imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Siapa yang tidak kenal Bank Rakyat Indonesia (BBRI)? Bank yang cabangnya ada sampai ke pelosok desa ini sering jadi primadona. Tapi, ada momen di mana para investor kawakan justru bersorak saat harga BBRI turun. Mengapa? Karena mereka melihatnya sebagai "Festival Diskon Dividen".

Berikut adalah bedah singkat kenapa BBRI bisa dibilang diskon lewat kacamata Dividend Yield:

1. Mesin Pencetak Laba yang Stabil
BBRI dikenal sebagai "raja mikro". Selama rakyat Indonesia masih butuh kredit usaha, BBRI akan terus mencetak laba triliunan. Karena labanya konsisten, jumlah uang tunai yang dibagikan ke pemegang saham (dividen) juga cenderung stabil atau bahkan naik setiap tahun.

2. Efek Jungkat-Jungkit BBRI
Mari kita gunakan ilustrasi angka (asumsi) untuk melihat efek diskonnya:
- Kondisi Normal: Harga BBRI Rp6.000, dividen per lembar Rp345. Yield = 5.75%
- Kondisi "Diskon": Harga BBRI terkoreksi ke Rp4.000, namun prospek dividen tetap Rp345. Yield 8.6%

Intinya: Saat harga BBRI turun, anda sebenarnya sedang ditawari peluang untuk membeli "hak jatah laba" yang sama dengan harga yang lebih murah. Anda membayar lebih sedikit untuk mendapatkan uang saku yang lebih besar.

3. Mengapa Ini Menarik di BBRI?
Tidak semua saham yang harganya turun itu layak disebut diskon. Tapi BBRI punya "jam terbang" yang berbeda:

- Dividend Payout Ratio (DPR) Tinggi: BBRI punya komitmen membagikan sebagian besar labanya (seringkali di atas 80%) kepada pemegang saham.
- Fundamental "Batu Karang": Sebagai bank Himbara (milik negara), risiko bangkrutnya sangat kecil dibandingkan perusahaan swasta biasa.

Kesimpulan
Membeli BBRI saat harganya turun dan yield-nya naik itu ibarat membeli emas di harga perak. Anda mendapatkan aset kualitas Blue Chip dengan tingkat pengembalian tunai yang jauh lebih gurih daripada bunga deposito dan obligasi.

Berita $BBRI: https://cutt.ly/TtvlnkZ8
Saham property murah $GPRA https://cutt.ly/FtvlnkMB

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy