Mencari Saham yang Sehat di Tengah Rencana Kenaikan Free Float
Pendahuluan
Belakangan ini muncul wacana untuk menaikkan ketentuan free float saham di Bursa Efek Indonesia dari 7,5% menjadi 15%. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka akan ada cukup banyak emiten yang “terpaksa” menyesuaikan diri—baik melalui pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali, aksi korporasi, atau strategi lain.
Berdasarkan diskusi dan eksplorasi dengan bantuan AI, saya mencoba menyusun sebuah screener sederhana yang bertujuan mencari saham-saham yang berpotensi terdampak aturan free float, tetapi secara fundamental masih relatif sehat. Screener ini saya beri nama "FF Compliance Play", dengan kriteria sebagai berikut ini.
1️⃣ Free Float < 15%
Ini adalah kriteria utama. Saham dengan free float di bawah 15% berpotensi perlu melakukan penyesuaian jika aturan baru benar-benar diberlakukan. Artinya, ada kemungkinan penambahan saham beredar di publik dalam beberapa waktu ke depan.
2️⃣ Market Cap < 10 Triliun
Batasan ini digunakan untuk memfokuskan pencarian pada emiten kecil hingga menengah. Umumnya, emiten di segmen ini lebih rentan terdampak regulasi dan memiliki ruang volatilitas yang lebih besar dibandingkan saham big caps.
3️⃣ Average ROE 3 Tahun > 8%
ROE digunakan untuk menyaring perusahaan yang masih mampu menghasilkan return yang wajar bagi pemegang saham secara konsisten. Tujuannya agar tidak terjebak pada saham yang hanya murah atau terdampak isu regulasi, tetapi bisnisnya lemah.
4️⃣ Debt to Equity Ratio (Quarter) < 1
Kriteria ini menekankan struktur permodalan yang relatif sehat. Dengan utang yang tidak terlalu agresif, perusahaan memiliki fleksibilitas yang lebih baik jika harus menyesuaikan diri dengan kebijakan baru.
5️⃣ Price to Book Value < 2
PBV di bawah 2 digunakan sebagai filter valuasi dasar. Ini bukan berarti saham tersebut pasti murah, tetapi setidaknya tidak berada di level valuasi yang terlalu ekstrem saat risiko tambahan (regulasi) masih membayangi.
6️⃣ Revenue Growth 3 Tahun > 0
Syarat ini memastikan bahwa secara operasional, perusahaan tidak sedang mengalami kontraksi pendapatan dalam jangka menengah. Minimal, bisnisnya masih bertumbuh atau stabil.
7️⃣ Net Profit Margin (TTM) > 8%
Margin laba bersih yang cukup baik menunjukkan bahwa perusahaan memiliki efisiensi dan daya saing, sehingga tidak sepenuhnya rapuh jika terjadi tekanan dari sisi pasar atau aksi korporasi.
Penutup
Screener ini bukan rekomendasi beli atau jual, melainkan alat bantu untuk memetakan saham-saham yang:
- Berpotensi terdampak kebijakan free float. ⚠️
- Namun, masih memiliki fundamental yang relatif terjaga. 📈
Jika aturan free float 15% benar-benar diterapkan, pasar kemungkinan akan merespons dengan beragam cara—mulai dari tekanan harga jangka pendek hingga peluang spekulatif tertentu. Dengan screener ini, setidaknya kita punya "starting point" yang lebih rasional sebelum masuk ke analisis yang lebih dalam.
Semoga bermanfaat. 🙏📊
Disusun dengan menggunakan bantuan Claude dan ChatGPT.
Suka dengan postingan seperti ini? Silakan beri like dan ikuti saya untuk mendapatkan postingan menarik lainnya. 😊
Izin tag: $TOTO $IFII $IHSG
