bilang, “Oh, ini cuma cobaan sementara… meski cobaan-nya kok rame banget.” Selamat datang di pasar Indonesia, tempat di mana optimisme diuji hampir setiap minggu.
$IHSG $BBRI $BUMI