imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUKA dan $GOTO Kalah Lawan Shopee Lalu Kemudian Ganti Bisnis

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Lima tahun terakhir membuktikan satu hal, e-commerce bukan ajang siapa paling ramai, tapi siapa paling tahan rugi paling lama. Begitu akses modal makin mahal dan investor makin cerewet soal arus kas, permainan subsidi berubah jadi permainan efisiensi. Banyak e-commerce yang terlihat seperti menyerah, padahal yang terjadi adalah mereka memilih berhenti bakar uang di medan yang return-nya makin tipis. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GOTO dan BUKA sama-sama sampai di fase ini, bosan e-commerce tetapi jalur keluarnya beda total. Jadi ini bukan cerita batal jadi marketplace, ini cerita mutasi jadi platform yang cari uang lewat layanan lain yang lebih bisa dikendalikan.

Dari ukuran bisnis per 9M 2025, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk punya pendapatan Rp13,30 triliun, jauh di atas PT https://cutt.ly/stvfhv5a Tbk Rp4,73 triliun. Aset GOTO Rp42,11 triliun, BUKA Rp26,14 triliun. Tenaga kerja juga beda kelas, GOTO 3.592 orang dan masih naik 7,1%, sementara BUKA 543 orang dan turun 46,6%. Jadi GOTO tetap mesin operasional besar, BUKA memilih jadi organisasi ramping.

Mesin pendapatan GOTO sekarang lebih mirip operator layanan harian. On-demand Rp9,03 triliun atau 67,9% dari pendapatan, naik 15,7%, dan sudah menghasilkan laba segmen Rp645,73 miliar dengan margin 7,1%. Fintech Rp3,68 triliun atau sekitar 27,6%, naik 85,3%, tetapi masih rugi segmen Rp346,68 miliar. Bagian e-commerce tinggal Rp627,49 miliar dan turun 46,1%, namun masih mencetak laba segmen Rp428,67 miliar dengan margin 68,3% karena sifatnya lebih seperti fee dan jasa setelah perubahan struktur. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

BUKA mengambil jalur berbeda, pendapatan ditarik oleh gaming. Gaming Rp3,85 triliun atau 81,4% dari pendapatan, naik 215%, tetapi laba segmennya cuma Rp16,60 miliar dengan margin 0,43%, jadi besar tapi tipis. O2O Rp605,96 miliar turun 63% dan rugi segmen Rp45,74 miliar. Ritel dan investasi kecil kontribusinya dan masih merugi di level segmen. Ini memberi sinyal bahwa BUKA sudah menemukan volume lewat produk virtual, tetapi belum menemukan take rate yang tebal.

Kalau bicara laju pertumbuhan pendapatan, BUKA terlihat lebih cepat, naik 39,03% YoY, sedangkan GOTO naik 14,00%. Tetapi konteksnya penting, BUKA tumbuh karena komposisi pendapatan bergeser agresif ke gaming, sementara GOTO tumbuh di layanan on-demand dan fintech yang butuh orkestrasi operasional, mitra, dan kepatuhan. Jadi yang satu tumbuh lewat komposisi produk, yang satu tumbuh lewat ekspansi aktivitas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di sisi laba bersih, GOTO masih rugi Rp996,97 miliar, sedangkan BUKA laba Rp2,91 triliun. Namun kualitas laba BUKA tidak sesederhana itu karena ditopang laba nilai investasi neto Rp2,32 triliun, artinya banyak laba datang dari investasi, bukan dari margin operasional inti. Investor yang hanya melihat laba bersih bisa salah menilai, karena satu perusahaan sedang memperbaiki mesin operasional, yang satu sedang diuntungkan oleh hasil investasi sambil merapikan mesin.

GOTO CFO sekitar minus Rp160,84 miliar, tetapi masih dekat ke titik impas operasional, sedangkan FCF sekitar minus Rp1,30 triliun karena belanja capex tidak berwujud Rp1,14 triliun. BUKA CFO sekitar Rp149,7 miliar dan FCF sekitar Rp113,5 miliar karena capex kecil Rp36,2 miliar. Jadi GOTO memilih investasi agresif untuk membangun produk dan ekosistem, BUKA memilih menjaga kas dan menekan belanja.

Soal bantalan neraca, keduanya sama-sama punya kas besar, GOTO sekitar Rp17,6 triliun dan BUKA Rp17,11 triliun. Tetapi beban historisnya beda ekstrem, akumulasi rugi GOTO Rp214,92 triliun dan masih membesar dari akhir 2024, sedangkan BUKA punya akumulasi rugi Rp7,35 triliun dan membaik dari Rp10,26 triliun. Ini menjelaskan kenapa narasi pasar ke GOTO biasanya soal turnaround panjang, sementara BUKA sering dibaca sebagai aset yang dihargai diskon dan sedang direstrukturisasi.

Perubahan bentuk bisnisnya juga nyata lewat aksi korporasi. GOTO melepas kendali Tokopedia sejak Januari 2024 dan kini hanya punya 24,99% sebagai asosiasi setelah transaksi dengan TikTok, lalu menjual 100% PT Aplikasi Harapan Bangsa beserta unit fulfillment, serta menjual 100% GoPay Vietnam. BUKA menjual PT Ree Derma International dan PT Dunia Kreasi Maju, melikuidasi Midas Labs Technology, serta melepas beberapa entitas lain lewat dekonsolidasi. Dua-duanya mengurangi bagian yang berat dan fokus ke bagian yang terasa lebih bisa dikendalikan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GOTO terlihat sedang mengejar profit konsolidasian lewat kombinasi on-demand yang sudah untung, fintech yang tumbuh cepat, dan monetisasi ekosistem, namun risikonya tetap pada burn FCF dan kebutuhan disiplin biaya. BUKA terlihat sedang mengandalkan volume gaming dan efisiensi organisasi, namun tantangannya ada pada margin gaming yang sangat tipis dan O2O yang masih turun. Jadi keduanya memang menjauh dari perang e-commerce klasik, tetapi satu memilih perang efisiensi di layanan harian dan keuangan, satu memilih perang volume dan restrukturisasi sambil menjaga kas.

๐Ÿค”BUKA dan GOTO sama-sama platform multi-sisi, mengandalkan jaringan pengguna dan mitra
๐Ÿ’ธ Sama-sama punya kas sekitar Rp17 triliun lebih sebagai bantalan
๐Ÿงน Sama-sama melepas unit yang tidak lagi sejalan dengan fokus utama Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿšš GOTO ditopang on-demand Rp9,03 triliun dan sudah laba segmen margin 7,1%
๐ŸŽฎ BUKA ditopang gaming Rp3,85 triliun tapi margin segmen 0,43%
๐Ÿ‘ฅ GOTO tumbuh karyawan 7,1%, BUKA pangkas 46,6%

๐Ÿ›ต GOTO sudah membuktikan ada segmen besar yang profit
๐Ÿฆ GOTO punya fintech yang tumbuh 85,3% sebagai mesin masa depan
๐Ÿงฐ BUKA capex kecil, CFO dan FCF positif, organisasi super ramping
๐Ÿ’ฐ BUKA laba 9M 2025 Rp2,91 triliun walau sangat dipengaruhi hasil investasi Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿ•ณ๏ธ GOTO masih rugi bersih Rp996,97 miliar dan FCF minus sekitar Rp1,30 triliun
๐Ÿ“‰ BUKA O2O turun 63% dan segmen gaming besar tapi tipis sekali marginnya
๐Ÿงพ BUKA laba sensitif ke hasil investasi, bukan murni mesin operasional

๐Ÿงญ Yang paling menentukan buat investor
๐Ÿ“Œ GOTO, apakah fintech bisa balik ke laba segmen tanpa mengorbankan pertumbuhan
๐Ÿ“Œ GOTO, apakah burn FCF turun konsisten kuartal demi kuartal
๐Ÿ“Œ BUKA, apakah margin gaming bisa ditebalkan atau hanya volume besar tipis
๐Ÿ“Œ BUKA, apakah O2O berhenti turun dan bisa kembali relevan tanpa subsidi besar

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$SCMA

Read more...
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy