imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Rasio Uang Beredar Luas Terhadap PDB (M2/PDB)

Jarang ada yang bahas rasio ini saat bicara makroekonomi. Padahal cukup penting untuk menggambarkan 'masalah' tapi sekaligus 'potensi' ekonomi Indonesia.

Rasio M2/PDB Indonesia itu tergolong rendah.

Uang Beredar (M2) per Des 2025 baru mencapai Rp 10.133,1 triliun.

Tapi, PDB setahun penuh 2024 sudah mencapai Rp 22.139 triliun.
Karena PDB terus bertumbuh, maka angka 2025 pasti lebih besar lagi.

Ini artinya rasio M2/PDB Indonesia hanya ada di angka 45,77%.
Sementara data di World Bank, rasio Indonesia hanya 41,8%.

50% pun Indonesia tak sampai.

Padahal jika dibandingkan negara ASEAN lainnya (data World Bank) :
Malaysia 120,8%
Thailand 141,7%
Singapura 148,6%
Vietnam 136,3%
Filipina 85,9%

Kalau begini terus maka pantas selama ini sektor riil kering, masyarakat merasa sulit, akses modal terhambat, likuiditas cekak.

Ini menggambarkan pasar keuangan yang dangkal, uang beredar jauh di bawah potensial, ekonomi kekurangan 'minyak' untuk bergulir.

Beruntung, belakangan ini para pengambil kebijakan sudah sadar, dan kesadaran itu terwujud pula dengan langkah perbaikan yang mulai dijalankan.

Dari mulai Menkeu Purbaya yang mengambil alih Kemenkeu, BI yang 'ikut' sejalan dengan Kemenkeu, hingga reformasi bursa yang segera berlangsung.

4 lembaga otoritas tertinggi keuangan di Indonesia yang tergabung di KSSK (Kemenkeu, BI, OJK, LPS), semua sudah mengalami perbaikan yang signifikan.

Seluruh langkah ini bakal berujung ke meningkatnya "Likuiditas".

Memang ada risiko kalau rasio M2/PDB meningkat semakin tinggi.
Mulai dari inflasi tinggi, penurunan nilai tukar mata uang, kenaikan harga aset (risiko bubble), ketergantungan utang, dll.

Tapi ya Indonesia rasio 50% pun belum sampai, sementara negara tetangga sudah 100% bahkan lebih.

Artinya gak ada alasan ekonomi harus di-rem (seperti dulu).

Pasar keuangan (termasuk pasar saham) harus didorong sekuat-kuatnya memproduksi 'minyak' yang cukup untuk sektor riil bertumbuh.

Anehnya, pejabat-pejabat yang dulu udah pada S3, bahkan di luar negeri, tapi hal begini kok bisa abai, kalah sama Google ChatGPT 馃ぃ

Percuma potensi besar tapi salah kelola.
Trust Issue.

Kalau ibarat emiten, Indonesia ini saham PE dan PBV rendah, tapi gak ada yang berani beli sahamnya. Akhirnya harga mandeg di situ-situ aja.

Nah karena sekarang arah kebijakan nampak sudah benar, maka bersiaplah menjemput rejeki yang lebih besar lagi di pasar keuangan Indonesia.

$IHSG $BBCA $BUVA

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy